Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 89 tentang Tujuh dosa besar yang membinasakan

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini adalah peringatan keras dari Nabi ﷺ agar kita menjauhi tujuh dosa besar yang membinasakan. Dosa-dosa ini sangat berat karena merusak hubungan dengan Allah, merusak kehidupan manusia, dan menghancurkan masyarakat. Sebagai seorang muslim, kita wajib menjauhi semua dosa tersebut dengan sungguh-sungguh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Telah menceritakan kepadaku Harun bin Sa'id al-Aili, telah menceritakan kepada kami Ibnu Wahb, dia berkata: telah menceritakan kepadaku Sulaiman bin Bilal, dari Tsaur bin Zaid, dari Abul Ghaits, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

"اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوبِقَاتِ". قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ؟ قَالَ: "الشِّرْكُ بِاللَّهِ، وَالسِّحْرُ، وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْغَافِلَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ".

Artinya: "Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan." Ditanyakan: "Apa saja itu, wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan hak, memakan harta anak yatim, memakan riba, berpaling pada hari peperangan, dan menuduh wanita-wanita yang terjaga kehormatannya yang beriman, tetapi tidak menyadari." (HR. Muslim no. 89)

Penjelasan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa kata al-mūbiqāt berasal dari kata al-ībāq yang berarti kebinasaan. Maksudnya adalah dosa-dosa yang membawa pelakunya kepada kebinasaan di dunia dan akhirat. Beliau juga menegaskan bahwa dosa-dosa ini termasuk dosa besar (kabā'ir) yang paling berat.

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari juga membahas hadits ini dan menambahkan bahwa dosa-dosa ini disebut mūbiqāt karena pelakunya akan binasa jika tidak bertobat dengan sungguh-sungguh.

Penjelasan Rinci

Hadits ini berisi tujuh dosa besar yang harus dijauhi oleh setiap muslim. Berikut penjelasan masing-masing:

  1. Syirik kepada Allah (الشرك بالله)

Yaitu menyekutukan Allah dengan sesuatu dalam ibadah. Ini adalah dosa paling besar yang tidak akan diampuni jika pelakunya mati dalam keadaan belum bertobat. Allah berfirman: "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang di bawah (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki." (QS. An-Nisa' [4]: 48)

  1. Sihir (السحر)

Yaitu perbuatan yang menggunakan bantuan setan untuk mencelakai orang lain. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah dan para ulama lainnya sepakat bahwa sihir termasuk kekufuran karena pelakunya bergantung kepada selain Allah.

  1. Membunuh Jiwa yang Diharamkan Allah (قتل النفس التي حرم الله إلا بالحق)

Yaitu membunuh orang yang tidak bersalah tanpa alasan yang dibenarkan syariat, seperti qishash atau karena murtad. Ini adalah dosa besar yang diancam dengan neraka Jahannam.

  1. Memakan Harta Anak Yatim (أكل مال اليتيم)

Yaitu mengambil harta anak yatim secara zalim. Allah berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api dalam perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala." (QS. An-Nisa' [4]: 10)

  1. Memakan Riba (أكل الربا)

Yaitu mengambil keuntungan dari pinjaman dengan cara yang diharamkan. Riba termasuk dosa besar yang diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya.

  1. Berpaling pada Hari Peperangan (التولي يوم الزحف)

Yaitu lari dari medan perang ketika bertemu musuh tanpa alasan syar'i. Ini adalah dosa besar karena melemahkan umat Islam dan membahayakan jiwa.

  1. Menuduh Wanita Mukminat yang Terjaga Kehormatannya (قذف المحصنات الغافلات المؤمنات)

Yaitu menuduh wanita baik-baik berzina tanpa bukti. Ini adalah dosa besar yang diancam dengan hukuman cambuk 80 kali dan ditolak persaksiannya.

Pendapat Ulama:

Imam al-Qurthubi rahimahullah (dalam tafsirnya) dan Ibnu Katsir rahimahullah menegaskan bahwa dosa-dosa ini termasuk kabā'ir (dosa besar) yang harus dijauhi. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah juga menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa bahayanya dosa-dosa tersebut, dan seorang muslim harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalamnya.

Story Telling

Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau pernah berkata: "Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: 'Jauhilah tujuh perkara yang membinasakan.'" Para sahabat bertanya: "Apa saja itu, wahai Rasulullah?" Maka beliau menyebutkan tujuh dosa tersebut.

Kisah ini menunjukkan betapa pentingnya peringatan ini. Para sahabat sangat antusias untuk mengetahui dosa-dosa besar agar mereka bisa menjauhinya. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk selalu mencari ilmu tentang apa yang dilarang Allah agar kita bisa selamat.

Kesimpulan Praktis

  1. Jauhi syirik dengan bertauhid murni hanya kepada Allah.
  2. Jauhi sihir dan segala bentuk perdukunan.
  3. Jaga nyawa manusia, jangan membunuh tanpa hak.
  4. Lindungi harta anak yatim, jangan memakannya secara zalim.
  5. Jauhi riba dalam segala bentuk transaksi.
  6. Jangan lari dari medan perang jika berjihad di jalan Allah.
  7. Jaga lisan dari menuduh zina tanpa bukti.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.