Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membaca tasbih ketika ruku' dan sujud dalam shalat. Saat ruku' beliau mengucapkan "سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ" dan saat sujud "سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى". Bacaan ini adalah sunnah yang diajarkan langsung oleh Nabi ﷺ dan menjadi bagian dari penyempurnaan shalat.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-A'la [87]: 1
سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى
"Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tinggi."
QS. Al-Waqi'ah [56]: 74
فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ
"Maka sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Agung."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, dari sahabat Hudhaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu. Imam Muslim juga meriwayatkan hadits serupa dalam Shahih-nya. Hadits ini menjadi dalil utama bacaan tasbih dalam ruku' dan sujud.
Kaitan dengan ulama:
- Imam An-Nasa'i memasukkan hadits ini dalam Kitab Al-Tafriq, Bab Dzikir dalam Ruku'.
- Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa bacaan tasbih ini adalah sunnah yang disepakati.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa para ulama sepakat tentang disyariatkannya tasbih dalam ruku' dan sujud.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarhul Mumti' menegaskan wajibnya tasbih ini minimal sekali.
Penjelasan Rinci
Makna hadits:
Hadits ini menjelaskan tata cara shalat Nabi ﷺ secara praktis. Hudhaifah bin Al-Yaman, sahabat yang mulia, menceritakan bahwa ia shalat di belakang Nabi ﷺ dan mendengar langsung bacaan beliau. Dalam ruku', Nabi ﷺ membaca "سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung), dan dalam sujud membaca "سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى" (Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi).
Pemahaman ulama:
- Imam An-Nasa'i meriwayatkan hadits ini dalam bab khusus tentang dzikir dalam ruku', menunjukkan perhatian beliau terhadap detail bacaan shalat.
- Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu' menjelaskan bahwa bacaan tasbih dalam ruku' dan sujud hukumnya sunnah, dan minimal dibaca sekali. Beliau juga menyebutkan bahwa membaca tiga kali adalah yang lebih utama.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan hikmah mengapa ruku' menggunakan "الْعَظِيمِ" (Maha Agung) dan sujud menggunakan "الأَعْلَى" (Maha Tinggi). Beliau menjelaskan bahwa ruku' adalah posisi merendahkan diri di hadapan Allah Yang Maha Agung, sedangkan sujud adalah posisi paling dekat dengan Allah Yang Maha Tinggi.
- Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarhul Mumti' menegaskan bahwa tasbih ini wajib dibaca minimal sekali dalam ruku' dan sujud, berdasarkan perintah Nabi ﷺ dalam hadits lain: "Adapun ruku', maka agungkanlah Allah padanya."
- Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang membaca tasbih lebih dari tiga kali, dan terkadang menambahkan doa-doa lain seperti "سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ".
Perbedaan pendapat:
- Mazhab Hanafi: tasbih dalam ruku' dan sujud hukumnya sunnah, dibaca tiga kali.
- Mazhab Maliki: sunnah, minimal sekali.
- Mazhab Syafi'i: sunnah, minimal sekali, tiga kali lebih utama.
- Mazhab Hanbali: wajib minimal sekali, sunnah tiga kali.
Pendapat yang paling kuat adalah wajib minimal sekali berdasarkan perintah Nabi ﷺ, dan tiga kali adalah yang paling sempurna.
Story Telling
Diceritakan bahwa Hudhaifah bin Al-Yaman radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang sangat memperhatikan detail ibadah Nabi ﷺ. Suatu ketika ia shalat malam bersama Nabi ﷺ. Dalam shalat itu, Nabi ﷺ membaca surat Al-Baqarah, Ali Imran, An-Nisa, dan Al-Ma'idah dalam satu rakaat. Setiap kali melewati ayat rahmat, beliau berdoa, dan setiap kali melewati ayat azab, beliau berlindung kepada Allah.
Hudhaifah memperhatikan bahwa dalam ruku', Nabi ﷺ membaca "سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ" dan dalam sujud "سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى". Hudhaifah kemudian menyampaikan apa yang ia dengar dan lihat kepada umat Islam, sehingga kita dapat mengetahui tata cara shalat Nabi ﷺ hingga hari ini.
Imam An-Nasa'i, dalam perjalanannya mengumpulkan hadits, sangat teliti dalam memilih riwayat. Beliau melakukan perjalanan jauh ke berbagai negeri untuk memastikan keakuratan hadits. Salah satu hasilnya adalah hadits ini, yang menjadi pedoman umat Islam dalam shalat.
Kesimpulan Praktis
- Bacalah tasbih dalam ruku': "سُبْحَانَ رَبِّيَ الْعَظِيمِ" minimal tiga kali.
- Bacalah tasbih dalam sujud: "سُبْحَانَ رَبِّيَ الأَعْلَى" minimal tiga kali.
- Pahami maknanya: ruku' mengagungkan Allah Yang Maha Agung, sujud mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Tinggi.
- Ikuti sunnah Nabi ﷺ dalam setiap gerakan shalat, karena shalat adalah ibadah yang paling utama.
- Perbanyak tasbih dalam ruku' dan sujud, karena itu adalah waktu yang sangat mulia.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.