Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits riwayat An-Nasa'i dari Jabir bin Abdillah ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan bacaan tashahhud kepada para sahabat dengan penuh perhatian, sebagaimana beliau mengajarkan ayat Al-Qur'an. Bacaan tashahhud ini memuat pujian kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, salam kepada hamba-hamba saleh, dua kalimat syahadat, serta doa memohon surga dan berlindung dari neraka. Hadits ini mengajarkan adab dan kekhusyukan dalam shalat, serta pentingnya mempelajari tashahhud dengan benar.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Tashahhud, Bab Jenis Lain dari Tashahhud, dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma.
Teks hadits:
أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ الأَعْلَى، قَالَ حَدَّثَنَا الْمُعْتَمِرُ، قَالَ سَمِعْتُ أَيْمَنَ، - وَهُوَ ابْنُ نَابِلٍ - يَقُولُ حَدَّثَنِي أَبُو الزُّبَيْرِ، عَنْ جَابِرٍ، قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يُعَلِّمُنَا التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنَ الْقُرْآنِ " بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَسْأَلُ اللَّهَ الْجَنَّةَ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ النَّارِ " .
Terjemahan: "Diriwayatkan dari Jabir bahwa Rasulullah ﷺ biasa mengajarkan kami tashahhud sebagaimana beliau mengajarkan kami sebuah surah dari Al-Qur'an: 'Dengan nama Allah, dan dengan Allah. Segala puji bagi Allah, dan shalawat serta kebaikan adalah milik Allah. Semoga keselamatan tercurah kepada-Mu, wahai Nabi, dan rahmat Allah serta berkah-Nya. Semoga keselamatan tercurah kepada kami dan kepada hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku meminta kepada Allah surga dan aku berlindung kepada Allah dari api neraka.'"
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan perintah mengingat Allah dan berdoa dalam shalat:
QS. Al-A'la [87]: 14-15
قَدْ أَفْلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ١٤ وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّىٰ ١٥
Terjemahan: "Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman), dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia shalat."
QS. Al-Baqarah [2]: 238
حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ
Terjemahan: "Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk."
Kaitan dengan ulama: Imam An-Nasa'i meriwayatkan hadits ini dalam kitab Sunan-nya. Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Majmu' dan Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa tashahhud adalah bagian penting dalam shalat yang harus dipelajari dengan benar. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas berbagai riwayat tashahhud dan menjelaskan bahwa perbedaan lafazh tashahhud menunjukkan keluasan dalam berdoa dan berdzikir dalam shalat. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitab Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan tashahhud dengan penuh perhatian, menunjukkan betapa pentingnya bacaan ini dalam shalat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan beberapa poin penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar:
Pertama, perhatian Nabi ﷺ dalam mengajarkan tashahhud. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa perumpamaan "sebagaimana mengajarkan surah dari Al-Qur'an" menunjukkan betapa seriusnya Nabi ﷺ dalam mengajarkan tashahhud, sehingga para sahabat menghafalnya dengan baik. Ini juga menunjukkan bahwa tashahhud bukanlah bacaan yang bisa dianggap remeh, melainkan bagian penting dari shalat yang harus dipelajari dengan benar.
Kedua, lafazh tashahhud dalam riwayat ini memiliki beberapa keistimewaan. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa lafazh "بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللَّهِ" di awal tashahhud menunjukkan permohonan keberkahan dengan nama Allah. Ini adalah bentuk adab dalam memulai doa dan dzikir.
Ketiga, salam kepada Nabi ﷺ dengan lafazh "السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ" menunjukkan penghormatan kepada beliau. Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa salam ini adalah bentuk cinta dan penghormatan kepada Nabi ﷺ yang harus dijaga dalam shalat.
Keempat, salam kepada hamba-hamba Allah yang saleh: "السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ". Ibnu Hajar menjelaskan bahwa ini mencakup semua hamba Allah yang saleh, baik yang masih hidup maupun yang sudah wafat, dan menunjukkan persaudaraan dalam iman.
Kelima, dua kalimat syahadat sebagai inti tashahhud. Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa syahadat adalah rukun dalam tashahhud yang tidak boleh ditinggalkan.
Keenam, doa memohon surga dan berlindung dari neraka di akhir tashahhud. Ibn Rajab al-Hanbali dalam kitabnya menjelaskan bahwa ini menunjukkan bahwa shalat adalah kesempatan untuk berdoa dan memohon kepada Allah, dan doa ini adalah doa yang paling penting karena menyangkut tujuan akhirat.
Perbedaan pendapat di antara ulama daftar: Ada beberapa riwayat tashahhud yang berbeda lafazhnya, seperti riwayat Ibnu Mas'ud dan Ibnu Abbas. Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa semua lafazh tashahhud yang shahih boleh digunakan, dan yang paling utama adalah yang diajarkan Nabi ﷺ dengan lafazh yang paling lengkap. Ibnu Hajar menambahkan bahwa perbedaan ini menunjukkan keluasan dalam berdzikir, dan yang paling kuat adalah mengikuti lafazh yang paling shahih dan lengkap.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma, seorang sahabat yang banyak meriwayatkan hadits, memperhatikan dengan seksama bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan tashahhud. Para sahabat belajar dengan penuh kesungguhan, menghafal setiap lafazh, dan mengamalkannya dalam shalat. Suatu ketika, seorang sahabat bertanya kepada Jabir tentang tashahhud, dan Jabir menjelaskan dengan detail sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ. Ini menunjukkan bahwa para sahabat saling mengajarkan ilmu dan menjaga sunnah Nabi ﷺ dengan baik.
Imam An-Nasa'i, dalam perjalanannya mengumpulkan hadits, menemukan riwayat ini dari Jabir dan memasukkannya dalam kitab Sunan-nya. Beliau dikenal sangat teliti dalam meriwayatkan hadits, sehingga riwayat ini menjadi salah satu rujukan penting dalam masalah tashahhud.
Hikmahnya: Para sahabat dan salafus shalih sangat memperhatikan detail ibadah, termasuk tashahhud. Mereka tidak hanya menghafal, tetapi juga mengamalkan dan mengajarkannya kepada generasi berikutnya. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan bacaan shalat dan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.
Kesimpulan Praktis
- Pelajari tashahhud dengan benar, karena Nabi ﷺ mengajarkannya dengan penuh perhatian seperti mengajarkan Al-Qur'an.
- Gunakan lafazh tashahhud yang shahih, dan yang paling utama adalah yang lengkap sesuai riwayat yang shahih.
- Hayati makna tashahhud: pujian kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, salam kepada hamba saleh, syahadat, dan doa memohon surga serta berlindung dari neraka.
- Jaga kekhusyukan dalam shalat, terutama saat membaca tashahhud, karena ini adalah momen berdoa dan berdzikir kepada Allah.
- Ajarkan tashahhud kepada keluarga dan anak-anak dengan penuh kesabaran, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.