Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1126 tentang Doa dan pujian saat sujud dalam shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah doa sujud yang diajarkan dan dipraktikkan oleh Rasulullah ﷺ. Isinya adalah pengakuan seorang hamba bahwa sujudnya hanya untuk Allah, penyerahan diri total, keimanan, serta pengakuan bahwa Allah adalah Pencipta dan Pembentuk rupa manusia dengan sebaik-baiknya. Doa ini menunjukkan kedalaman adab seorang hamba di hadapan Rabb-nya saat berada di titik paling dekat dengan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya (no. 1126) dari sahabat Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu. Lafazh doanya adalah:

اللَّهُمَّ لَكَ سَجَدْتُ وَلَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

"Ya Allah, kepada-Mu aku sujud, kepada-Mu aku berserah diri, dan kepada-Mu aku beriman. Wajahku sujud kepada Dzat yang menciptakannya dan membentuknya dengan baik, dan mengeluarkan pendengaran dan penglihatannya. Maha berkah Allah, sebaik-baik pencipta."

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 771) dari sahabat Ali bin Abi Thalib dengan lafazh yang hampir sama, dan ini menunjukkan bahwa doa ini shahih dan masyhur.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa doa sujud ini termasuk doa yang dianjurkan, dan beliau menjelaskan maknanya secara rinci.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas doa-doa sujud ini ketika mensyarah hadits-hadits yang berkaitan dengan shalat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa doa sujud ini mengandung beberapa pelajaran penting:

1. Makna "لَكَ سَجَدْتُ" (kepada-Mu aku sujud)

Sujud adalah puncak ibadah badan. Dengan mengucapkan ini, seorang hamba menegaskan bahwa sujudnya murni hanya untuk Allah, bukan untuk selain-Nya. Ini adalah bentuk realisasi dari firman Allah:

QS. Al-Jinn [72]: 18

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

"Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah kepunyaan Allah. Maka janganlah kamu menyembah seseorang pun di dalamnya di samping (menyembah) Allah."

2. Makna "وَلَكَ أَسْلَمْتُ" (kepada-Mu aku berserah diri)

Ini adalah pengakuan bahwa seorang hamba menyerahkan seluruh urusannya kepada Allah. Imam Ibnul Qayyim dalam Madarijus Salikin menjelaskan bahwa Islam (berserah diri) adalah tingkatan tertinggi seorang hamba, yaitu tunduk dan patuh kepada syariat Allah dengan ikhlas.

3. Makna "وَبِكَ آمَنْتُ" (kepada-Mu aku beriman)

Ini adalah pengakuan keimanan yang diucapkan dalam keadaan sujud. Ini menunjukkan bahwa iman bukan hanya di hati, tetapi juga terucap di lisan dan terwujud dalam amal.

4. Makna "سَجَدَ وَجْهِي لِلَّذِي خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ فَأَحْسَنَ صُورَتَهُ"

Imam As-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Allah menciptakan manusia dengan bentuk yang sebaik-baiknya. Wajah adalah anggota tubuh yang paling mulia, dan dengan meletakkannya di tanah, seorang hamba menunjukkan kerendahan diri yang paling dalam di hadapan Allah.

5. Makna "وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ"

Kata "شَقَّ" di sini bermakna "menjadikan/mengeluarkan". Ini menunjukkan bahwa Allah yang menciptakan pendengaran dan penglihatan. Imam Ibnul Qayyim dalam At-Tibyan fi Aqsamil Qur'an menjelaskan bahwa penyebutan pendengaran dan penglihatan secara khusus karena keduanya adalah pintu masuknya ilmu dan hidayah.

6. Makna "تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ"

Ini adalah pujian kepada Allah bahwa Dia Maha Berkah dan sebaik-baik Pencipta. Imam Al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya bahwa ketika ayat ini turun, Rasulullah ﷺ bersabda: "Maka berbahagialah orang yang bisa menjawabnya." (HR. Al-Bukhari no. 7454)

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ali bin Abi Thalib radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah satu sahabat yang paling dalam pemahamannya tentang shalat. Beliau sering kali menangis dalam sujudnya karena merenungkan kebesaran Allah.

Suatu ketika, beliau ditanya tentang makna sujud. Beliau menjawab dengan penuh hikmah: "Sujud adalah saat seorang hamba meletakkan bagian termulia dari tubuhnya (wajah) ke tempat yang paling rendah (tanah), untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak ada apa-apanya di hadapan Allah."

Kisah ini mengajarkan kita bahwa sujud bukan sekadar gerakan fisik, tetapi momen penghambaan yang paling dalam. Ketika kita mengucapkan doa ini, kita sedang mengulang apa yang diajarkan Rasulullah ﷺ dan dipraktikkan oleh para sahabat.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan doa sujud ini dan amalkan dalam shalat, karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang shahih.
  2. Renungkan maknanya setiap kali membacanya, agar sujud kita tidak menjadi gerakan kosong tanpa penghayatan.
  3. Perbanyak doa dalam sujud, karena Rasulullah ﷺ bersabda: "Tempat paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah doa." (HR. Muslim no. 482)
  4. Jadikan sujud sebagai momen introspeksi, bahwa kita adalah hamba yang lemah di hadapan Allah Yang Maha Kuasa.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi