Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1032 tentang Larangan meletakkan tangan di antara lutut saat shalat

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan tentang tata cara meletakkan tangan saat ruku' dalam shalat. Mus'ab bin Sa'd pernah shalat di samping ayahnya, Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, dengan meletakkan tangan di antara kedua lututnya. Ayahnya melarang perbuatan itu dan mengajarkan bahwa yang diperintahkan adalah meletakkan telapak tangan di atas lutut. Hadits ini menunjukkan bahwa tata cara ruku' yang benar adalah dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut, bukan di antara lutut.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks Arab hadits (dengan harakat lengkap):

أَخْبَرَنَا قُتَيْبَةُ، قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ أَبِي يَعْفُورٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ صَلَّيْتُ إِلَى جَنْبِ أَبِي وَجَعَلْتُ يَدَىَّ بَيْنَ رُكْبَتَىَّ فَقَالَ لِي اضْرِبْ بِكَفَّيْكَ عَلَى رُكْبَتَيْكَ . قَالَ ثُمَّ فَعَلْتُ ذَلِكَ مَرَّةً أُخْرَى فَضَرَبَ يَدِي وَقَالَ إِنَّا قَدْ نُهِينَا عَنْ هَذَا وَأُمِرْنَا أَنْ نَضْرِبَ بِالأَكُفِّ عَلَى الرُّكَبِ

Makna: Mus'ab bin Sa'd berkata: "Saya shalat di samping ayah saya (Sa'd bin Abi Waqqash) dan saya meletakkan tangan saya di antara lutut saya, maka dia berkata: 'Letakkan telapak tanganmu di atas lututmu.' Kemudian saya melakukan itu lagi, maka dia memukul tangan saya dan berkata: 'Kita dilarang melakukan itu, dan kita diperintahkan untuk meletakkan telapak tangan di atas lutut.'"

Hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari:

Dari Mush'ab bin Sa'd, dari ayahnya, ia berkata: "Kami diperintahkan untuk meletakkan telapak tangan di atas lutut dan dilarang meletakkan tangan di antara lutut." (HR. Al-Bukhari no. 790)

Kaitan dengan ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya meletakkan telapak tangan di atas lutut saat ruku', dan ini adalah pendapat jumhur ulama.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa larangan meletakkan tangan di antara lutut adalah karena menyelisihi perintah Nabi ﷺ yang memerintahkan untuk meletakkan tangan di atas lutut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan dari Mus'ab bin Sa'd, putra dari sahabat besar Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu, salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Dalam riwayat ini, Mus'ab menceritakan pengalamannya ketika shalat di samping ayahnya. Ia meletakkan kedua tangannya di antara lututnya saat ruku', namun ayahnya menegurnya dan mengajarkan tata cara yang benar.

Pelajaran dari hadits ini:

  1. Tata cara ruku' yang benar: Meletakkan kedua telapak tangan di atas lutut dengan jari-jari terbuka dan menghadap kiblat. Ini adalah perintah dari Nabi ﷺ sebagaimana disebutkan dalam hadits lain dari Abu Humaid as-Sa'idi yang menggambarkan shalat Nabi ﷺ: "Kemudian beliau ruku' dan meletakkan kedua telapak tangannya di atas kedua lututnya." (HR. Abu Dawud, dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani)
  2. Larangan meletakkan tangan di antara lutut: Ini adalah bentuk yang menyelisihi sunnah. Para ulama menjelaskan bahwa larangan ini karena perbuatan tersebut menyerupai cara ruku' orang-orang yang tidak mengikuti petunjuk Nabi ﷺ, atau karena posisi ini tidak memberikan kestabilan dalam ruku'.
  3. Pentingnya mengajarkan kesalahan dengan tegas: Dalam hadits ini, Sa'd bin Abi Waqqash memukul tangan anaknya ketika mengulangi kesalahan. Ini menunjukkan bahwa mengajarkan tata cara ibadah harus dilakukan dengan tegas namun tetap dalam koridor adab dan kasih sayang.

Pendapat ulama tentang posisi tangan saat ruku':

  • Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa disunnahkan meletakkan telapak tangan di atas lutut dengan jari-jari terbuka dan menghadap kiblat.
  • Imam Abu Hanifah juga berpendapat demikian, bahwa kedua telapak tangan diletakkan di atas lutut.
  • Imam Malik berpendapat bahwa tangan diletakkan di atas lutut, namun ada perincian tentang posisi jari-jari.

Semua ulama dalam daftar rujukan sepakat bahwa meletakkan tangan di atas lutut adalah sunnah, dan tidak ada seorang pun yang membolehkan meletakkan tangan di antara lutut sebagai bentuk yang sempurna.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Sa'd bin Abi Waqqash radhiyallahu 'anhu adalah salah satu sahabat yang sangat cinta kepada sunnah Nabi ﷺ. Beliau termasuk orang yang pertama kali masuk Islam dan termasuk sahabat yang doanya mustajab. Ketika melihat anaknya, Mus'ab, melakukan kesalahan dalam shalat, beliau tidak diam. Beliau langsung menegur dan mengajarkan tata cara yang benar.

Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat perhatian terhadap detail-detail ibadah. Mereka tidak menganggap remeh kesalahan kecil dalam shalat, karena shalat adalah tiang agama dan harus dikerjakan sesuai tuntunan Nabi ﷺ. Sikap Sa'd bin Abi Waqqash ini juga menunjukkan bahwa orang tua berkewajiban mengajarkan ibadah kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian dan kasih sayang.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat ruku', letakkan kedua telapak tangan di atas lutut, bukan di antara lutut.
  2. Rentangkan jari-jari tangan dan menghadapkan ke arah kiblat.
  3. Posisi ini memberikan kestabilan dan kekhusyukan dalam ruku'.
  4. Jika melihat keluarga atau teman melakukan kesalahan dalam ibadah, nasihatilah dengan cara yang baik dan tegas.
  5. Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ secara detail agar ibadah kita sesuai dengan sunnah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi