Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa sujud dalam shalat harus dilakukan di atas tujuh anggota badan: dahi, hidung, kedua tangan, kedua lutut, dan kedua kaki. Selain itu, kita dilarang menahan rambut atau pakaian saat sujud, artinya kita harus membiarkannya jatuh mengikuti gerakan sujud. Ini adalah tuntunan langsung dari Nabi ﷺ yang wajib kita ikuti.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, Kitab Sujud, Bab Sujud di Atas Hidung, dari jalur Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Hadits ini juga terdapat dalam Shahih Muslim dan kitab-kitab hadits lainnya dengan lafaz yang serupa.
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan sujud adalah firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
QS. Al-Hajj [22]: 77
Terjemahan: "Wahai orang-orang yang beriman, rukuklah, sujudlah, sembahlah Tuhanmu, dan lakukanlah kebaikan agar kamu beruntung."
Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kewajiban sujud pada tujuh anggota badan tersebut. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menegaskan bahwa larangan menahan rambut dan pakaian adalah karena hal itu bertentangan dengan kesempurnaan sujud dan menunjukkan kesombongan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama, sujud harus dilakukan pada tujuh anggota badan yang disebutkan secara jelas: dahi (beserta hidung), kedua tangan, kedua lutut, dan kedua kaki. Para ulama seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menyatakan bahwa menyentuhkan dahi dan hidung ke lantai adalah bagian dari kesempurnaan sujud. Imam Malik juga sepakat dalam hal ini, meskipun ada perbedaan pendapat tentang kewajiban hidung secara terpisah. Pendapat yang paling kuat adalah bahwa hidung termasuk anggota sujud yang harus disentuhkan, berdasarkan hadits ini dan hadits lain yang semakna.
Kedua, larangan "لاَ أَكُفَّ الشَّعْرَ وَلاَ الثِّيَابَ" (tidak menahan rambut dan pakaian) bermakna kita tidak boleh mengangkat atau menahan rambut dan pakaian saat sujud, misalnya dengan mengikat rambut agar tidak menyentuh lantai atau menahan kain agar tidak jatuh. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaadul Ma'ad menjelaskan bahwa menahan rambut dan pakaian saat sujud dilarang karena menyerupai gerakan orang sombong dan mengurangi kekhusyukan. Imam An-Nawawi menambahkan bahwa larangan ini juga berlaku dalam shalat secara umum, bukan hanya saat sujud.
Ketiga, hadits ini menunjukkan bahwa sujud adalah ibadah yang memiliki aturan rinci dari Nabi ﷺ. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Fathul Bari-nya menyebutkan bahwa para salaf sangat memperhatikan tata cara sujud sesuai sunnah, tidak menambah atau mengurangi.
Jika ada perbedaan pendapat di antara ulama tentang apakah hidung wajib disentuhkan atau hanya sunnah, pendapat yang paling kuat adalah wajib, karena hadits ini menyebutkan hidung secara eksplisit sebagai bagian dari tujuh anggota sujud. Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal menguatkan pendapat ini.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Abbas radhiyallahu 'anhuma, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah seorang yang sangat teliti dalam mengajarkan tata cara shalat kepada murid-muridnya. Suatu ketika, seorang tabi'in bernama Atha' bin Abi Rabah belajar kepada Ibnu Abbas tentang sujud. Ibnu Abbas menunjukkan dengan praktik langsung bagaimana Nabi ﷺ sujud, yaitu dengan meletakkan dahi dan hidungnya ke lantai, serta tidak menahan rambut atau pakaiannya. Atha' kemudian mengajarkan hal ini kepada murid-muridnya, termasuk Qatadah bin Di'amah, sehingga ilmu ini terus terjaga hingga sampai kepada kita melalui Imam An-Nasa'i. Hikmahnya adalah pentingnya belajar agama secara langsung dari ahlinya dan mengamalkan sunnah dengan detail.
Kesimpulan Praktis
- Saat sujud, pastikan tujuh anggota badan menyentuh lantai: dahi, hidung, kedua telapak tangan, kedua lutut, dan kedua ujung kaki.
- Jangan menahan atau mengangkat rambut dan pakaian saat sujud; biarkan keduanya jatuh secara alami.
- Perhatikan kekhusyukan dan kerendahan hati dalam sujud, karena sujud adalah momen terdekat seorang hamba dengan Allah.
- Ajarkan tata cara sujud yang benar kepada keluarga dan orang lain sesuai sunnah Nabi ﷺ.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.