Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi siapa saja yang mandi pada hari Jumat dan bersegera datang ke masjid. Semakin awal seseorang datang, semakin besar pahala yang ia dapatkan, seperti pahala berkurban dengan unta, sapi, kambing, ayam, hingga telur. Setelah imam naik mimbar dan khutbah dimulai, para malaikat hadir dan menutup catatan amal, sehingga keutamaan datang lebih awal sangat dianjurkan.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang terkait:
QS. Al-Jumu'ah [62]: 9
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman! Apabila telah diseru untuk melaksanakan salat pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui."
Hadits yang dijelaskan:
Hadits riwayat Imam Muslim (no. 850) dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, sebagaimana tercantum di atas. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya (no. 881) dengan redaksi yang serupa.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (jilid 6, hlm. 139-140) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan bersegera menuju salat Jumat. Beliau berkata, "Makna 'ghusl al-janabah' di sini adalah mandi yang sempurna seperti mandi wajib setelah junub, bukan berarti mandi karena junub, tetapi mandi sunnah yang dilakukan dengan sempurna."
Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fath al-Bari (jilid 2, hlm. 365) menambahkan bahwa perumpamaan dengan hewan kurban ini menunjukkan tingkatan pahala yang berbeda-beda sesuai dengan waktu kedatangan. Semakin besar dan mahal hewan yang disebutkan, semakin besar pula pahala yang diperoleh.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari daftar rujukan:
1. Keutamaan Mandi Hari Jumat
Imam asy-Syafi'i rahimahullah dalam kitab Al-Umm menjelaskan bahwa mandi hari Jumat hukumnya sunnah muakkad (sangat dianjurkan) berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lainnya. Beliau berkata, "Mandi hari Jumat adalah sunnah bagi setiap muslim yang baligh, merdeka, dan hadir di masjid."
Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berpendapat bahwa mandi hari Jumat hukumnya wajib berdasarkan hadits lain yang lebih tegas, namun mayoritas ulama (jumhur) seperti Imam Malik, Imam asy-Syafi'i, dan Imam Abu Hanifah berpendapat sunnah muakkad. Perbedaan ini tidak perlu dipersoalkan karena semua sepakat akan besarnya keutamaan mandi ini.
2. Makna "Ghusl al-Janabah"
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ungkapan ini bukan berarti mandi karena junub, tetapi mandi yang dilakukan dengan cara seperti mandi junub, yaitu membasahi seluruh tubuh dengan air. Ini menunjukkan bahwa mandi hari Jumat harus dilakukan dengan sempurna, tidak sekadar membasuh anggota badan tertentu.
3. Keutamaan Bersegera ke Masjid
Ibnu Rajab al-Hanbali dalam kitab Fath al-Bari (syarh Shahih al-Bukhari) menjelaskan bahwa pembagian waktu dalam hadits ini adalah waktu setelah terbit fajar hingga sebelum imam naik mimbar. Beliau berkata, "Para ulama berbeda pendapat tentang awal waktu ini. Sebagian mengatakan sejak terbit fajar, sebagian lagi sejak terbit matahari. Yang jelas, semakin awal seseorang datang, semakin besar pahalanya."
4. Perumpamaan Pahala
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menjelaskan hikmah perumpamaan ini: "Unta adalah hewan yang paling besar dan mahal di kalangan orang Arab, lalu sapi, lalu kambing, lalu ayam, lalu telur. Ini menunjukkan bahwa pahala orang yang datang lebih awal jauh lebih besar daripada yang datang kemudian. Meskipun semuanya mendapat pahala, namun tingkatannya berbeda."
5. Keutamaan Mendengarkan Khutbah
Bagian akhir hadits menunjukkan bahwa setelah imam keluar dan khutbah dimulai, para malaikat hadir dan mendengarkan. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa ini berarti setelah itu tidak ada lagi catatan pahala bagi yang datang, meskipun ia tetap mendapatkan pahala salat Jumat. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk datang sebelum imam naik mimbar.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat yang mulia, Salman al-Farisi radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidaklah seseorang mandi pada hari Jumat dan bersuci semampunya, lalu memakai minyak wangi atau wewangian, kemudian keluar (menuju masjid) dan tidak memisahkan antara dua orang (yang duduk berdekatan), lalu salat sesuai dengan yang ditetapkan baginya, kemudian diam ketika imam berkhutbah, melainkan akan diampuni dosa-dosanya antara Jumat itu dan Jumat berikutnya." (HR. al-Bukhari, no. 883)
Kisah ini menunjukkan betapa besar rahmat Allah bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh dalam menyambut hari Jumat. Mandi, bersuci, memakai wewangian, datang awal, dan diam mendengarkan khutbah adalah amalan-amalan yang membawa pengampunan dosa.
Kesimpulan Praktis
- Mandi hari Jumat adalah amalan yang sangat dianjurkan, dilakukan dengan sempurna seperti mandi junub.
- Bersegera ke masjid pada hari Jumat membawa pahala yang berlipat ganda, semakin awal semakin besar.
- Datang sebelum imam naik mimbar lebih utama karena setelah itu malaikat hadir dan pahala tambahan tidak lagi dicatat.
- Diam dan mendengarkan khutbah adalah kewajiban setelah imam naik mimbar.
- Jangan menyia-nyiakan waktu dengan datang terlambat, karena pahala yang hilang sangat besar.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.