Penjelasan Hadits Muslim No. 911 tentang Perintah shalat dan doa saat gerhana

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda kekuasaan Allah untuk mengingatkan hamba-Nya, bukan pertanda mati atau lahirnya seseorang. Ketika gerhana terjadi, kita dianjurkan shalat gerhana dan berdoa hingga gerhana tersingkap. Ini menunjukkan adab seorang mukmin: kembali kepada Allah saat melihat tanda-tanda kebesaran-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab al-Kusuf (Gerhana), dari sahabat Abu Mas'ud al-Anshari radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ وَإِنَّهُمَا لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْهَا شَيْئًا فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ حَتَّى يُكْشَفَ مَا بِكُمْ

Terjemahan: "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda Allah, Allah menakut-nakuti hamba-hamba-Nya dengannya. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian seseorang. Maka jika kalian melihatnya, shalatlah dan berdoalah kepada Allah hingga apa yang menimpa kalian terangkat."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan, QS. Fushshilat [41]: 37:

وَمِنْ آيَاتِهِ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ ۚ لَا تَسْجُدُوا لِلشَّمْسِ وَلَا لِلْقَمَرِ وَاسْجُدُوا لِلَّهِ الَّذِي خَلَقَهُنَّ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Terjemahan: "Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya adalah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu benar-benar hanya menyembah kepada-Nya."

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:

Pertama, matahari dan bulan adalah makhluk yang tunduk kepada Allah. Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa gerhana adalah tanda kekuasaan Allah untuk mengingatkan hamba akan keagungan-Nya dan agar mereka kembali kepada-Nya.

Kedua, kalimat "يُخَوِّفُ اللَّهُ بِهِمَا عِبَادَهُ" menunjukkan bahwa Allah menakut-nakuti hamba-Nya melalui tanda-tanda ini agar mereka sadar, bertaubat, dan memperbaiki diri. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah bentuk peringatan agar manusia tidak lalai.

Ketiga, penafian "لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ مِنَ النَّاسِ" membantah keyakinan jahiliyah yang mengaitkan gerhana dengan kematian atau kelahiran tokoh penting. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa Nabi ﷺ menegaskan hal ini ketika terjadi gerhana pada hari wafatnya Ibrahim, putra beliau, sehingga orang-orang mengaitkannya.

Keempat, perintah "فَصَلُّوا وَادْعُوا اللَّهَ" menunjukkan dua amalan utama saat gerhana: shalat dan doa. Syaikh al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan bahwa shalat gerhana dilakukan berjamaah, dan doa dilakukan hingga gerhana tersingkap.

Kelima, Imam asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa shalat gerhana disyariatkan baik gerhana matahari maupun bulan. Imam Malik juga menyepakatinya. Sedangkan sebagian ulama seperti Imam Abu Hanifah berpendapat shalat gerhana hanya untuk matahari, namun pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur yang mencakup keduanya, berdasarkan keumuman hadits ini.

Story Telling

Diriwayatkan dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, ketika terjadi gerhana matahari pada hari wafatnya Ibrahim bin Rasulullah ﷺ, orang-orang berkata, "Gerhana ini terjadi karena kematian Ibrahim." Maka Nabi ﷺ berdiri shalat dan bersabda menegaskan bahwa gerhana bukan karena kematian atau kehidupan seseorang. Beliau lalu memerintahkan shalat dan doa. Ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ membimbing umat untuk tidak terjebak dalam keyakinan yang tidak berdasar, tetapi kembali kepada Allah dengan ibadah.

Kesimpulan Praktis

  1. Saat terjadi gerhana, tunaikan shalat gerhana berjamaah dan perbanyak doa hingga gerhana tersingkap.
  2. Jangan mengaitkan gerhana dengan kematian atau kelahiran seseorang, karena itu keyakinan yang tidak benar.
  3. Jadikan gerhana sebagai momen muhasabah, taubat, dan mendekat kepada Allah.
  4. Perbanyak dzikir, istighfar, sedekah, dan amal saleh saat terjadi gerhana.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?