Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini mengajarkan bahwa kesombongan (kibr) adalah dosa besar yang dapat menghalangi seseorang masuk surga, meskipun hanya seberat biji sawi. Namun, Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa merapikan pakaian dan bersikap rapi bukanlah kesombongan, karena Allah itu Indah dan mencintai keindahan. Yang dimaksud sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Luqman [31]: 18
وَلَا تُصَعِّرْ خَدَّكَ لِلنَّاسِ وَلَا تَمْشِ فِي الْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
"Dan janganlah kamu memalingkan wajah dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di bumi dengan angkuh. Sungguh, Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."
Hadits:
Hadits riwayat Muslim no. 91 dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, sebagaimana disebutkan di atas.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (2/89) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya bahaya kesombongan. Beliau mengutip perkataan Al-Qadhi 'Iyadh bahwa yang dimaksud "tidak masuk surga" adalah tidak masuk surga bersama orang-orang yang pertama kali masuk, atau diancam dengan siksa terlebih dahulu, karena seorang mukmin yang bertauhid tidak akan kekal di neraka.
Imam Ibn Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (10/519) menegaskan bahwa kesombongan termasuk dosa besar yang dapat menghapus amal, dan hadits ini menjadi dalil bahwa kesombongan hati adalah penyakit yang sangat berbahaya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahihnya, dari sahabat mulia Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu. Rasulullah ﷺ bersabda dengan tegas: "Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi." Kata dzarrah (ذَرَّة) dalam bahasa Arab berarti partikel terkecil yang bisa dilihat, seperti debu halus atau biji sawi. Ini menunjukkan bahwa meskipun kesombongan itu sangat kecil, ia tetap berbahaya.
Kemudian ada seorang sahabat yang bertanya: "Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang suka pakaiannya bagus dan sepatunya bagus? Apakah itu termasuk sombong?" Pertanyaan ini penting karena banyak orang keliru memahami antara keindahan dan kesombongan.
Rasulullah ﷺ menjawab dengan penjelasan yang sangat indah: "Sesungguhnya Allah itu Indah (Jamil) dan mencintai keindahan (al-jamal)." Maknanya, Allah memiliki sifat al-Jamal (Maha Indah) dan mencintai segala sesuatu yang indah, termasuk penampilan yang rapi dan bersih. Maka merapikan pakaian, bersih-bersih, dan berpenampilan baik adalah bagian dari syariat, bukan kesombongan.
Kemudian beliau ﷺ mendefinisikan hakikat kesombongan: "Kesombongan adalah menolak kebenaran (bathar al-haqq) dan merendahkan orang lain (ghamth an-nas)."
Imam Ibn Qayyim al-Jawziyyah rahimahullah dalam Madarij as-Salikin (2/317) menjelaskan bahwa bathar al-haqq adalah sikap menolak kebenaran karena merasa diri lebih tinggi, enggan menerima nasihat, dan tidak mau mengakui kesalahan. Sedangkan ghamth an-nas adalah merendahkan, menghina, atau memandang rendah orang lain.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin (1/456) menambahkan bahwa kesombongan lahir dari perasaan diri lebih unggul, baik dalam ilmu, harta, keturunan, atau kedudukan. Orang yang sombong akan sulit menerima kebenaran jika datang dari orang yang dianggapnya lebih rendah.
Para ulama Ahlus Sunnah sepakat bahwa kesombongan termasuk dosa besar. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (1/287) mengingatkan bahwa iblis diusir dari surga karena kesombongannya, yaitu enggan sujud kepada Adam karena merasa lebih mulia.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya terdapat kesombongan seberat biji sawi.'" (HR. Muslim)
Kisah ini mengingatkan kita pada seorang sahabat yang jujur dan tulus bertanya. Ia tidak marah ketika ditanya tentang kesukaannya pada pakaian bagus, justru ia ingin belajar. Rasulullah ﷺ menjawab dengan lembut dan jelas, membedakan antara keindahan yang dicintai Allah dengan kesombongan yang dibenci-Nya.
Dari sini kita belajar bahwa Islam adalah agama yang indah dan bersih. Kita dianjurkan berpenampilan rapi, bersih, dan sopan, selama tidak disertai rasa sombong, takabbur, atau merendahkan orang lain. Bahkan para salafush shalih seperti Al-Hasan al-Bashri rahimahullah biasa memakai pakaian yang bersih dan wangi, namun hati mereka tetap tawadhu' dan rendah hati.
Kesimpulan Praktis
- Jauhi kesombongan dalam bentuk apa pun, karena ia menghalangi masuk surga.
- Bedakan antara keindahan dan kesombongan: Merapikan pakaian, bersih-bersih, dan berpenampilan baik adalah sunnah yang dicintai Allah.
- Kenali tanda-tanda sombong: Menolak kebenaran (tidak mau menerima nasihat) dan merendahkan orang lain (menghina, mencela, atau merasa lebih tinggi).
- Latih hati untuk tawadhu': Ingatlah bahwa semua manusia sama di hadapan Allah, kelebihan hanya karena takwa.
- Perbaiki niat: Ketika berpenampilan rapi, niatkan untuk bersyukur atas nikmat Allah dan menjaga kebersihan, bukan untuk pamer atau merasa lebih dari orang lain.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.