Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1159 tentang Cara duduk tasyahhud dan posisi tangan saat shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits Wa'il bin Hujr ini menjelaskan tata cara duduk tasyahhud pertama, yaitu duduk iftirasy: duduk di atas kaki kiri, menegakkan kaki kanan, meletakkan tangan kanan di atas paha kanan sambil mengangkat jari telunjuk untuk berdoa, dan meletakkan tangan kiri di atas paha kiri. Hadits ini juga mengisyaratkan bahwa mengangkat tangan saat takbiratul ihram dan hendak ruku adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Wa'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 401) dengan redaksi yang serupa. Imam An-Nasa'i meriwayatkannya dalam Sunan-nya pada Kitab Tata Cara Shalat, Bab Tempat Tangan Saat Duduk untuk Tasyahhud Pertama.

Dalil Al-Qur'an yang Relevan:

Allah Ta'ala berfirman:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa kita wajib meneladani Nabi ﷺ dalam seluruh ibadah, termasuk tata cara shalat.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zaad al-Ma'aad menjelaskan secara panjang lebar tentang sifat shalat Nabi ﷺ, termasuk tata cara duduk tasyahhud. Beliau menyebutkan bahwa di antara cara duduk yang diajarkan Nabi ﷺ adalah duduk iftirasy pada tasyahhud pertama, sebagaimana disebutkan dalam hadits Wa'il bin Hujr ini.

Penjelasan Rinci

Hadits Wa'il bin Hujr ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Mengangkat Tangan saat Takbiratul Ihram dan Hendak Ruku

Wa'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu menyaksikan langsung bahwa Nabi ﷺ mengangkat kedua tangannya ketika memulai shalat hingga sejajar dengan bahu, dan juga ketika hendak ruku. Ini menunjukkan bahwa mengangkat tangan pada dua tempat tersebut adalah sunnah yang tetap dilakukan Nabi ﷺ.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa mengangkat tangan dalam shalat ada empat tempat: saat takbiratul ihram, saat hendak ruku, saat bangun dari ruku (i'tidal), dan saat berdiri dari tasyahhud pertama menuju rakaat ketiga. Namun dalam hadits Wa'il ini hanya disebutkan dua tempat karena konteksnya adalah apa yang disaksikan langsung oleh perawi.

2. Duduk Iftirasy pada Tasyahhud Pertama

Nabi ﷺ duduk di atas kaki kiri (duduk iftirasy) dan menegakkan kaki kanan. Ini adalah cara duduk yang disunnahkan pada tasyahhud pertama. Imam Asy-Syafi'i rahimahullah dan Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berpendapat bahwa duduk iftirasy dilakukan pada semua duduk dalam shalat kecuali tasyahhud akhir, di mana disunnahkan duduk tawarruk (duduk di atas lantai dengan menegakkan kaki kanan dan mengeluarkan kaki kiri dari bawah kaki kanan).

3. Posisi Tangan saat Tasyahhud

Nabi ﷺ meletakkan tangan kanan di atas paha kanan dan mengangkat jari telunjuk untuk berdoa, serta meletakkan tangan kiri di atas paha kiri. Ini menunjukkan bahwa tangan kiri tidak ikut mengangkat jari, hanya tangan kanan yang digunakan untuk berisyarat saat berdoa.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah menjelaskan bahwa mengangkat jari telunjuk saat tasyahhud adalah sunnah, dan ini dilakukan sambil berdoa. Para ulama berbeda pendapat tentang apakah jari digerakkan atau tidak, namun pendapat yang lebih kuat adalah menggerakkannya saat berdoa, sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits lain.

4. Kisah Tahun Berikutnya

Wa'il bin Hujr berkata bahwa ketika ia datang lagi tahun berikutnya, ia melihat para sahabat mengangkat tangan mereka di dalam baranis (sejenis jubah/penutup kepala yang menutupi leher). Ini menunjukkan bahwa para sahabat tetap mengangkat tangan meskipun memakai pakaian yang menutupi tangan, karena perintah mengangkat tangan tetap berlaku.

Story Telling

Wa'il bin Hujr radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang datang dari daerah Hadhramaut (Yaman) untuk menemui Rasulullah ﷺ. Ia datang dalam keadaan masih musyrik, namun setelah melihat akhlak dan cara ibadah Nabi ﷺ, ia masuk Islam.

Dalam riwayat lain (Shahih Muslim), Wa'il bin Hujr berkata: "Aku berkata dalam hatiku: 'Demi Allah, aku benar-benar akan memperhatikan bagaimana Rasulullah ﷺ shalat, maka aku akan meniru caranya.' Maka aku melihat beliau mengangkat tangan saat takbiratul ihram, lalu aku perhatikan beliau dalam seluruh gerakan shalatnya."

Kisah ini menunjukkan semangat Wa'il bin Hujr dalam mempelajari tata cara ibadah langsung dari Nabi ﷺ. Ia tidak hanya mendengar, tetapi juga memperhatikan dengan seksama setiap gerakan Nabi ﷺ. Ini menjadi teladan bagi kita untuk bersungguh-sungguh dalam mempelajari tata cara shalat yang benar sesuai sunnah.

Kesimpulan Praktis

  1. Mengangkat tangan saat takbiratul ihram dan hendak ruku adalah sunnah Nabi ﷺ yang tetap dilakukan.
  2. Duduk iftirasy (duduk di atas kaki kiri, menegakkan kaki kanan) adalah cara duduk yang disunnahkan pada tasyahhud pertama.
  3. Meletakkan tangan kanan di atas paha kanan sambil mengangkat jari telunjuk untuk berdoa, dan tangan kiri di atas paha kiri.
  4. Bersungguh-sungguhlah mempelajari tata cara shalat sebagaimana Wa'il bin Hujr mempelajarinya langsung dari Nabi ﷺ.
  5. Jadikan Nabi ﷺ sebagai teladan dalam seluruh gerakan ibadah, karena Allah memerintahkan kita untuk mengikuti beliau.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.