Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1028 tentang Kesederhanaan dalam ruku dan sujud

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah perintah dari Nabi ﷺ untuk bersikap pertengahan (tidak berlebihan dan tidak meremehkan) dalam gerakan ruku' dan sujud, serta larangan untuk meletakkan lengan di lantai/tanah ketika sujud seperti cara anjing duduk/berbaring. Ini adalah bagian dari petunjuk Nabi ﷺ dalam menyempurnakan shalat, karena shalat adalah tiang agama dan makin sempurna gerakannya, makin sempurna pula pahala dan kekhusyukannya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks Arab hadits (sebagaimana yang Anda berikan):

أَخْبَرَنَا سُوَيْدُ بْنُ نَصْرٍ، قَالَ أَنْبَأَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ الْمُبَارَكِ، عَنْ سَعِيدِ بْنِ أَبِي عَرُوبَةَ، وَحَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسٍ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ: "اعْتَدِلُوا فِي الرُّكُوعِ وَالسُّجُودِ وَلاَ يَبْسُطْ أَحَدُكُمْ ذِرَاعَيْهِ كَالْكَلْبِ"

Makna: "Bersikaplah moderat dalam ruku' dan sujud, dan janganlah salah seorang dari kalian membentangkan kedua lengannya (di lantai) seperti (bentangnya) anjing."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 822) dan Imam Muslim (no. 498) dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ارْكَعُوا وَاسْجُدُوا وَاعْبُدُوا رَبَّكُمْ وَافْعَلُوا الْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

"Wahai orang-orang yang beriman! Rukuklah, sujudlah, dan sembahlah Tuhanmu, serta berbuatlah kebaikan agar kamu beruntung." (QS. Al-Hajj [22]: 77)

Ayat ini menunjukkan perintah ruku' dan sujud, dan hadits di atas menjelaskan tata cara yang benar dalam melakukannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung dua pelajaran besar:

1. Perintah I'tidal (Moderat) dalam Ruku' dan Sujud

Yang dimaksud "i'tidal" di sini bukanlah "i'tidal" (berdiri tegak) setelah ruku', tetapi maknanya adalah bersikap pertengahan — tidak berlebihan dan tidak meremehkan. Artinya, jangan terlalu membungkuk berlebihan dalam ruku' hingga kepalanya lebih rendah dari punggungnya, dan jangan pula terlalu tegak sehingga tidak sempurna ruku'nya. Demikian pula dalam sujud, jangan terlalu merendahkan pantat hingga perut menempel ke paha, dan jangan terlalu mengangkat sehingga tidak sempurna sujudnya.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa maksud "i'tidal" dalam hadits ini adalah pertengahan antara dua keadaan yang ekstrem. Dalam ruku', seseorang hendaknya membungkukkan punggungnya dengan lurus, tidak menundukkan kepala terlalu dalam dan tidak pula mengangkatnya. Dalam sujud, hendaknya meletakkan dahi dan hidung ke tanah dengan tenang, tidak berlebihan dalam merendahkan anggota badan dan tidak pula mengangkatnya secara tidak wajar.

2. Larangan Membentangkan Lengan Seperti Anjing

Nabi ﷺ melarang seseorang meletakkan lengan (dari siku sampai telapak tangan) membentang di lantai ketika sujud, sebagaimana anjing membentangkan kedua kaki depannya. Ini adalah larangan yang menunjukkan haram atau setidaknya makruh, dan para ulama berbeda pendapat dalam tingkatan hukumnya:

  • Jumhur ulama (mayoritas) dari kalangan Hanafiyah, Malikiyah, Syafi'iyah, dan Hanabilah berpendapat bahwa hukumnya makruh (dibenci) dan bertentangan dengan kesempurnaan shalat. Mereka berdalil bahwa larangan di sini berkaitan dengan tata cara (sifat) shalat, dan tidak sampai membatalkan shalat.
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa larangan ini menunjukkan haram jika dilakukan tanpa udzur, karena perintah dan larangan dalam ibadah shalat menunjukkan wajib dan haram selama tidak ada dalil yang memalingkannya.

Imam An-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa yang dimaksud larangan ini adalah meletakkan lengan di tanah secara membentang ketika sujud, dan ini adalah perbuatan yang dibenci. Beliau menukil kesepakatan ulama bahwa yang disunnahkan adalah mengangkat siku dari tanah dan menjauhkannya dari lambung, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits lain.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa larangan ini masuk dalam bab kesempurnaan shalat, dan bahwa orang yang sujud dengan membentangkan lengannya seperti anjing berarti telah menyelisihi petunjuk Nabi ﷺ dalam sujud, walaupun shalatnya tetap sah.

Hikmah Larangan Ini:

Para ulama menyebutkan beberapa hikmah, di antaranya:

  1. Menyerupai binatang — dan Nabi ﷺ melarang menyerupai binatang dalam shalat karena shalat adalah ibadah yang agung dan tempat seorang hamba bermunajat kepada Rabbnya.
  2. Menghilangkan kekhusyukan — karena posisi seperti ini membuat badan tidak tenang dan tidak sempurna dalam thuma'ninah.
  3. Menjaga kebersihan dan kesucian — karena membentangkan lengan di lantai bisa membuat pakaian atau anggota badan terkena najis atau kotoran.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam Zad al-Ma'ad menyebutkan bahwa petunjuk Nabi ﷺ dalam sujud adalah meletakkan kedua telapak tangan sejajar dengan bahu atau telinga, menjauhkan kedua siku dari lambung, mengangkat perut dari paha, dan tidak membentangkan lengan seperti anjing. Ini semua adalah bagian dari kesempurnaan sujud yang diperintahkan.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — yang juga menjadi perawi hadits ini — bahwa ia berkata:

"Rasulullah ﷺ bersabda: 'Sempurnakanlah ruku' dan sujud. Demi Allah, sesungguhnya aku benar-benar melihat kalian setelah ruku' dan sujud kalian — maksudnya, aku melihat kalian dari belakang punggungku ketika kalian ruku' dan sujud.'" (HR. Al-Bukhari no. 742)

Dalam riwayat lain, Anas berkata: "Aku tidak pernah shalat di belakang seorang imam pun yang lebih ringan dan lebih sempurna shalatnya daripada shalat di belakang Rasulullah ﷺ."

Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ sangat memperhatikan kesempurnaan gerakan shalat, termasuk ruku' dan sujud, dan beliau mengajarkan umatnya untuk tidak meremehkan hal-hal kecil dalam shalat. Karena shalat adalah mi'raj-nya orang mukmin, dan semakin sempurna gerakannya, semakin besar pula pahala dan manfaatnya.

Kesimpulan Praktis

  1. Sempurnakan ruku' dengan membungkukkan punggung lurus, kepala sejajar dengan punggung, dan thuma'ninah (diam sejenak) di dalamnya.
  2. Sempurnakan sujud dengan meletakkan dahi dan hidung ke tanah, menjauhkan siku dari lambung, mengangkat lengan dari lantai, dan tidak membentangkannya seperti anjing.
  3. Jauhi menyerupai binatang dalam shalat, karena shalat adalah ibadah yang agung dan tempat seorang hamba bermunajat kepada Allah.
  4. Jaga thuma'ninah dalam setiap gerakan shalat, karena thuma'ninah adalah rukun shalat menurut jumhur ulama.
  5. Pelajari tata cara shalat Nabi ﷺ dari hadits-hadits shahih, karena kesempurnaan shalat akan membawa kesempurnaan pahala.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?