Penjelasan Hadits Nasa'i No. 1009 tentang Membaca Al-Qur'an sambil berdoa saat ayat rahmat dan azab

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan shalat malam Nabi ﷺ yang sangat khusyuk dan mendalam. Beliau membaca tiga surat panjang (Al-Baqarah, Ali 'Imran, An-Nisa) dalam satu rakaat, dan ketika melewati ayat rahmat, beliau berhenti untuk berdoa memohon rahmat; ketika melewati ayat azab, beliau berhenti untuk berlindung dari azab tersebut. Ini menunjukkan adab seorang hamba di hadapan Allah ﷻ: menghayati Al-Qur'an, berinteraksi aktif dengannya, dan menjadikan setiap ayat sebagai bahan doa dan renungan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat An-Nasa'i:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah sebagai berikut (dengan harakat):

أَخْبَرَنَا مُحَمَّدُ بْنُ آدَمَ، عَنْ حَفْصِ بْنِ غِيَاثٍ، عَنِ الْعَلاَءِ بْنِ الْمُسَيَّبِ، عَنْ عَمْرِو بْنِ مُرَّةَ، عَنْ طَلْحَةَ بْنِ يَزِيدَ، عَنْ حُذَيْفَةَ، وَالأَعْمَشِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ، عَنِ الْمُسْتَوْرِدِ بْنِ الأَحْنَفِ، عَنْ صِلَةَ بْنِ زُفَرَ، عَنْ حُذَيْفَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَرَأَ الْبَقَرَةَ وَآلَ عِمْرَانَ وَالنِّسَاءَ فِي رَكْعَةٍ لاَ يَمُرُّ بِآيَةِ رَحْمَةٍ إِلاَّ سَأَلَ وَلاَ بِآيَةِ عَذَابٍ إِلاَّ اسْتَجَارَ.

Makna: Dari Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ membaca surat Al-Baqarah, Ali 'Imran, dan An-Nisa dalam satu rakaat. Beliau tidak melewati ayat rahmat kecuali meminta (kepada Allah), dan tidak melewati ayat azab kecuali berlindung (kepada Allah).

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 772) dan Imam Ahmad dalam Musnad-nya (no. 22820) dengan redaksi yang semakna.

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

Allah ﷻ berfirman:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

"Maka apakah mereka tidak merenungkan Al-Qur'an, ataukah hati mereka telah terkunci?" (QS. Muhammad [47]: 24)

Ayat ini menunjukkan perintah untuk mentadabburi (merenungkan) Al-Qur'an, dan hadits di atas adalah contoh nyata bagaimana Nabi ﷺ mentadabburi Al-Qur'an dalam shalat.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini mengandung pelajaran besar tentang kualitas shalat Nabi ﷺ. Beliau tidak hanya membaca Al-Qur'an secara lafaz, tetapi menghayati maknanya dan berinteraksi dengannya.

1. Pemahaman Ulama tentang Interaksi dengan Al-Qur'an:

  • Imam An-Nawawi (dalam Syarah Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan sunnahnya berdoa ketika melewati ayat rahmat dan berlindung ketika melewati ayat azab, baik di dalam shalat maupun di luar shalat. Beliau menukil pendapat ulama bahwa hal ini adalah bentuk penghayatan dan adab seorang hamba terhadap Kalamullah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) ketika membahas hadits-hadits tentang shalat malam menyebutkan bahwa perbuatan Nabi ﷺ ini menunjukkan kesempurnaan kekhusyukan dan pemahaman beliau terhadap apa yang beliau baca. Beliau tidak membaca sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi membaca untuk meresapi dan merespon.
  • Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarah Riyadhush Shalihin) menjelaskan bahwa berinteraksi dengan ayat-ayat Al-Qur'an seperti ini adalah bentuk tadabbur yang sebenarnya. Beliau mencontohkan bahwa ketika membaca ayat tentang rahmat, seorang hamba berdoa, "Ya Allah, berikanlah kami rahmat-Mu." Dan ketika membaca ayat azab, dia berdoa, "Ya Allah, lindungilah kami dari azab-Mu."

