Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari yang paling mulia di antara hari-hari lainnya. Kemuliaan ini ditandai dengan tiga peristiwa besar dalam sejarah penciptaan manusia: penciptaan Nabi Adam, memasukkannya ke surga, dan pengeluarannya dari surga. Ini menunjukkan keistimewaan hari Jumat yang telah ditetapkan oleh Allah sejak awal penciptaan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Jumu'ah [62]: 9-10
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ . فَإِذَا قُضِيَتِ الصَّلَاةُ فَانْتَشِرُوا فِي الْأَرْضِ وَابْتَغُوا مِنْ فَضْلِ اللَّهِ وَاذْكُرُوا اللَّهَ كَثِيرًا لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. Apabila salat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."
Hadits yang dimaksud:
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 854) dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Lafazh lengkapnya sebagaimana yang disebutkan dalam pertanyaan.
Penjelasan ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan hari Jumat dibandingkan hari-hari lainnya. Beliau berkata: "Para ulama berkata: 'Hari Jumat adalah sayyidul ayyam (penghulu hari-hari).'"
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (w. 852 H) dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa peristiwa penciptaan Adam, masuk surga, dan keluar dari surga adalah tanda-tanda kebesaran Allah yang terjadi pada hari Jumat. Ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang penuh dengan peristiwa-peristiwa besar dalam sejarah manusia.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama: Keutamaan Hari Jumat
Rasulullah ﷺ menyebut hari Jumat sebagai khairu yaumin thala'at 'alaihis syamsu (hari terbaik yang pernah terbit matahari). Ini menunjukkan bahwa hari Jumat memiliki kedudukan yang sangat istimewa di sisi Allah. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah (w. 751 H) dalam kitab Zadul Ma'ad menjelaskan bahwa hari Jumat adalah hari raya mingguan bagi umat Islam, dan ia memiliki keutamaan yang tidak dimiliki oleh hari-hari lainnya.
Kedua: Tiga Peristiwa Besar pada Hari Jumat
- Penciptaan Adam: Allah menciptakan Nabi Adam pada hari Jumat. Ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari dimulainya sejarah manusia di muka bumi.
- Masuk Surga: Adam dimasukkan ke dalam surga pada hari Jumat. Ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari kebahagiaan dan kenikmatan.
- Keluar dari Surga: Adam dikeluarkan dari surga pada hari Jumat. Ini menunjukkan bahwa hari Jumat juga merupakan hari ujian dan cobaan bagi manusia.
Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah (w. 795 H) dalam kitab Fathul Bari (syarh Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa tiga peristiwa ini menunjukkan bahwa hari Jumat adalah hari yang penuh dengan perubahan besar dalam kehidupan manusia. Dari penciptaan hingga ujian, semuanya terjadi pada hari yang mulia ini.
Ketiga: Hikmah di Balik Peristiwa Tersebut
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah (w. 1421 H) dalam Syarh Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa peristiwa-peristiwa ini mengajarkan kita tentang:
- Kekuasaan Allah dalam menciptakan dan mengatur makhluk-Nya
- Pentingnya hari Jumat sebagai hari yang penuh berkah
- Perlunya memanfaatkan hari Jumat dengan ibadah dan ketaatan
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa suatu ketika Rasulullah ﷺ bersabda tentang hari Jumat:
"Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat satu waktu, tidaklah seorang muslim bertepatan dengan waktu itu ia memohon kebaikan kepada Allah melainkan Allah akan memberikannya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kisah ini menunjukkan bahwa selain keutamaan yang disebutkan dalam hadits di atas, hari Jumat juga memiliki waktu mustajab untuk berdoa. Para ulama berbeda pendapat tentang kapan tepatnya waktu tersebut, namun yang terkuat adalah setelah ashar hingga terbenam matahari, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim dalam Zadul Ma'ad.
Kesimpulan Praktis
- Hari Jumat adalah hari terbaik dalam sepekan, maka perbanyaklah ibadah pada hari ini.
- Perbanyaklah membaca shalawat kepada Nabi ﷺ pada hari Jumat.
- Manfaatkan waktu mustajab pada hari Jumat untuk berdoa.
- Bersegera menuju masjid untuk melaksanakan salat Jumat.
- Perbanyak membaca Al-Qur'an, terutama surat Al-Kahfi.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.