Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1122 tentang Bacaan rukuk dan sujud sesuai perintah Al-Qur'an

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menerangkan bahwa Nabi ﷺ ketika rukuk dan sujud membaca doa: "Subhanakallahumma Rabbana wa bihamdik, Allahumma-ghfir li". Bacaan ini beliau ambil langsung dari perintah Al-Qur'an, yaitu surat An-Nashr ayat 3. Ini menunjukkan bahwa rukuk dan sujud adalah waktu yang sangat utama untuk memuji Allah, mensucikan-Nya, sekaligus memohon ampunan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang menjadi dasar bacaan ini:

QS. An-Nashr [110]: 3

فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ ۚ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا

"Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya. Sungguh, Dia Maha Penerima tobat."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu 'anha, melalui jalur Masruq bin al-Ajda' (seorang tabi'in terpercaya), dari Abu adh-Dhuha (Muslim bin Subaih), dari Manshur bin al-Mu'tamir, dari Sufyan ats-Tsauri, dari Abdullah bin al-Mubarak, dari Suwaid bin Nashr. Diriwayatkan dalam Sunan an-Nasa'i no. 1122.

Hadits serupa juga diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah, dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ juga membaca doa ini dalam rukuk dan sujud.

Keterangan ulama:

  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengamalkan isi ayat An-Nashr tersebut secara langsung dalam shalatnya, sebagai bentuk pengamalan nyata terhadap perintah Al-Qur'an.
  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa bacaan ini termasuk sunnah yang dianjurkan dalam rukuk dan sujud, dan menggabungkan antara tasbih (penyucian) dan istighfar (permohonan ampun).
  • Ibnu Katsir dalam tafsirnya atas QS. An-Nashr [110]: 3 menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan tasbih dan istighfar, dan Nabi ﷺ langsung mengamalkannya dalam shalat.

Penjelasan Rinci

Makna doa:

  • "Subhanakallahumma" — Mahasuci Engkau, ya Allah. Ini adalah penyucian Allah dari segala kekurangan.
  • "Rabbana wa bihamdik" — Tuhan kami, dan segala puji bagi-Mu. Ini menggabungkan pengagungan dan pujian.
  • "Allahumma-ghfir li" — Ya Allah, ampunilah aku. Ini adalah permohonan ampunan kepada Allah.

Mengapa Nabi ﷺ membaca ini?

Aisyah radhiyallahu 'anha menyebutkan bahwa Nabi ﷺ "yata'awwalul Qur'an" — yakni mengamalkan atau melaksanakan perintah Al-Qur'an. Maksudnya, beliau membaca doa ini karena Allah memerintahkan dalam QS. An-Nashr [110]: 3 untuk bertasbih, memuji, dan beristighfar. Ibnu Hajar menjelaskan bahwa Nabi ﷺ menjadikan ayat itu sebagai bacaan shalat, bukan sekadar membacanya sebagai ayat.

Kapan surat An-Nashr turun?

Surat ini termasuk surat terakhir yang turun. Ketika turun, Nabi ﷺ mengetahui bahwa ajalnya sudah dekat, sehingga beliau memperbanyak tasbih dan istighfar. Ibnu Katsir menyebutkan bahwa Umar bin al-Khaththab pernah bertanya kepada Ibnu Abbas tentang surat ini, dan Ibnu Abbas menjawab bahwa itu adalah tanda wafatnya Nabi ﷺ.

Hukum membaca doa ini dalam shalat:

Menurut Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal, membaca "Subhanakallahumma Rabbana wa bihamdik, Allahumma-ghfir li" dalam rukuk dan sujud adalah sunnah. Imam an-Nawawi menyatakan bahwa menggabungkan bacaan ini dengan tasbih biasa (Subhana Rabbiyal 'Azhim / Subhana Rabbiyal A'la) adalah yang paling utama, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

Faedah dari hadits ini:

  1. Rukuk dan sujud adalah tempat terbaik untuk berdoa dan memuji Allah.
  2. Nabi ﷺ mencontohkan pengamalan Al-Qur'an secara langsung dalam ibadah.
  3. Menggabungkan tasbih, pujian, dan istighfar dalam satu doa menunjukkan adab yang sempurna kepada Allah.
  4. Istighfar bukan hanya untuk dosa, tetapi juga bentuk ketundukan dan pengakuan kelemahan di hadapan Allah.

Story Telling

Diceritakan bahwa Aisyah radhiyallahu 'anha — istri Nabi ﷺ yang paling banyak meriwayatkan hadits tentang shalat beliau — memperhatikan dengan sangat teliti setiap gerakan dan bacaan Nabi ﷺ dalam shalat. Beliau menyampaikan bahwa Nabi ﷺ membaca doa ini dalam rukuk dan sujud, dan beliau menjelaskan alasannya: karena Nabi ﷺ sedang mengamalkan perintah Al-Qur'an.

Sufyan ats-Tsauri, salah satu perawi dalam sanad hadits ini, dikenal sebagai Amirul Mukminin fil Hadits (pemimpin orang beriman dalam ilmu hadits) pada zamannya. Beliau sangat teliti dalam meriwayatkan hadits dan dikenal zuhud serta wara'. Abdullah bin al-Mubarak, guru dari Sufyan dalam sanad ini, adalah ulama yang terkenal dengan kezuhudan dan keilmuannya, dan beliau pernah berkata: "Aku tidak mengetahui suatu amalan yang lebih utama daripada menyampaikan hadits Nabi ﷺ."

Kesimpulan Praktis

  1. Bacalah doa ini dalam rukuk dan sujud — "Subhanakallahumma Rabbana wa bihamdik, Allahumma-ghfir li" — sebagai tambahan atau pengganti tasbih biasa, karena ini adalah sunnah yang shahih dari Nabi ﷺ.
  2. Renungkan maknanya — saat rukuk dan sujud, kita sedang menyucikan Allah, memuji-Nya, dan memohon ampunan. Ini adalah momen paling dekat antara hamba dan Rabb-nya.
  3. Perbanyak istighfar — sebagaimana Nabi ﷺ mengamalkan surat An-Nashr, kita juga dianjurkan memperbanyak istighfar, terutama di waktu-waktu mulia.
  4. Ikuti sunnah dengan ilmu — pelajari bacaan shalat dari hadits-hadits shahih dan penjelasan ulama, agar ibadah kita sesuai tuntunan Nabi ﷺ.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?