Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1181 tentang Mengangkat tangan saat takbir di rakaat ketiga

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits riwayat An-Nasa'i dari Abu Humaid As-Sa'idi ini menjelaskan bahwa ketika Nabi ﷺ bangkit dari dua sujud (yakni duduk tasyahud awal) menuju raka'at ketiga, beliau mengucapkan takbir dan mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu, sama seperti saat takbiratul ihram. Ini menunjukkan bahwa mengangkat tangan saat bangkit ke raka'at ketiga adalah sunnah yang tetap dilakukan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Kesalahan (كتاب السهو), Bab Mengangkat Kedua Tangan dalam Berdiri ke Dua Raka'at Terakhir, nomor 1181. Sanadnya: Ya'qub bin Ibrahim Ad-Dauraqi dan Muhammad bin Basysyar (lafazh miliknya) ← Yahya bin Sa'id ← Abdul Hamid bin Ja'far ← Muhammad bin Amr bin 'Atha' ← Abu Humaid As-Sa'idi.

Teks hadits:

كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا قَامَ مِنَ السَّجْدَتَيْنِ كَبَّرَ وَرَفَعَ يَدَيْهِ حَتَّى يُحَاذِيَ بِهِمَا مَنْكِبَيْهِ كَمَا صَنَعَ حِينَ افْتَتَحَ الصَّلاَةَ

"Ketika Nabi ﷺ berdiri setelah dua sujud, beliau mengucapkan takbir dan mengangkat tangannya hingga sejajar dengan bahunya, seperti yang beliau lakukan di awal shalat."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dengan makna serupa. At-Tirmidzi menilai hadits ini hasan shahih, dan Ibnu Khuzaimah serta Ibnu Hibban memasukkannya dalam kitab shahih mereka.

Dalil Al-Qur'an yang menjadi landasan umum ketaatan kepada sunnah Nabi ﷺ:

وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

"Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya." (QS. Al-Hasyr [59]: 7)

Penjelasan Rinci

Hadits ini termasuk dalam pembahasan shifat ash-shalah (tata cara shalat Nabi ﷺ), khususnya tentang mengangkat kedua tangan (raf'ul yadain) pada saat bangkit dari tasyahud awal menuju raka'at ketiga.

Imam An-Nasa'i memasukkan hadits ini dalam bab khusus tentang mengangkat tangan ketika berdiri ke dua raka'at terakhir, yang menunjukkan perhatian beliau terhadap rincian sunnah ini.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa mengangkat tangan pada empat tempat dalam shalat — takbiratul ihram, ruku', bangkit dari ruku', dan bangkit dari tasyahud awal — adalah pendapat yang dipegang banyak ulama hadits. Beliau menyebutkan bahwa hadits Abu Humaid ini adalah salah satu dalil terkuat karena menggambarkan sifat shalat Nabi ﷺ secara lengkap yang disaksikan langsung oleh para sahabat.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyatakan bahwa mengangkat tangan saat bangkit dari tasyahud awal adalah sunnah menurut madzhab Syafi'i, dan ini berdasarkan hadits-hadits shahih termasuk riwayat Abu Humaid ini.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menegaskan bahwa Nabi ﷺ mengangkat tangan pada empat tempat, dan beliau menyebutkan secara rinci bahwa salah satunya adalah ketika bangkit dari tasyahud awal. Beliau mengkritik mereka yang meninggalkan amalan ini padahal dalilnya jelas.

Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah dan kitab-kitab beliau tentang sifat shalat Nabi ﷺ menegaskan bahwa hadits ini shahih dan menjadi dalil tetapnya sunnah mengangkat tangan saat bangkit ke raka'at ketiga.

Adapun tentang takbir saat bangkit, ini juga merupakan sunnah yang disebutkan dalam hadits ini. Nabi ﷺ bertakbir ketika berdiri dari dua sujud (tasyahud awal) menuju raka'at ketiga.

Perbedaan pendapat: Sebagian ulama dari kalangan Hanafiyah berpendapat bahwa mengangkat tangan hanya pada takbiratul ihram saja. Namun jumhur ulama dari kalangan Syafi'iyah, Hanabilah, dan ahli hadits berpegang pada hadits-hadits shahih yang menetapkan empat tempat mengangkat tangan. Pendapat yang paling kuat adalah pendapat jumhur berdasarkan kekuatan dalil-dalil hadits yang shahih dan banyak.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Abu Humaid As-Sa'idi radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang paling teliti dalam menggambarkan shalat Nabi ﷺ. Suatu ketika, beberapa sahabat berkumpul dan saling bertanya tentang tata cara shalat Nabi ﷺ. Mereka berkata, "Kami lebih mengetahui shalat Rasulullah ﷺ daripada kamu." Abu Humaid menjawab, "Kalau begitu aku akan menunjukkan kepada kalian." Lalu beliau shalat di hadapan mereka dan menggambarkan dengan sangat rinci setiap gerakan Nabi ﷺ, termasuk mengangkat tangan pada setiap tempatnya. Para sahabat yang menyaksikan pun membenarkan dan berkata, "Engkau benar, beginilah kami melihat Nabi ﷺ melakukannya." (Kisah ini disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari Abu Humaid As-Sa'idi).

Hikmahnya: para sahabat sangat memperhatikan detail sunnah Nabi ﷺ, bahkan sampai gerakan-gerakan kecil dalam shalat. Mereka tidak merasa cukup dengan "yang penting shalat", tetapi berusaha meneladani Nabi ﷺ sedetail mungkin.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengangkat kedua tangan saat bangkit ke raka'at ketiga (setelah tasyahud awal) adalah sunnah yang shahih berdasarkan hadits Abu Humaid As-Sa'idi ini dan hadits-hadits lain yang semakna.
  2. Caranya: angkat kedua tangan hingga sejajar dengan bahu (atau telinga menurut riwayat lain), bersamaan dengan ucapan takbir.
  3. Hikmahnya: menunjukkan ketundukan dan pengagungan kepada Allah, serta mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara utuh.
  4. Bagi yang belum terbiasa: mulailah mengamalkan secara bertahap, karena ini adalah sunnah yang dalilnya jelas dan diamalkan oleh banyak ulama Ahlus Sunnah.
  5. Jangan saling mencela antara yang mengamalkan dan yang belum mengamalkan, karena ini termasuk perkara khilafiyah yang sudah dibahas panjang oleh para ulama. Yang mengamalkan mendapat pahala sunnah, yang belum mengamalkan shalatnya tetap sah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?