Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1068 tentang Doa saat berdiri dari rukuk dan pujian kepada Allah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan kita lafazh doa iftitah dan doa bangun dari ruku' yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ. Intinya, ketika kita mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya), kita dianjurkan untuk melanjutkan dengan pujian yang sangat agung dan lengkap kepada Allah, yang di dalamnya terdapat pengakuan bahwa segala pujian adalah milik Allah, dan tidak ada yang dapat menghalangi pemberian-Nya serta tidak ada yang dapat menolak ketentuan-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Imam An-Nasa'i dalam Sunan Al-Kubra atau Sunan An-Nasa'i (Kitab Doa, Bab Apa yang Dikatakan dalam Berdirinya), dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

أَخْبَرَنِي عَمْرُو بْنُ هِشَامٍ أَبُو أُمَيَّةَ الْحَرَّانِيُّ، قَالَ حَدَّثَنَا مَخْلَدٌ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ عَبْدِ الْعَزِيزِ، عَنْ عَطِيَّةَ بْنِ قَيْسٍ، عَنْ قَزَعَةَ بْنِ يَحْيَى، عَنْ أَبِي سَعِيدٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَقُولُ حِينَ يَقُولُ " سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَمِلْءَ الأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ أَهْلَ الثَّنَاءِ وَالْمَجْدِ خَيْرُ مَا قَالَ الْعَبْدُ وَكُلُّنَا لَكَ عَبْدٌ لاَ مَانِعَ لِمَا أَعْطَيْتَ وَلاَ يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْكَ الْجَدُّ "

Terjemahan: Dari Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ biasa mengucapkan ketika selesai mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah": "Rabbana wa lakal-hamdu mil'as-samawati wa mil'al-ardi wa mil'a ma syi'ta min syai'in ba'du, ahlats-tsana'i wal-majdi, khairu ma qalal-'abdu wa kulluna laka 'abdun, la mani'a lima a'thaita wa la yanfa'u dzal-jaddi minkal-jaddu."

Makna: "Ya Rabb kami, bagi-Mu segala puji sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki setelah itu. Engkau adalah Yang berhak menerima pujian dan kemuliaan. Sebaik-baik ucapan seorang hamba, dan kami semua adalah hamba-Mu. Tidak ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, dan tidak bermanfaat kekayaan dan kemuliaan dari-Mu bagi pemiliknya (karena semua itu milik-Mu)."

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Al-Isra' [17]: 111

وَقُلِ الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذُّلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًا

"Dan katakanlah: 'Segala puji bagi Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak ada sekutu bagi-Nya dalam kekuasaan-Nya, dan tidak ada penolong bagi-Nya dari kehinaan, dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebesar-besarnya.'"

Kaitan dengan ulama: Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar dan Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa doa ini adalah salah satu bentuk pujian yang paling sempurna setelah bangun dari ruku', dan dianjurkan untuk dibaca baik oleh imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan tentang dzikir yang diucapkan setelah bangun dari ruku'. Ketika seseorang mengucapkan "Sami'allahu liman hamidah" (Semoga Allah mendengar pujian orang yang memuji-Nya), maka setelah itu dianjurkan untuk mengucapkan pujian yang lengkap kepada Allah.

Poin-poin penting dalam hadits ini:

  1. "Rabbana wa lakal-hamd" — Ini adalah pengakuan bahwa segala pujian hanya milik Allah. Imam Ibnu Qayyim Al-Jawziyyah dalam Zad Al-Ma'ad menjelaskan bahwa kalimat ini adalah bentuk penghambaan yang paling sempurna, karena seorang hamba mengakui bahwa Rabb-nya layak menerima segala pujian.
  2. "Mil'as-samawati wa mil'al-ardi wa mil'a ma syi'ta min syai'in ba'du" — Ini menunjukkan bahwa pujian kepada Allah tidak terbatas. Imam As-Sa'di dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ini adalah pengakuan bahwa Allah Maha Besar dan tidak ada yang dapat membatasi pujian kepada-Nya.
  3. "Ahlats-tsana'i wal-majdi" — Ini adalah pengakuan bahwa Allah adalah satu-satunya yang berhak menerima sanjungan dan kemuliaan. Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa pujian ini menunjukkan keagungan Allah yang tidak dapat disifati oleh makhluk.
  4. "Khairu ma qalal-'abdu wa kulluna laka 'abdun" — Ini adalah pengakuan bahwa semua hamba adalah milik Allah. Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa kalimat ini menunjukkan ketundukan total seorang hamba kepada Rabb-nya.
  5. "La mani'a lima a'thaita wa la yanfa'u dzal-jaddi minkal-jaddu" — Ini adalah pengakuan bahwa tidak ada yang dapat menghalangi pemberian Allah, dan kekayaan/kemuliaan tidak bermanfaat bagi pemiliknya di hadapan Allah. Imam Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya menjelaskan bahwa ini adalah bentuk pengakuan bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak Allah semata.

Penerapan dalam shalat: Para ulama sepakat bahwa dzikir ini dibaca setelah bangun dari ruku', baik oleh imam, makmum, maupun orang yang shalat sendirian. Imam Asy-Syafi'i dalam Al-Umm menyebutkan bahwa membaca doa ini adalah sunnah yang dianjurkan.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa ketika Rasulullah ﷺ bangun dari ruku', beliau mengucapkan doa ini dengan penuh khusyuk. Para sahabat yang berada di belakang beliau mendengar ucapan beliau yang sangat indah dan penuh makna. Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu yang meriwayatkan hadits ini adalah salah satu sahabat yang banyak menghafal doa-doa Rasulullah ﷺ.

Hikmah dari kisah ini adalah bahwa Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk tidak terburu-buru dalam shalat, tetapi memperhatikan dzikir-dzikir yang diajarkan beliau. Karena shalat yang sempurna adalah shalat yang di dalamnya terdapat kekhusyukan dan dzikir yang benar.

Kesimpulan Praktis

  1. Hafalkan doa ini dan amalkan setelah bangun dari ruku' dalam shalat.
  2. Pahami maknanya agar hati kita hadir ketika mengucapkannya.
  3. Amalkan dengan ikhlas karena ini adalah sunnah Nabi ﷺ yang agung.
  4. Ajarkan kepada keluarga agar mereka juga mengamalkan dzikir ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?