Penjelasan Hadits Muslim No. 903 tentang Azab kubur disebut saat shalat gerhana

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa azab dan fitnah (ujian) kubur adalah perkara yang benar dan ditetapkan dalam syariat. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa manusia akan diuji di dalam kubur sebagaimana beratnya fitnah Dajjal, dan setelah peristiwa gerhana itu beliau selalu berlindung kepada Allah dari azab kubur dan azab neraka. Karena itu, seorang Muslim hendaknya menetapkan keyakinan ini di hatinya dan memperbanyak doa perlindungan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang berkaitan dengan azab kubur:

QS. Ghafir [40]: 46

وَالنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ السَّاعَةُ أَدْخِلُوا آلَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ الْعَذَابِ

Terjemahan: "Dan kepada mereka diperlihatkan neraka pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya Kiamat (dikatakan): 'Masukkanlah Fir'aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.'"

Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa ayat ini menjadi dalil bagi Ahlus Sunnah tentang adanya azab kubur, karena arwah mereka diperlihatkan kepada neraka pada pagi dan petang sebelum datangnya hari Kiamat.

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab al-Kusuf (Gerhana), dari 'Aisyah radhiyallahu 'anha melalui jalur 'Amrah binti 'Abdurrahman. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini merupakan dalil tegas tentang penetapan azab kubur dan fitnahnya.

Penjelasan Rinci

Makna umum hadits:

Hadits ini berisi beberapa pelajaran penting yang saling berkaitan:

  1. Kabar dari seorang wanita Yahudi tentang azab kubur. Seorang wanita Yahudi mendatangi 'Aisyah dan mendoakan perlindungan dari azab kubur. Ini menunjukkan bahwa berita tentang azab kubur sudah dikenal di kalangan Ahli Kitab. Namun, 'Aisyah radhiyallahu 'anha belum mengetahui secara pasti, sehingga beliau bertanya kepada Nabi ﷺ.
  2. Jawaban Nabi ﷺ dengan ta'awwudz (memohon perlindungan). Ketika 'Aisyah bertanya, Nabi ﷺ mengucapkan isti'adzah (perlindungan kepada Allah), yang menunjukkan betapa seriusnya perkara ini. Ini sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi bahwa Nabi ﷺ mengajarkan kepada umatnya untuk berlindung kepada Allah dari azab kubur.
  3. Peristiwa gerhana matahari dan shalat gerhana. Nabi ﷺ melaksanakan shalat gerhana dengan berdiri, ruku', dan sujud yang panjang. Dalam shalat ini beliau berkata: "Aku melihat kalian diuji di dalam kubur seperti fitnah Dajjal." Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ diberi pengetahuan tentang keadaan manusia di alam kubur pada saat itu.
  4. Fitnah kubur seperti fitnah Dajjal. Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya menjelaskan bahwa fitnah kubur adalah pertanyaan dua malaikat tentang Rabb, agama, dan Nabi. Ujian ini berat karena menentukan nasib seseorang di alam barzakh. Perumpamaan dengan fitnah Dajjal menunjukkan betapa besarnya ujian tersebut, karena fitnah Dajjal adalah fitnah terbesar yang pernah ada.
  5. Nabi ﷺ senantiasa berlindung dari azab kubur. Setelah peristiwa itu, 'Aisyah mendengar Nabi ﷺ selalu memohon perlindungan dari azab neraka dan azab kubur. Ini menunjukkan bahwa perkara ini harus menjadi perhatian utama setiap Muslim.

Pemahaman ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini merupakan dalil yang jelas tentang penetapan azab kubur, dan bahwa seorang Muslim wajib meyakininya. Beliau juga menjelaskan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk berlindung dari empat perkara dalam shalat: azab Jahannam, azab kubur, fitnah hidup dan mati, serta fitnah Dajjal.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa azab kubur bisa terjadi pada ruh dan jasad, dan bahwa kaum Mukminin akan diberi pertolongan dalam menjawab pertanyaan kubur.
  • Ibnul Qayyim dalam kitab ar-Ruh menjelaskan secara panjang lebar tentang keadaan manusia di alam barzakh, dan bahwa azab serta nikmat kubur adalah perkara yang benar dan harus diimani.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa iman kepada hari akhir mencakup iman kepada azab dan nikmat kubur, karena alam barzakh adalah pintu menuju akhirat.

Perbedaan pendapat:

Sebagian ulama berbeda pendapat tentang apakah azab kubur terjadi pada jasad saja, ruh saja, atau keduanya. Namun pendapat yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa azab dan nikmat kubur terjadi pada ruh dan jasad sekaligus, sebagaimana dijelaskan Ibnu Katsir dan Ibnul Qayyim. Ini karena hadits-hadits shahih menyebutkan bahwa manusia akan ditanya dan disiksa di dalam kubur, dan itu mencakup keduanya.

Story Telling

Dikisahkan bahwa 'Aisyah radhiyallahu 'anha, istri Nabi ﷺ yang mulia, pernah didatangi seorang wanita Yahudi yang memberinya hadiah atau bertanya kepadanya. Wanita itu berkata: "Semoga Allah melindungimu dari azab kubur." 'Aisyah terkejut dan bertanya kepada Nabi ﷺ tentang kebenaran ucapan itu. Nabi ﷺ menjawab dengan memohon perlindungan kepada Allah, yang menunjukkan bahwa perkara itu benar dan serius.

Kemudian pada suatu pagi, ketika Nabi ﷺ sedang menaiki tunggangan, terjadi gerhana matahari. Beliau segera turun dan menuju tempat shalatnya. Beliau shalat dengan sangat panjang, berdiri, ruku', dan sujud lebih lama dari biasanya. Setelah selesai dan matahari kembali bersinar, beliau bersabda: "Aku melihat kalian diuji di dalam kubur seperti fitnah Dajjal."

Sejak saat itu, 'Aisyah radhiyallahu 'anha mendengar Nabi ﷺ selalu berlindung kepada Allah dari azab neraka dan azab kubur. Ini menunjukkan betapa pentingnya perkara ini dan bagaimana Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk selalu memohon perlindungan kepada Allah dari azab kubur.

Hikmah dari kisah ini: Seorang Muslim hendaknya tidak meremehkan perkara azab kubur, dan hendaknya selalu berdoa kepada Allah agar dilindungi dari azab kubur, sebagaimana yang diajarkan Nabi ﷺ.

Kesimpulan Praktis

  1. Iman kepada azab kubur adalah bagian dari iman kepada hari akhir. Setiap Muslim wajib meyakininya.
  2. Perbanyak doa perlindungan dari azab kubur. Nabi ﷺ mengajarkan doa: "Allahumma inni a'udzu bika min 'adzabi Jahannam, wa min 'adzabi al-qabr, wa min fitnati al-mahya wa al-mamat, wa min syarri fitnati al-masih ad-dajjal."
  3. Shalat gerhana adalah sunnah yang dianjurkan. Ketika terjadi gerhana, hendaknya seorang Muslim melaksanakan shalat gerhana dan memperbanyak dzikir, doa, dan istighfar.
  4. Renungkanlah keadaan alam kubur. Ini akan membuat hati lebih lembut dan mendorong untuk beramal saleh.
  5. Jangan meremehkan pertanyaan kubur. Persiapkan jawabannya dengan memperkuat iman, tauhid, dan amal saleh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?