Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan urutan amal paling utama dalam Islam: shalat tepat waktu, berbakti kepada kedua orang tua, dan jihad di jalan Allah. Ini mengajarkan bahwa hubungan vertikal dengan Allah (shalat) adalah prioritas utama, lalu hubungan horizontal dengan orang tua, kemudian pengorbanan untuk agama. Hadits ini juga mengajarkan adab dalam bertanya kepada Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks Arab (dengan harakat lengkap):
حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ مُسْهِرٍ، عَنِ الشَّيْبَانِيِّ، عَنِ الْوَلِيدِ بْنِ الْعَيْزَارِ، عَنْ سَعْدِ بْنِ إِيَاسٍ أَبِي عَمْرٍو الشَّيْبَانِيِّ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ، قَالَ سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ أَىُّ الْعَمَلِ أَفْضَلُ قَالَ " الصَّلاَةُ لِوَقْتِهَا ". قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ " بِرُّ الْوَالِدَيْنِ ". قَالَ قُلْتُ ثُمَّ أَىٌّ قَالَ " الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ". فَمَا تَرَكْتُ أَسْتَزِيدُهُ إِلاَّ إِرْعَاءً عَلَيْهِ.
Terjemahan: Dari Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, ia berkata: "Aku bertanya kepada Rasulullah ﷺ, 'Amal apakah yang paling utama?' Beliau menjawab: 'Shalat pada waktunya.' Aku bertanya lagi: 'Kemudian apa?' Beliau menjawab: 'Berbakti kepada kedua orang tua.' Aku bertanya lagi: 'Kemudian apa?' Beliau menjawab: 'Jihad di jalan Allah.' Dan aku tidak berhenti bertanya lebih lanjut kecuali karena menghormati perasaan beliau." (HR. Muslim, Kitab Iman, Bab Penjelasan Bahwa Iman kepada Allah adalah Amal yang Paling Utama, no. 85)
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat tepat waktu sebagai amal yang paling utama, kemudian berbakti kepada orang tua, lalu jihad. Beliau juga menekankan bahwa urutan ini menunjukkan prioritas dalam Islam.
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari juga membahas hadits serupa dan menegaskan bahwa shalat adalah tiang agama dan kewajiban yang paling utama setelah iman.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya dan merupakan salah satu hadits yang sangat penting dalam memahami skala prioritas amal dalam Islam. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang mulia, bertanya langsung kepada Nabi ﷺ tentang amal yang paling utama. Jawaban beliau memberikan tiga tingkatan:
- Shalat pada waktunya: Ini menunjukkan bahwa shalat adalah amal yang paling utama setelah iman. Imam an-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa shalat adalah ibadah yang paling agung karena merupakan tiang agama dan hubungan langsung antara hamba dengan Allah. Shalat tepat waktu menunjukkan ketaatan dan disiplin seorang muslim.
- Berbakti kepada kedua orang tua: Setelah shalat, amal yang paling utama adalah berbakti kepada orang tua. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan orang tua dalam Islam. Imam Ibn Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam menjelaskan bahwa berbakti kepada orang tua adalah amal yang sangat dicintai Allah karena mengandung rasa syukur, kasih sayang, dan pengorbanan.
- Jihad di jalan Allah: Jihad adalah puncak pengorbanan dalam membela agama Allah. Namun, perlu dipahami bahwa jihad di sini adalah dalam konteks yang benar, yaitu perjuangan untuk menegakkan kalimat Allah, bukan kekerasan tanpa aturan. Imam Ibn Katsir rahimahullah dalam tafsirnya menjelaskan bahwa jihad memiliki kedudukan yang tinggi karena membutuhkan pengorbanan harta, jiwa, dan tenaga.
Yang menarik dalam hadits ini adalah sikap Abdullah bin Mas'ud yang berhenti bertanya karena menghormati Nabi ﷺ. Ini mengajarkan adab dalam menuntut ilmu dan bertanya kepada guru. Imam al-Bukhari rahimahullah dalam Shahih-nya juga meriwayatkan hadits serupa dengan tambahan bahwa setelah jihad, amal yang utama adalah haji mabrur.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah seorang sahabat yang sangat cinta kepada ilmu. Beliau sering bertanya kepada Nabi ﷺ tentang berbagai hal. Namun, dalam kesempatan ini, beliau berhenti bertanya karena melihat raut wajah Nabi ﷺ yang mungkin lelah atau karena khawatir memberatkan beliau. Ini menunjukkan adab yang tinggi dalam menuntut ilmu. Sebagaimana dikatakan oleh Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, "Adab lebih utama daripada ilmu." Kisah ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga adab terhadap guru dan orang yang lebih tua.
Kesimpulan Praktis
- Utamakan shalat tepat waktu sebagai amal yang paling utama setelah iman. Jangan menunda-nunda shalat tanpa alasan yang syar'i.
- Berbaktilah kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya, baik ketika mereka masih hidup maupun setelah wafat.
- Jihad di jalan Allah adalah amal yang mulia, namun harus dipahami dalam konteks yang benar sesuai syariat.
- Jaga adab dalam bertanya dan menuntut ilmu. Hormati guru dan orang yang lebih tua.
- Jadikan hadits ini sebagai pedoman dalam menentukan prioritas amal sehari-hari.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.