Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu mengucapkan takbir pada setiap gerakan naik dan turun dalam shalat, dan 'Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu menyatakan bahwa hal itu mengingatkannya kepada shalat Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa takbir intiqal (takbir perpindahan gerakan) adalah sunnah yang dipraktikkan Nabi ﷺ dan para sahabat. Hadits ini juga menjadi dalil bahwa takbir dilakukan juga saat bangkit dari sujud ke rakaat berikutnya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan An-Nasa'i, Kitab As-Sahw (Kesalahan dalam Shalat), Bab Takbir Ketika Berdiri Setelah Dua Rakaat, nomor 1180. Perawi sahabat: Ali bin Abi Thalib dan 'Imran bin Husain radhiyallahu 'anhuma.
Hadits senada juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bertakbir pada setiap turun dan naik dalam shalat.
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
Allah ﷻ berfirman:
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
"Dan Tuhanmu berfirman: 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.'"
(QS. Ghafir [40]: 60)
Ayat ini secara umum menunjukkan perintah berdoa dan berdzikir kepada Allah, dan takbir adalah bagian dari dzikir dalam shalat.
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nasa'i meriwayatkan hadits ini dalam kitab Sunan-nya, menunjukkan perhatian beliau terhadap sunnah-sunnah shalat yang mungkin kurang diperhatikan.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa takbir intiqal adalah sunnah yang disepakati oleh para ulama, berdasarkan hadits-hadits shahih dari banyak sahabat.
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menegaskan bahwa takbir pada setiap naik dan turun adalah sunnah yang tetap dan tidak ada khilaf di antara ulama tentang pensyariatannya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Makna takbir intiqal
Takbir intiqal adalah mengucapkan "Allahu Akbar" setiap kali berpindah gerakan dalam shalat — saat turun untuk rukuk, bangkit dari rukuk, turun untuk sujud, bangkit dari sujud, duduk antara dua sujud, dan bangkit dari tasyahud awal ke rakaat ketiga.
Kedua: Praktik Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu
Ali bin Abi Thalib adalah salah satu sahabat yang paling dekat dengan Nabi ﷺ dan paling memahami shalat beliau. Beliau mengamalkan takbir pada setiap gerakan, menunjukkan bahwa ini adalah sunnah yang beliau pelajari langsung dari Nabi ﷺ.
Ketiga: Kesaksian 'Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu
'Imran bin Husain berkata bahwa shalat Ali mengingatkannya pada shalat Rasulullah ﷺ. Ini menunjukkan bahwa takbir intiqal adalah ciri khas shalat Nabi ﷺ yang dikenal oleh para sahabat.
Keempat: Pandangan ulama
- Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa takbir intiqal adalah sunnah yang wajib dilakukan, dan shalat tidak sah jika ditinggalkan dengan sengaja tanpa udzur.
- Imam asy-Syafi'i berpendapat bahwa takbir intiqal adalah sunnah, dan jika ditinggalkan tidak membatalkan shalat, tetapi mengurangi kesempurnaan.
- Imam Abu Hanifah juga berpendapat bahwa takbir intiqal adalah sunnah yang harus dilakukan.
Kelima: Hikmah takbir intiqal
Takbir mengingatkan kita bahwa Allah Maha Besar, dan setiap gerakan dalam shalat adalah bentuk penghambaan kepada-Nya. Takbir juga menjadi pemisah antara gerakan-gerakan shalat, sehingga shalat menjadi teratur dan khusyuk.
Keenam: Kaitan dengan bab "Takbir Ketika Berdiri Setelah Dua Rakaat"
Bab ini secara khusus membahas takbir saat bangkit dari tasyahud awal ke rakaat ketiga. Sebagian orang mungkin mengira bahwa takbir hanya dilakukan pada gerakan tertentu, tetapi hadits ini menunjukkan bahwa takbir dilakukan pada semua gerakan naik dan turun, termasuk saat berdiri setelah dua rakaat.
Story Telling
Dikisahkan bahwa 'Imran bin Husain radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang dikenal zuhud dan wara', suatu hari menyaksikan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu shalat. Ali mengucapkan takbir pada setiap gerakan — saat turun dan bangkit — dengan sempurna. Melihat hal itu, 'Imran bin Husain teringat kepada Rasulullah ﷺ dan berkata: "Ini mengingatkanku pada shalat Rasulullah ﷺ."
Kisah ini menunjukkan betapa para sahabat saling mengingatkan dan saling belajar dalam ibadah. Mereka tidak merasa cukup dengan pengetahuan sendiri, tetapi selalu merujuk kepada sunnah Nabi ﷺ. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa para sahabat adalah generasi yang paling semangat dalam mengikuti sunnah, bahkan dalam hal-hal kecil seperti takbir intiqal.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan takbir intiqal pada setiap gerakan naik dan turun dalam shalat, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang dipraktikkan oleh para sahabat.
- Jangan tinggalkan takbir intiqal dengan sengaja, karena sebagian ulama menganggapnya wajib dan sebagian menganggapnya sunnah yang sangat dianjurkan.
- Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ dari hadits-hadits shahih, karena shalat adalah ibadah yang paling utama dan harus dilakukan dengan benar.
- Saling mengingatkan dalam kebaikan, sebagaimana 'Imran bin Husain mengingatkan tentang shalat Nabi ﷺ.
- Rujuk kepada ulama dalam memahami hadits, karena pemahaman yang benar adalah kunci amal yang diterima.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.