Penjelasan Hadits Muslim No. 898 tentang Mengangkat baju saat hujan sebagai keberkahan

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ membuka pakaiannya agar terkena air hujan, lalu menjelaskan alasannya: karena hujan itu "baru saja datang dari Rabb-nya" (yakni baru diciptakan/diturunkan oleh Allah). Ini mengandung pelajaran adab dan tauhid: menghormati dan mengambil berkah dari apa yang Allah turunkan, serta mengenali bahwa segala sesuatu — termasuk hujan — berasal dari Allah dan baru diciptakan oleh-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an yang relevan:

QS. Qaf [50]: 9

وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Terjemahan: "Dan Kami turunkan dari langit air yang penuh berkah, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen."

QS. Al-Anfal [8]: 11 (potongan yang relevan)

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً لِيُطَهِّرَكُمْ بِهِ

Terjemahan: "Dan Dia menurunkan kepadamu air dari langit untuk menyucikanmu dengannya."

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Istisqa, Bab Doa dalam Istisqa, dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Yahya bin Yahya dari Ja'far bin Sulaiman dari Tsabit al-Bunani dari Anas.

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan anjuran (istihbab) untuk membuka pakaian agar terkena hujan pada awal turunnya, karena hujan itu baru diciptakan Allah dan mengandung berkah.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menyebutkan bab tentang mengambil berkah dari air hujan yang baru turun.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam beberapa karyanya menegaskan bahwa hujan adalah makhluk Allah yang baru, dan segala yang baru datang dari Allah mengandung rahmat serta keberkahan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

Pertama: Tauhid dan pengagungan kepada Allah.

Nabi ﷺ menjelaskan alasannya dengan kalimat "لِأَنَّهُ حَدِيثُ عَهْدٍ بِرَبِّهِ تَعَالَى" — "karena ia baru saja datang dari Rabb-nya." Ini menunjukkan bahwa hujan bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan makhluk yang baru diciptakan dan diturunkan langsung oleh Allah Ta'ala. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa makna "hadits 'ahd bi rabbihi" adalah hujan itu baru diciptakan oleh Allah, sehingga mengandung keberkahan dan rahmat yang masih segar.

Kedua: Adab mengambil berkah dari apa yang Allah turunkan.

Para ulama seperti Ibn Qayyim al-Jawziyyah menyebutkan bahwa di antara adab salaf adalah membuka sebagian pakaian atau anggota badan ketika hujan pertama turun, untuk mendapatkan berkah dari air yang baru diturunkan Allah. Ini bukan bentuk penyembahan kepada hujan, melainkan penghormatan kepada Sang Pencipta melalui makhluk-Nya.

Ketiga: Keterkaitan dengan doa istisqa.

Hadits ini berada dalam kitab shalat istisqa, yang menunjukkan bahwa ketika Allah menjawab doa hamba-Nya dengan menurunkan hujan, hendaknya kita menyambutnya dengan syukur dan adab yang baik, bukan dengan keluhan atau sikap acuh.

Keempat: Perbedaan pendapat ulama.

Sebagian ulama menjelaskan bahwa perbuatan Nabi ﷺ ini khusus berlaku pada hujan yang baru turun setelah lama tidak turun (sebagai tanda diterimanya doa istisqa). Namun pendapat yang lebih kuat — sebagaimana dijelaskan Imam an-Nawawi — adalah bahwa ini merupakan sunnah yang bisa dilakukan secara umum ketika hujan turun, karena illah (alasan) yang disebutkan Nabi ﷺ bersifat umum: "karena ia baru saja datang dari Rabb-nya."

Story Telling

Dikisahkan oleh Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu — pelayan Nabi ﷺ yang setia — bahwa suatu hari ketika mereka sedang bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba hujan turun. Anas berkata: "Kami sedang bersama Rasulullah ﷺ, lalu hujan turun kepada kami."

Anas kemudian menyaksikan sesuatu yang menarik: Rasulullah ﷺ membuka pakaiannya (mengangkat bagian atasnya) sehingga air hujan langsung mengenai tubuh beliau. Para sahabat yang melihat kejadian itu tentu merasa heran, lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, mengapa engkau melakukan ini?"

Dengan jawaban singkat namun penuh makna, Nabi ﷺ bersabda: "Karena ia (hujan) baru saja datang dari Rabb-nya Yang Maha Tinggi."

Anas bin Malik yang meriwayatkan hadits ini adalah salah satu sahabat yang paling lama menyertai Nabi ﷺ dan paling banyak meriwayatkan hadits. Beliau menyaksikan langsung bagaimana Nabi ﷺ berinteraksi dengan alam sebagai tanda tauhid dan syukur kepada Allah.

Hikmahnya: seorang mukmin melihat segala sesuatu — bahkan setetes hujan — sebagai tanda kekuasaan dan rahmat Allah. Sikap Nabi ﷺ mengajarkan kita untuk tidak memandang alam ini sebagai sesuatu yang "netral", melainkan sebagai ayat-ayat Allah yang membawa pesan dan berkah.

Kesimpulan Praktis

  1. Sunnah membuka pakaian saat hujan turun — Disunnahkan untuk membuka sebagian pakaian (misalnya kepala atau lengan) agar terkena air hujan, terutama pada awal turunnya, dengan niat mengambil berkah dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
  2. Menyadari bahwa hujan adalah makhluk Allah yang baru — Ini menumbuhkan rasa syukur dan tawadhu, karena setiap rezeki dan rahmat datangnya dari Allah.
  3. Menghindari sikap mengeluh terhadap hujan — Sebaliknya, sambutlah hujan sebagai rahmat dan jawaban atas doa, khususnya setelah istisqa.
  4. Menjaga tauhid — Mengambil berkah dari hujan bukan berarti menyembah hujan, melainkan menghormati dan mensyukuri apa yang Allah turunkan.
  5. Mengajarkan adab ini kepada keluarga — Sampaikan kepada anak dan keluarga bahwa hujan adalah tanda kasih sayang Allah, sehingga mereka tumbuh dengan kesadaran tauhid yang benar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?