Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan dua sunnah Nabi ﷺ yang berkaitan dengan hari Jum'at. Pertama, pada shalat Subuh hari Jum'at, beliau membaca Surat As-Sajdah (surat ke-32) dan Surat Al-Insan (surat ke-76). Kedua, pada shalat Jum'at, beliau membaca Surat Al-Jumu'ah (surat ke-62) dan Surat Al-Munafiqun (surat ke-63). Ini adalah petunjuk praktis dari Nabi ﷺ yang menunjukkan perhatian beliau pada hari yang agung ini.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Jum'at, Bab "Apa yang Dibaca pada Hari Jum'at" (no. 879), dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.
Berikut adalah dalil dari Al-Qur'an yang berkaitan dengan surat-surat yang disebutkan dalam hadits:
1. Awal Surat As-Sajdah (QS. As-Sajdah [32]: 1-2)
الٓمٓ تَنزِيلُ ٱلْكِتَـٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ
"Alif Lam Mim. Turunnya kitab (Al-Qur'an) ini tidak ada keraguan padanya, dari Tuhan seluruh alam."
2. Awal Surat Al-Insan (QS. Al-Insan [76]: 1)
هَلْ أَتَىٰ عَلَى ٱلْإِنسَـٰنِ حِينٌ مِّنَ ٱلدَّهْرِ لَمْ يَكُن شَيْـًٔا مَّذْكُورًا
"Bukankah telah datang atas manusia suatu waktu dari masa, sedang ketika itu dia belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?"
3. Awal Surat Al-Jumu'ah (QS. Al-Jumu'ah [62]: 1)
يُسَبِّحُ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ٱلْمَلِكِ ٱلْقُدُّوسِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ
"Apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi senantiasa bertasbih kepada Allah. Maharaja, Yang Mahasuci, Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana."
4. Awal Surat Al-Munafiqun (QS. Al-Munafiqun [63]: 1)
إِذَا جَآءَكَ ٱلْمُنَـٰفِقُونَ قَالُوا۟ نَشْهَدُ إِنَّكَ لَرَسُولُ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّكَ لَرَسُولُهُۥ ۗ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّ ٱلْمُنَـٰفِقِينَ لَكَـٰذِبُونَ
"Apabila orang-orang munafik datang kepadamu, mereka berkata, 'Kami bersaksi bahwa engkau adalah Rasulullah.' Dan Allah mengetahui bahwa engkau adalah Rasul-Nya; dan Allah menyaksikan bahwa orang-orang munafik itu benar-benar pendusta."
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil tentang sunnah-sunnah bacaan yang dianjurkan pada hari Jum'at. Para ulama dari kalangan Ahlus Sunnah menjelaskan hikmah dan keutamaannya.
1. Hikmah Membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan pada Shalat Subuh Jum'at
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menjelaskan bahwa Nabi ﷺ membaca dua surat ini pada shalat Subuh hari Jum'at karena keduanya mengandung penjelasan tentang penciptaan Adam 'alaihis salam, hari kebangkitan, dan kenikmatan surga. Hal ini sangat sesuai dengan hari Jum'at, karena pada hari itulah Allah menciptakan Adam, dan pada hari itu pula akan terjadi hari kiamat. Membaca surat yang mengandung kisah penciptaan manusia dan hari akhir menjadi pengingat yang kuat bagi jamaah di awal hari yang penuh berkah ini.
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya Zad al-Ma'ad juga menegaskan bahwa Nabi ﷺ secara konsisten membaca dua surat ini pada Subuh hari Jum'at. Beliau menyebutkan bahwa di dalam Surat As-Sajdah terdapat ayat sajdah yang dianjurkan untuk dilakukan, dan di dalam Surat Al-Insan terdapat gambaran tentang penciptaan manusia serta balasan bagi orang-orang yang berbuat baik.
2. Hikmah Membaca Surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun pada Shalat Jum'at
Adapun pada shalat Jum'at, Nabi ﷺ membaca Surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun. Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di rahimahullah menjelaskan bahwa Surat Al-Jumu'ah berisi perintah Allah kepada kaum mukminin untuk bersegera menunaikan shalat Jum'at dan meninggalkan jual beli. Sedangkan Surat Al-Munafiqun berisi celaan terhadap orang-orang munafik yang malas menghadiri shalat Jum'at dan lebih mementingkan urusan duniawi mereka.
Dengan membaca kedua surat ini, jamaah diingatkan tentang tujuan utama shalat Jum'at, yaitu beribadah kepada Allah, serta diperingatkan dari sifat kemunafikan yang membuat seseorang lalai dari kewajiban ini. Ini adalah pelajaran yang sangat berharga bagi setiap muslim.
3. Pendapat Ulama tentang Hukumnya
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum membaca surat-surat ini. Sebagian ulama seperti Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa membaca surat-surat ini adalah sunnah yang dianjurkan, bukan kewajiban. Jika seorang imam membaca surat lain yang sah, maka shalatnya tetap sah dan tidak mengapa.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa membaca surat-surat ini adalah sunnah fi'liyyah (perbuatan) dari Nabi ﷺ, dan tidak ada dalil yang menunjukkan bahwa beliau melarang membaca selainnya. Oleh karena itu, seorang imam yang membaca surat lain tidaklah berdosa, namun meninggalkan sunnah ini berarti kehilangan keutamaan yang besar.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Bukhari dalam Shahih-nya, ketika ditanya tentang bacaan Nabi ﷺ pada shalat Jum'at, beliau menjawab bahwa Nabi ﷺ biasa membaca Surat Al-Jumu'ah dan Surat Al-Munafiqun. Ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat memperhatikan dan menghafal bacaan-bacaan Nabi ﷺ dalam setiap shalatnya.
Para sahabat adalah generasi terbaik yang sangat teliti dalam meniru setiap gerakan dan bacaan Nabi ﷺ. Mereka tidak menganggap remeh hal-hal yang dianggap kecil, karena mereka tahu bahwa setiap perbuatan Nabi ﷺ adalah tuntunan yang penuh hikmah. Sikap ini hendaknya menjadi teladan bagi kita untuk tidak meremehkan sunnah-sunnah Nabi ﷺ, sekecil apa pun bentuknya.
Kesimpulan Praktis
Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:
- Bagi para imam: Dianjurkan untuk membaca Surat As-Sajdah dan Al-Insan pada shalat Subuh hari Jum'at, serta membaca Surat Al-Jumu'ah dan Al-Munafiqun pada shalat Jum'at, sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
- Bagi makmum: Hendaknya mendengarkan bacaan imam dengan khusyuk dan merenungkan maknanya, karena surat-surat ini mengandung pelajaran tentang penciptaan manusia, hari akhir, dan kewajiban shalat Jum'at.
- Bagi yang shalat sendirian: Dianjurkan juga untuk membaca surat-surat ini, karena keutamaannya tetap berlaku baik berjamaah maupun sendirian.
- Jangan meremehkan sunnah: Meskipun ini bukan kewajiban, meninggalkan sunnah yang rutin dilakukan Nabi ﷺ berarti kehilangan keutamaan yang besar. Namun, jika seorang imam membaca surat lain, shalatnya tetap sah dan tidak perlu dipermasalahkan.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.