2. Apakah Ini Khusus untuk Shalat Malam?

Para ulama berbeda pendapat apakah doa seperti ini disunnahkan di dalam shalat wajib juga. Pendapat yang lebih kuat menurut Imam Ahmad bin Hanbal dan para pengikutnya, serta dipilih oleh Syaikh al-Albani dan Syaikh Ibnu Baz, adalah bahwa hal ini disunnahkan baik di shalat wajib maupun sunnah, selama tidak mengganggu kekhusyukan dan tidak dilakukan secara berlebihan. Namun, sebagian ulama menganjurkan hal ini khusus di shalat malam karena lebih memungkinkan untuk khusyuk dan tidak tergesa-gesa.

3. Pelajaran dari Hadits:

  • Shalat bukan sekadar gerakan: Shalat adalah dialog antara hamba dan Rabb-nya. Membaca Al-Qur'an dalam shalat adalah sarana untuk berdialog, bukan sekadar menggugurkan kewajiban.
  • Al-Qur'an adalah petunjuk hidup: Setiap ayat memiliki pesan. Ayat rahmat mengajak kita untuk berharap, ayat azab mengajak kita untuk takut. Keduanya harus seimbang dalam hati seorang mukmin.
  • Kekhusyukan Nabi ﷺ: Membaca tiga surat panjang dalam satu rakaat menunjukkan lamanya shalat beliau. Ini adalah bukti kecintaan beliau pada munajat kepada Allah.

Story Telling

Imam Ahmad meriwayatkan dalam Musnad-nya (no. 22820) dari Shilah bin Zufar, ia berkata:

> "Kami pernah bersama Hudzaifah radhiyallahu 'anhu, lalu ia berkata: 'Aku pernah shalat bersama Nabi ﷺ pada suatu malam. Beliau mulai membaca surat Al-Baqarah. Aku berkata (dalam hati): Beliau akan rukuk setelah seratus ayat. Ternyata beliau terus membaca. Aku berkata: Beliau akan rukuk setelah dua ratus ayat. Ternyata beliau terus membaca. Hingga aku berkata: Beliau akan menyelesaikan surat ini dalam satu rakaat. Ternyata beliau melanjutkan ke surat Ali 'Imran, lalu An-Nisa. Dan beliau tidak melewati ayat tasbih kecuali bertasbih, tidak melewati ayat pertanyaan kecuali bertanya, tidak melewati ayat isti'adzah (perlindungan) kecuali berlindung, dan tidak melewati ayat rahmat kecuali meminta.'"

Kemudian Hudzaifah berkata: "Lalu beliau rukuk dan mengucapkan: Subhana Rabbiyal 'Azhim (Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung). Lamanya rukuk beliau hampir sama dengan lamanya berdiri. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dan mengucapkan: Sami'allahu liman hamidah (Semoga Allah mendengar orang yang memujinya). Lamanya i'tidal beliau hampir sama dengan lamanya rukuk. Kemudian beliau sujud dan mengucapkan: Subhana Rabbiyal A'la (Maha Suci Tuhanku yang Maha Tinggi). Lamanya sujud beliau hampir sama dengan lamanya berdiri."

Hikmah: Kisah ini menunjukkan bahwa shalat Nabi ﷺ adalah shalat yang penuh dengan penghayatan. Beliau tidak tergesa-gesa, tetapi menikmati setiap momen munajat kepada Allah. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk memperbaiki kualitas shalat kita, meskipun tidak harus selama itu, setidaknya kita berusaha untuk khusyuk dan memahami apa yang kita baca.

Kesimpulan Praktis

  1. Perbaiki kualitas shalat dengan berusaha memahami ayat-ayat yang kita baca, meskipun hanya sebagian.
  2. Berinteraksilah dengan Al-Qur'an dalam shalat: berdoa saat melewati ayat rahmat, berlindung saat melewati ayat azab, dan bertasbih saat melewati ayat tasbih.
  3. Jadikan shalat malam sebagai sarana untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah dan mentadabburi Al-Qur'an.
  4. Seimbangkan harapan dan rasa takut dalam beribadah, karena keduanya adalah dua sayap seorang mukmin.
  5. Jangan terburu-buru dalam shalat, karena kekhusyukan adalah ruhnya shalat.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?