Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 110 tentang Celakalah tumit yang tidak terbasuh wudhu

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ tentang pentingnya membasuh tumit kaki saat berwudhu. Tumit yang tidak terbasuh air wudhu akan mendapat celaka, yaitu siksa api neraka. Hadits ini menunjukkan bahwa membasuh seluruh kaki hingga mata kaki adalah bagian dari kewajiban wudhu yang tidak boleh diabaikan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman dalam Al-Qur'an:

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ

"Maka basuhlah wajah-wajah kalian dan tangan-tangan kalian sampai siku, dan usaplah kepala kalian, dan (basuhlah) kaki-kaki kalian sampai kedua mata kaki." (QS. Al-Ma'idah [5]: 6)

Ayat ini memerintahkan membasuh kaki sampai mata kaki. Para ulama menjelaskan bahwa tumit (العَقِب) termasuk bagian yang wajib dibasuh karena berada di bawah mata kaki.

Hadits:

Hadits yang Anda tanyakan diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Thaharah, Bab Kewajiban Mencuci Kaki, nomor 110. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan Ulama:

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya membasuh seluruh kaki termasuk tumit, dan orang yang meninggalkannya mendapat ancaman neraka. Beliau menukil ijma' (kesepakatan) ulama bahwa membasuh kaki adalah wajib dalam wudhu.

Penjelasan Rinci

Hadits ini sangat singkat namun maknanya dalam. Nabi ﷺ bersabda: "وَيْلٌ لِلْعَقِبِ مِنَ النَّارِ""Celakalah tumit dari api neraka."

Kata الْعَقِبِ (al-'aqib) berarti tumit, yaitu bagian belakang kaki yang menonjol di atas mata kaki. Kata وَيْلٌ (wail) adalah kata ancaman yang berarti celaka atau kebinasaan.

Para ulama menjelaskan beberapa hal penting dari hadits ini:

1. Wajibnya Membasuh Kaki dalam Wudhu

Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil tegas tentang wajibnya membasuh kaki dalam wudhu. Beliau mengatakan bahwa kaum muslimin telah sepakat (ijma') tentang wajibnya membasuh kedua kaki sampai mata kaki.

2. Peringatan Keras bagi yang Lalai

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa ancaman "celaka dari api neraka" ini menunjukkan dosa besar bagi orang yang sengaja meninggalkan membasuh tumit saat wudhu. Ini karena wudhu adalah syarat sahnya shalat, dan shalat adalah tiang agama.

3. Sebab Turunnya Peringatan Ini

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa suatu ketika Nabi ﷺ melihat seseorang yang belum sempurna wudhunya, dan pada tumitnya ada bagian yang tidak terbasuh (kering). Maka Nabi ﷺ bersabda dengan hadits ini. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kesempurnaan wudhu.

4. Pelajaran tentang Kesempurnaan Ibadah

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa perintah membasuh kaki dalam ayat wudhu menunjukkan bahwa Allah ﷻ menginginkan hamba-Nya bersuci dengan sempurna. Tumit yang sering terlewatkan menjadi contoh bahwa kita harus teliti dalam beribadah, tidak boleh meremehkan bagian yang dianggap kecil.

5. Perbedaan Pendapat tentang Cara Membasuh Kaki

Para ulama berbeda pendapat tentang cara membasuh kaki:

  • Jumhur ulama (mayoritas, termasuk Imam Malik, Imam Asy-Syafi'i, dan Imam Ahmad) berpendapat bahwa kaki wajib dibasuh, bukan diusap.
  • Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa membasuh kaki adalah wajib, namun ada kelonggaran dalam mengusap bagian atas khuf (sepatu) bagi yang memakainya dengan syarat tertentu.

Namun semua ulama sepakat bahwa jika tidak memakai khuf, maka kaki harus dibasuh sampai mata kaki, dan tumit termasuk bagian yang wajib dibasuh.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata:

"Rasulullah ﷺ melihat seorang laki-laki yang berwudhu, dan pada tumitnya ada bagian yang tidak terbasuh air (kering). Maka Nabi ﷺ bersabda: 'Celakalah tumit-tumit itu dari api neraka.'"

Dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ mengulangi sabdanya ini hingga tiga kali, menunjukkan betapa pentingnya peringatan ini. Para sahabat yang mendengar pun sangat berhati-hati setelahnya. Bahkan disebutkan bahwa sebagian salaf sangat memperhatikan tumit mereka saat wudhu, karena takut terkena ancaman hadits ini.

Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Abu Hurairah sendiri sangat bersemangat dalam menyempurnakan wudhu. Beliau membasuh kakinya hingga ke betis, dan ketika ditanya mengapa berlebihan, beliau menjawab bahwa ia mendengar Nabi ﷺ bersabda tentang tumit yang kering akan celaka.

Hikmah: Ibadah yang dianggap remeh seperti membasuh tumit bisa menjadi sebab keselamatan atau kebinasaan seseorang. Kita tidak boleh meremehkan hal-hal kecil dalam ibadah, karena semua perintah Allah ﷻ dan Rasul-Nya memiliki hikmah dan konsekuensi.

Kesimpulan Praktis

  1. Basuhlah kaki dengan sempurna saat wudhu, pastikan seluruh bagian kaki termasuk tumit dan sela-sela jari terbasuh air.
  2. Jangan tergesa-gesa dalam berwudhu; luangkan waktu untuk memastikan setiap anggota wudhu terbasuh sempurna.
  3. Perhatikan bagian yang sering terlewat, seperti tumit, sela jari, dan belakang telinga.
  4. Jadikan wudhu sebagai ibadah yang khusyuk, bukan sekadar rutinitas, karena wudhu adalah pembuka shalat yang merupakan tiang agama.
  5. Jika ragu apakah bagian tertentu sudah terbasuh, ulangi membasuhnya agar yakin sempurna.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.