Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1123 tentang Bacaan rukuk dan sujud sesuai perintah Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa Nabi ﷺ ketika rukuk dan sujud membaca doa: "Subhānaka Allāhumma Rabbanā wa bihamdika, Allāhummaghfir lī". Bacaan ini beliau ambil langsung dari perintah Al-Qur'an, yaitu surat An-Nashr ayat 3. Ini menunjukkan bahwa rukuk dan sujud adalah tempat yang tepat untuk memuji Allah, mensucikan-Nya, sekaligus memohon ampunan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar bacaan ini:

QS. An-Nashr [110]: 3

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sesungguhnya Dia Maha Penerima taubat."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha, dikeluarkan oleh An-Nasa'i (no. 1123), dan juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari serta Shahih Muslim dengan lafaz serupa. Imam Muslim bin al-Hajjaj meriwayatkannya dalam kitab shahihnya, dan Al-Bukhari juga menyebutkannya.

Keterkaitan dengan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan Nabi ﷺ mengamalkan isi Al-Qur'an secara langsung dalam shalatnya.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa bacaan ini adalah sunnah yang dianjurkan dalam rukuk dan sujud.
  • Ibn Katsir dalam tafsirnya menerangkan bahwa ayat An-Nashr [110]: 3 berisi perintah tasbih, tahmid, dan istighfar, yang kemudian dipraktikkan Nabi ﷺ dalam rukuk dan sujud.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Bacaan rukuk dan sujud yang diajarkan Nabi ﷺ.

Aisyah radhiyallahu 'anha menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ membaca:

  • Subhānaka Allāhumma → "Maha Suci Engkau ya Allah" (tasbih)
  • Rabbanā wa bihamdika → "Tuhan kami, dan segala pujian bagi-Mu" (tahmid)
  • Allāhummaghfir lī → "Ya Allah, ampunilah aku" (istighfar)

2. Nabi ﷺ mengamalkan Al-Qur'an secara langsung.

Ungkapan "yata'awwalul Qur'ān" (mengikuti perintah Al-Qur'an) menunjukkan bahwa bacaan ini bukan sekadar doa biasa, tetapi bentuk pengamalan langsung dari QS. An-Nashr [110]: 3. Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan bahwa ini menunjukkan keutamaan mengamalkan ayat Al-Qur'an dalam ibadah praktis.

3. Rukuk dan sujud adalah waktu mustajab untuk berdoa.

Imam an-Nawawi dan Ibn Rajab al-Hanbali menyebutkan bahwa sujud adalah saat terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya, sehingga sangat dianjurkan memperbanyak doa, termasuk istighfar.

4. Perbedaan pendapat ulama tentang bacaan ini.

  • Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa bacaan ini sunnah dibaca dalam rukuk dan sujud, sebagaimana hadits Aisyah ini.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa bacaan wajib dalam rukuk dan sujud adalah "Subhāna Rabbiyal 'Azhīm" (rukuk) dan "Subhāna Rabbiyal A'lā" (sujud), sedangkan bacaan "Subhānaka Allāhumma..." hukumnya sunnah.
  • Pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa keduanya boleh dibaca, karena Nabi ﷺ mengamalkan keduanya dalam hadits-hadits yang shahih. Syeikh al-Albani dalam Sifat Shalat Nabi menyebutkan bahwa Nabi ﷺ membaca bacaan yang berbeda-beda, menunjukkan keduanya disyariatkan.

5. Kandungan tauhid dalam bacaan ini.

Bacaan ini mengandung tiga hal: tauhid (mensucikan Allah), pujian (tahmid), dan taubat (istighfar). Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Madārij as-Sālikīn menjelaskan bahwa kombinasi tasbih, tahmid, dan istighfar adalah inti dari ibadah seorang hamba.

Story Telling

Diceritakan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha memperhatikan dengan sangat teliti bacaan Rasulullah ﷺ dalam shalat. Beliau adalah istri Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang shalat Nabi ﷺ, termasuk detail-detail yang jarang diketahui orang lain.

Suatu ketika, setelah turunnya surat An-Nashr — yang merupakan isyarat dekatnya ajal Nabi ﷺ — beliau memperbanyak membaca "Subhānaka Allāhumma Rabbanā wa bihamdika, Allāhummaghfir lī" dalam rukuk dan sujudnya. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa ini adalah bentuk pengamalan langsung Nabi ﷺ terhadap perintah Allah dalam surat tersebut.

Hikmah: Seorang mukmin hendaknya mengamalkan Al-Qur'an tidak hanya dengan membacanya, tetapi juga dengan mempraktikkannya dalam ibadah sehari-hari, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini dalam rukuk dan sujud: "Subhānaka Allāhumma Rabbanā wa bihamdika, Allāhummaghfir lī" — sebagai bentuk pengamalan QS. An-Nashr [110]: 3.
  2. Perbanyak istighfar dalam sujud, karena sujud adalah waktu terdekat hamba dengan Allah.
  3. Kombinasikan tasbih, tahmid, dan istighfar dalam ibadah, sebagaimana dicontohkan Nabi ﷺ.
  4. Ikutilah sunnah Nabi ﷺ dalam shalat, karena beliau adalah teladan terbaik dalam beribadah.
  5. Jangan meninggalkan doa ini meskipun bacaan "Subhāna Rabbiyal 'Azhīm" dan "Subhāna Rabbiyal A'lā" juga sah dan dianjurkan — keduanya bisa dibaca secara bergantian.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?