Penjelasan Hadits Nasa'i No. 112 tentang Mengutamakan kanan saat bersuci dan berpenampilan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa Rasulullah ﷺ sangat menyukai memulai segala hal baik dengan sisi kanan, terutama dalam bersuci (wudhu/mandi), memakai sandal, dan menyisir rambut. Sifat "kanan dulu" ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi bagian dari adab dan sunnah yang beliau jaga. Para ulama menjelaskan bahwa ini berlaku pada hal-hal yang bersifat mulia/baik, sedangkan untuk hal yang kotor atau tidak menyenangkan dimulai dari kiri.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits utama (Sunan An-Nasa'i no. 112, Kitab Thaharah, Bab Dengan Kaki Mana Memulai Mandi), dari Aisyah رضي الله عنها:

Teks Arab hadits (berharakat):

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يُحِبُّ التَّيَامُنَ مَا اسْتَطَاعَ فِي طُهُورِهِ وَنَعْلِهِ وَتَرَجُّلِهِ

Terjemahan: "Dari Aisyah رضي الله عنها, bahwa Rasulullah ﷺ suka memulai dengan kanan selama memungkinkan, dalam bersucinya, sandalnya, dan menyisir rambutnya."

Dalil Al-Qur'an yang menjadi dasar kaidah "kanan untuk yang baik":

QS. Al-Waqi'ah [56]: 27

وَأَصْحَابُ الْيَمِينِ مَا أَصْحَابُ الْيَمِينِ

Terjemahan: "Dan golongan kanan, alangkah bahagianya golongan kanan itu."

QS. Al-Insyiqaq [84]: 7

فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ

Terjemahan: "Maka adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya..."

Kaitan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa "tayamun" (memulai dari kanan) adalah sunnah yang disepakati dalam hal-hal yang baik.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kaidah ini berlaku umum: "kanan untuk yang mulia, kiri untuk yang kotor."
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan Nabi ﷺ konsisten memulai dari kanan dalam bersuci, memakai pakaian, dan menyisir.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan melalui jalur Syu'bah → Al-Asy'ats → ayahnya (Abu Sya'tsa') → Masruq → Aisyah. Imam An-Nasa'i meriwayatkannya dalam Sunan-nya, dan hadits ini juga terdapat dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim dengan lafaz serupa, sehingga derajatnya shahih.

Makna "التَّيَامُن" (at-tayamun): Memulai dengan sisi kanan. Ini mencakup:

  1. Bersuci (طُهُور): Memulai wudhu dengan tangan kanan, kaki kanan, dan anggota tubuh kanan saat mandi.
  2. Memakai sandal (نَعْل): Mendahulukan kaki kanan saat memakai, dan kaki kiri saat melepas.
  3. Menyisir rambut (تَرَجُّل): Memulai dari sisi kanan kepala.

Pemahaman ulama daftar:

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan: "Ini adalah sunnah yang disepakati. Para ulama berkata: 'Kanan itu mulia, maka segala yang mulia dimulai dari kanan.'" Beliau juga menegaskan bahwa sebaliknya, untuk hal-hal yang menjijikkan atau tidak menyenangkan (seperti membersihkan hidung, istinja', melepas sandal), dimulai dari kiri.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil kaidah umum: "Setiap perkara yang baik dan mulia, dimulai dari kanan; setiap perkara yang kotor, dimulai dari kiri." Beliau juga menukil bahwa sebagian ulama menyebut hikmahnya: karena kanan adalah sisi yang mulia di sisi Allah, sebagaimana orang beriman menerima catatan amalnya dari kanan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad fi Hadyi Khairil 'Ibad menuliskan bahwa Nabi ﷺ sangat menjaga adab ini bahkan dalam hal-hal kecil, menunjukkan bahwa sunnah mencakup seluruh aspek kehidupan, bukan hanya ibadah ritual.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Jami' al-'Ulum wal-Hikam menekankan bahwa konsistensi Nabi ﷺ dalam hal ini menunjukkan betapa beliau mencintai keteraturan dan keindahan dalam beribadah.

Catatan penting: Dalam riwayat ini, Syu'bah menyebutkan bahwa Al-Asy'ats di Bashrah, lalu di Wasith, lalu di Kufah menyampaikan hadits ini dengan redaksi yang sedikit berbeda — kadang menyebut "seluruh keadaannya" dan kadang "selama memungkinkan." Ini menunjukkan bahwa maknanya tetap sama: Nabi ﷺ memulai dari kanan dalam segala hal yang baik.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Aisyah رضي الله عنها — istri Nabi ﷺ yang paling dekat dan paling banyak meriwayatkan hadits — memperhatikan betul kebiasaan-kebiasaan kecil Rasulullah ﷺ. Beliau memperhatikan bagaimana Nabi ﷺ memulai wudhunya dari tangan kanan, memakai sandalnya dari kaki kanan, dan menyisir rambutnya dari sisi kanan kepala. Perhatian Aisyah ini bukanlah hal sepele, melainkan bentuk kecintaan beliau kepada Nabi ﷺ dan keinginan untuk meneladani setiap detail kehidupan beliau.

Imam an-Nawawi menyebutkan bahwa para sahabat dan tabi'in sangat memperhatikan sunnah-sunnah seperti ini, karena mereka memahami bahwa kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti Nabi ﷺ hingga detail terkecil. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata bahwa tanda kecintaan kepada Allah adalah mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam hal besar maupun kecil.

Kesimpulan Praktis

  1. Mulailah dari kanan saat berwudhu (tangan kanan, kaki kanan), mandi, memakai sandal, menyisir rambut, dan memakai pakaian.
  2. Mulailah dari kiri saat melepas sandal, membersihkan hidung, istinja', dan hal-hal yang bersifat kotor.
  3. Jadikan ini kebiasaan harian — bukan hanya saat ibadah, tetapi juga dalam aktivitas sehari-hari, karena Nabi ﷺ menjadikannya bagian dari kehidupan.
  4. Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak adab ini sejak dini, sebagaimana Aisyah memperhatikan dan meriwayatkannya kepada umat.
  5. Pahami hikmahnya: kanan adalah sisi kemuliaan, dan Islam mengajarkan kita untuk memuliakan hal-hal yang baik.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?