Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Nabi ﷺ diperintahkan untuk sujud dengan meletakkan tujuh anggota badan di lantai/tempat sujud, dan dilarang mengikat rambut atau pakaiannya sehingga menghalangi anggota badan tersebut menyentuh tempat sujud. Tujuh anggota tersebut adalah: dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki. Ini adalah perintah yang menunjukkan tata cara sujud yang sempurna dan sesuai dengan fitrah.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i (No. 1093):
Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda sertakan):
أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ، عَنْ عَمْرٍو، عَنْ طَاوُسٍ، عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ أُمِرَ النَّبِيُّ ﷺ أَنْ يَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْضَاءٍ وَلاَ يَكُفَّ شَعْرَهُ وَلاَ ثِيَابَهُ
Makna ringkas: Dari Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma, ia berkata: "Nabi ﷺ diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak boleh mengikat (menahan) rambutnya dan tidak pula pakaiannya."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari (No. 812) dan Imam Muslim (No. 490) dari jalur lain dengan lafaz yang serupa. Dalam riwayat Al-Bukhari dari Ibnu Abbas:
أُمِرْتُ أَنْ أَسْجُدَ عَلَى سَبْعَةِ أَعْظُمٍ: عَلَى الْجَبْهَةِ، وَالْيَدَيْنِ، وَالرُّكْبَتَيْنِ، وَأَطْرَافِ الْقَدَمَيْنِ
Artinya: "Aku diperintahkan untuk sujud di atas tujuh tulang: dahi, dua tangan, dua lutut, dan ujung-ujung dua kaki."
Dalil Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-A'raf [7]: 206
إِنَّ الَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
Artinya: "Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak merasa enggan untuk beribadah kepada-Nya dan mereka bertasbih kepada-Nya dan kepada-Nyalah mereka bersujud."
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan wajibnya sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak sah sujud jika salah satunya sengaja diangkat tanpa udzur.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan mengikat rambut dan pakaian adalah agar tidak menghalangi anggota sujud menyentuh tempatnya, dan ini menunjukkan kesempurnaan kekhusyukan dalam sujud.
Penjelasan Rinci
Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua pelajaran penting:
Pertama: Tujuh Anggota Sujud
Tujuh anggota yang dimaksud adalah:
- Dahi (termasuk hidung menurut pendapat yang kuat)
- Dua telapak tangan
- Dua lutut
- Dua ujung kaki (jari-jari kaki)
Para ulama berbeda pendapat apakah hidung termasuk anggota sujud yang wajib atau hanya sunnah:
- Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad berpendapat bahwa hidung termasuk bagian dari anggota sujud yang wajib, berdasarkan hadits lain yang memerintahkan sujud di atas hidung.
- Imam Abu Hanifah dan Imam Malik berpendapat bahwa yang wajib hanyalah dahi, sedangkan hidung adalah sunnah.
Namun pendapat yang lebih kuat menurut Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin adalah bahwa hidung termasuk anggota sujud, karena Nabi ﷺ bersabda dalam hadits riwayat Abu Dawud: "Tidak sah shalat seseorang yang tidak menyentuhkan hidungnya ke tanah sebagaimana dahinya menyentuh tanah." Namun jika seseorang sujud hanya dengan dahi tanpa hidung karena udzur, maka shalatnya tetap sah.
Kedua: Larangan Mengikat Rambut dan Pakaian
Maksudnya adalah larangan bagi orang yang shalat untuk mengikat rambutnya ke atas (seperti model cepol) atau menahan pakaiannya agar tidak menghalangi anggota sujud menyentuh tempat sujud. Ini karena sujud adalah puncak kerendahan diri di hadapan Allah, dan seseorang harus meletakkan seluruh anggota sujudnya dengan sempurna.
Imam Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa larangan ini menunjukkan bahwa sujud harus dilakukan dengan anggota badan yang terbuka dan langsung menyentuh tempat sujud, bukan dengan cara yang menghalangi. Ini juga menunjukkan bahwa sujud adalah ibadah yang menuntut kerendahan dan ketundukan total.
Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa sujud adalah ibadah yang paling agung dan paling menunjukkan kehinaan hamba di hadapan Rabb-nya, sehingga harus dilakukan dengan cara yang paling sempurna.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal —rahimahullah— sangat memperhatikan kesempurnaan sujudnya. Beliau pernah ditanya tentang seseorang yang shalat sambil mengikat rambutnya, maka beliau menjawab: "Ini adalah perbuatan yang dilarang oleh Nabi ﷺ, karena beliau diperintahkan untuk sujud di atas tujuh anggota badan dan tidak mengikat rambut atau pakaiannya."
Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama salaf sangat memperhatikan detail ibadah ini, bukan karena mereka fanatik pada hal-hal kecil, tetapi karena mereka memahami bahwa kesempurnaan ibadah adalah bagian dari kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ.
Kesimpulan Praktis
- Sujud harus dilakukan di atas tujuh anggota badan: dahi (termasuk hidung), dua telapak tangan, dua lutut, dan dua ujung kaki.
- Hindari mengikat rambut atau menahan pakaian saat shalat sehingga menghalangi anggota sujud menyentuh tempat sujud.
- Sujud adalah puncak kerendahan diri di hadapan Allah, maka lakukanlah dengan sempurna dan khusyuk.
- Jika ada udzur (sakit atau halangan), maka seseorang boleh meringankan sesuai kemampuannya, karena Allah tidak membebani hamba di luar kemampuannya.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.