Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1166 tentang Bacaan tasyahud dalam shalat

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bacaan tasyahud yang dibaca pada setiap duduk dalam shalat, yaitu penghormatan kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, salam kepada diri sendiri dan hamba-hamba Allah yang saleh, serta dua kalimat syahadat. Bacaan ini disebut "tasyahud" dan merupakan bagian penting dalam shalat yang diajarkan langsung oleh Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama — diriwayatkan oleh Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, dalam Sunan An-Nasa'i no. 1166, Kitab Thaharah, Bab Cara Tasyahud Pertama. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibn Majah dengan lafaz yang beragam.

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan — perintah mengingat Allah dalam shalat dan duduk:

QS. Al-Baqarah [2]: 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

Terjemahan: "Peliharalah semua shalat dan shalat wustha, dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk."

Keterangan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Al-Majmu' Syarh al-Muhadzdzab menjelaskan bahwa tasyahud adalah salah satu rukun shalat yang tidak boleh ditinggalkan, berdasarkan hadits Ibnu Mas'ud ini.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits Ibnu Mas'ud adalah riwayat yang paling shahih dan paling banyak dipakai dalam masalah tasyahud.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menegaskan bahwa lafaz tasyahud Ibnu Mas'ud adalah yang paling utama karena disepakati keshahihannya oleh Al-Bukhari dan Muslim.
  • Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Mumti' menjelaskan bahwa kalimat "فِي كُلِّ جَلْسَةٍ" (pada setiap duduk) menunjukkan tasyahud dibaca pada setiap duduk dalam shalat, termasuk duduk antara dua sujud menurut sebagian ulama, namun yang kuat adalah duduk tasyahud awal dan akhir.

Penjelasan Rinci

Makna hadits secara umum:

Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu menceritakan bahwa para sahabat pada awalnya belum mengetahui bacaan apa yang harus diucapkan ketika duduk dalam shalat. Lalu Rasulullah ﷺ mengajarkan lafaz tasyahud ini. Ini menunjukkan bahwa tasyahud adalah perkara tauqifiyyah (bersifat penetapan dari syariat), tidak boleh dibuat-buat sendiri.

Kandungan makna tasyahud:

  1. التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ — segala penghormatan hanya milik Allah. Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa "tahiyyat" berarti penghormatan yang layak hanya bagi Allah, karena Dialah Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri.
  2. وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ — Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan: "ash-shalawat" berarti doa-doa atau ibadah, dan "ath-thayyibat" berarti perkataan-perkataan yang baik dan suci, semuanya hanya untuk Allah.
  3. السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ — salam kepada Nabi ﷺ. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa penggunaan kata "النَّبِيُّ" (bukan "Rasul") dalam tasyahud adalah bentuk penghormatan yang tetap berlaku meski Nabi ﷺ telah wafat, karena beliau tetap hidup dalam alam barzakh.
  4. السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ — salam untuk diri sendiri dan seluruh hamba Allah yang saleh, termasuk para nabi, malaikat, dan orang-orang beriman. Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menyebutkan bahwa doa ini mencakup seluruh hamba saleh di langit dan bumi.
  5. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ — dua kalimat syahadat, inti dari keimanan seorang Muslim.

Perbedaan pendapat ulama dalam daftar:

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa tasyahud Ibnu Mas'ud adalah yang paling utama, dan hukumnya wajib dibaca dalam tasyahud akhir.
  • Imam Abu Hanifah juga menggunakan lafaz tasyahud Ibnu Mas'ud sebagai pilihan utama dalam madzhabnya.
  • Imam Malik bin Anas memilih lafaz tasyahud dari riwayat Umar bin al-Khaththab, namun tetap membolehkan lafaz Ibnu Mas'ud.
  • Yang paling kuat menurut dalil adalah lafaz Ibnu Mas'ud, karena kesepakatan Al-Bukhari dan Muslim atas keshahihannya, sebagaimana ditegaskan oleh Ibn Qayyim dan Ibnu Hajar.

Hukum membaca tasyahud:

  • Tasyahud akhir: wajib, merupakan rukun shalat menurut jumhur ulama (Imam asy-Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Malik, Imam Abu Hanifah).
  • Tasyahud awal: sunnah menurut jumhur, wajib menurut sebagian riwayat dalam madzhab Hanafi.

Story Telling

Diceritakan oleh Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu — seorang sahabat yang mulia, ahli qira'at Al-Qur'an, dan salah satu yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ. Beliau berkata: "Kami bersama Rasulullah ﷺ dan kami tidak mengetahui apa-apa..." — menggambarkan keadaan para sahabat yang jujur dan tawadhu, mereka tidak merasa tahu sebelum diajari oleh Nabi ﷺ.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata tentang para sahabat: "Mereka adalah kaum yang paling tahu tentang Allah, namun paling takut kepada-Nya." Sikap ini tampak pada Ibnu Mas'ud yang tidak mengarang bacaan sendiri, tetapi menunggu pengajaran Nabi ﷺ.

Imam Ahmad bin Hanbal dalam Musnad-nya meriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud mengajarkan tasyahud ini kepada orang lain dengan penuh perhatian, bahkan beliau berkata: "Rasulullah ﷺ mengajarkan tasyahud kepada kami sebagaimana beliau mengajarkan Al-Qur'an kepada kami." Ini menunjukkan betapa pentingnya lafaz ini dan betapa seriusnya para sahabat dalam menjaga ajaran Nabi ﷺ.

Hikmah: Seorang Muslim hendaknya mempelajari bacaan shalat dengan sungguh-sungguh dari sumber yang shahih, dan tidak meremehkan perkara kecil dalam ibadah, karena shalat adalah amalan pertama yang akan dihisab.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan dan amalkan lafaz tasyahud Ibnu Mas'ud ini dalam shalat, karena ia adalah lafaz yang paling shahih dan paling utama menurut jumhur ulama.
  2. Baca tasyahud pada duduk tasyahud awal dan akhir sesuai tuntunan Nabi ﷺ.
  3. Pahami maknanya — tasyahud bukan sekadar bacaan, tetapi mengandung tauhid, penghormatan kepada Allah, salam kepada Nabi ﷺ, dan doa untuk seluruh hamba saleh.
  4. Jangan menambah atau mengurangi lafaz tasyahud tanpa dalil, karena ibadah bersifat tauqifiyyah.
  5. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak sejak dini, sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkannya kepada para sahabat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?