Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1128 tentang Doa sujud saat shalat malam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan salah satu doa yang dibaca Nabi ﷺ ketika sujud dalam shalat sunnah (tathawwu') di malam hari. Doa ini berisi pengakuan tauhid, penyerahan diri kepada Allah, dan pujian kepada-Nya sebagai sebaik-baik Pencipta. Doa ini mengajarkan kita untuk merenungkan keagungan Allah saat sujud, karena sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Mu'minun [23]: 14

ثُمَّ خَلَقْنَا النُّطْفَةَ عَلَقَةً فَخَلَقْنَا الْعَلَقَةَ مُضْغَةً فَخَلَقْنَا الْمُضْغَةَ عِظَامًا فَكَسَوْنَا الْعِظَامَ لَحْمًا ثُمَّ أَنْشَأْنَاهُ خَلْقًا آخَرَ ۚ فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

"Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik."

Hadits terkait:

Hadits riwayat Sunan An-Nasa'i no. 1128, dari sahabat Muhammad bin Maslamah رضي الله عنه. Sanadnya: Yahya bin Utsman → Ibnu Himyar → Syu'aib bin Abi Hamzah → Muhammad bin Al-Munkadir dan seorang lain → Abdurrahman bin Hurmuz Al-A'raj → Muhammad bin Maslamah.

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (Kitab Shalat, Bab apa yang dibaca ketika sujud) dengan lafaz yang serupa, dan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, serta An-Nasa'i dalam kitab-kitab Sunan mereka.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa doa ini disunnahkan dibaca ketika sujud, dan para ulama sepakat atas keutamaan memperbanyak doa saat sujud.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa doa ini mengandung pengagungan Allah melalui penyebutan penciptaan anggota tubuh.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menempatkan doa ini sebagai bagian dari dzikir sujud yang diajarkan Nabi ﷺ.

Penjelasan Rinci

Makna doa sujud ini:

Doa ini terdiri dari beberapa bagian penting:

  1. "اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ" — "Ya Allah, kepada-Mu aku sujud." Ini adalah pengakuan bahwa sujud hanya ditujukan kepada Allah semata, tidak kepada selain-Nya. Ini adalah inti tauhid dalam ibadah.
  2. "وَبِكَ آمَنْتُ" — "Dan kepada-Mu aku beriman." Pengakuan iman yang menyertai amal perbuatan.
  3. "وَلَكَ أَسْلَمْتُ" — "Dan kepada-Mu aku berserah diri." Ini adalah ruh Islam — penyerahan total kepada Allah.
  4. "اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي" — "Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku." Pengakuan rububiyyah Allah.
  5. "سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ" — "Wajahku sujud kepada Dzat yang menciptakannya, membentuknya, dan mengeluarkan pendengaran dan penglihatannya." Ini adalah perenungan yang sangat dalam: anggota tubuh yang sedang sujud ini adalah ciptaan Allah. Allah yang menciptakan, membentuk rupa, dan memberikan fungsi pendengaran serta penglihatan. Maka sudah sepantasnya seluruh anggota tubuh tunduk kepada-Nya.
  6. "تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ" — "Maha Suci Allah, sebaik-baik Pencipta." Ini adalah pengagungan kepada Allah yang sempurna dalam penciptaan-Nya.

Pemahaman ulama:

Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disyariatkannya membaca doa ini ketika sujud, dan bahwa sujud adalah momen terbaik untuk berdoa. Beliau juga menyebutkan bahwa para ulama menganjurkan memperbanyak doa saat sujud berdasarkan hadits lain: "Sedekat-dekat hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim)

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa penyebutan "wajah" dalam doa ini menunjukkan keikhlasan, karena wajah adalah bagian tubuh yang paling mulia dan paling terlihat. Ketika wajah — yang paling mulia — sujud, maka seluruh tubuh seharusnya lebih tunduk lagi.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa doa ini mengandung tiga pilar: (1) tauhid dalam ibadah (sujud hanya kepada Allah), (2) tauhid dalam iman (beriman kepada-Nya), dan (3) tauhid dalam penyerahan (berserah diri kepada-Nya). Beliau juga menyebutkan bahwa penyebutan penciptaan pendengaran dan penglihatan mengingatkan hamba akan nikmat yang sangat besar, karena dengan keduanya manusia bisa belajar, memahami, dan mengenal Allah.

Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya Taisir al-Karim ar-Rahman menjelaskan makna "فَتَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ" bahwa Allah Maha Suci dan Maha Tinggi, dan bahwa penciptaan-Nya adalah yang paling sempurna, paling indah, dan paling baik. Tidak ada yang bisa menandingi ciptaan Allah.

Apakah doa ini khusus untuk shalat sunnah malam?

Dalam hadits ini disebutkan "إِذَا قَامَ مِنَ اللَّيْلِ يُصَلِّي تَطَوُّعًا" — "ketika beliau bangkit di malam hari untuk shalat sunnah." Namun para ulama seperti Imam An-Nawawi dan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa doa ini boleh dibaca dalam sujud shalat apa pun, baik fardhu maupun sunnah, karena tidak ada dalil yang membatasi hanya untuk shalat malam. Bahkan hadits ini menunjukkan kekhususan shalat malam sebagai waktu yang penuh keberkahan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Muhammad bin Maslamah رضي الله عنه, seorang sahabat Anshar yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dari kaum Anshar, memperhatikan dengan seksama bagaimana Nabi ﷺ shalat di malam hari. Beliau memperhatikan setiap gerakan dan bacaan Nabi ﷺ, termasuk ketika sujud. Dari pengamatan yang penuh kecintaan dan ketelitian inilah beliau meriwayatkan doa ini kepada generasi setelahnya.

Al-Hasan al-Bashri pernah berkata: "Aku mendapati para sahabat Nabi ﷺ adalah orang-orang yang paling bersungguh-sungguh dalam beribadah, namun mereka adalah orang-orang yang paling ringan dalam menyampaikan ilmu tentang diri mereka sendiri." Artinya, mereka beribadah dengan sangat khusyuk, tetapi ketika menyampaikan ilmu, mereka sangat teliti dan tidak menambah-nambahi.

Fudail bin 'Iyadh pernah berkata: "Sesungguhnya aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih takut kepada Allah daripada Sufyan ats-Tsauri, dan tidak pernah melihat seseorang yang lebih zuhud daripada Abdullah bin al-Mubarak." Keduanya adalah ulama besar yang sangat memperhatikan doa-doa Nabi ﷺ dalam shalat, termasuk doa sujud ini.

Hikmahnya: para salafus shalih sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ, termasuk doa-doa dalam sujud. Mereka tidak hanya mengerjakan shalat sebagai rutinitas, tetapi menghidupkan setiap gerakan dan bacaan dengan pemahaman dan penghayatan.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini ketika sujud dalam shalat, baik shalat fardhu maupun sunnah, terutama shalat malam (tahajjud).
  2. Renungkan makna doa ini — bahwa sujud adalah momen kita menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah yang menciptakan, membentuk, dan memberikan pendengaran serta penglihatan kepada kita.
  3. Perbanyak doa saat sujud, karena sujud adalah posisi terdekat hamba dengan Allah, sebagaimana sabda Nabi ﷺ dalam hadits riwayat Muslim.
  4. Syukuri nikmat pendengaran dan penglihatan — keduanya adalah nikmat besar yang Allah berikan, dan doa ini mengingatkan kita untuk menggunakannya dalam ketaatan.
  5. Jangan tinggalkan shalat malam — meskipun hanya dua rakaat, karena Nabi ﷺ selalu mengerjakannya dan berdoa dengan doa-doa yang penuh makna.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?