Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 848 tentang Anjuran mandi Jumat dan penggunaan minyak wangi

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa perintah mandi Jum'at adalah perkara yang jelas dari Nabi ﷺ. Adapun mengenai kewajiban atau anjuran memakai minyak wangi, terdapat perbedaan riwayat. Dalam riwayat ini, Ibnu Abbas ragu apakah hal itu termasuk perintah Nabi ﷺ atau tidak. Namun, hadits-hadits lain yang lebih tegas menjelaskan bahwa memakai minyak wangi pada hari Jum'at adalah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi yang mampu.

Rujukan Ulama & Dalil

1. Dalil dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang perintah bersuci dan berhias untuk ibadah:

> يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

> "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid..."

> (QS. Al-A'raf [7]: 31)

Ayat ini menjadi dasar umum untuk berpenampilan rapi dan bersih saat menghadiri shalat, termasuk shalat Jum'at.

2. Hadits terkait:

Hadits yang Anda sebutkan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Jum'at, Bab Minyak Wangi dan Siwak pada Hari Jum'at, no. 848, dari sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma.

3. Kaitan dengan ulama:

Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan adanya keraguan dari Ibnu Abbas tentang kewajiban memakai minyak wangi. Namun, beliau juga membawakan hadits-hadits lain yang lebih tegas tentang anjuran memakai wangi-wangian, seperti hadits Abu Sa'id Al-Khudri yang menyebutkan mandi, bersiwak, dan memakai wangi-wangian sebagai sunnah Jum'at.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

1. Perintah Mandi Jum'at yang Jelas:

Dalam riwayat ini, Ibnu Abbas menyampaikan sabda Nabi ﷺ tentang mandi Jum'at. Ini menunjukkan bahwa mandi Jum'at adalah perkara yang masyhur dan ditegaskan oleh Nabi ﷺ. Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya: sebagian mengatakan wajib (seperti Imam Ahmad dan Imam Asy-Syafi'i dalam salah satu pendapatnya), dan sebagian lagi mengatakan sunnah muakkadah (sangat dianjurkan), seperti pendapat Imam Abu Hanifah dan Imam Malik.

2. Keraguan Ibnu Abbas tentang Minyak Wangi:

Ketika Tawus bertanya kepada Ibnu Abbas tentang memakai minyak wangi atau minyak rambut, Ibnu Abbas menjawab, "Saya tidak mengetahuinya." Ini menunjukkan kehati-hatian seorang sahabat dalam menetapkan perkara agama. Ibnu Abbas tidak berani memastikan apakah hal itu termasuk perintah Nabi ﷺ atau tidak, karena tidak ada dalil tegas yang sampai kepadanya.

3. Penjelasan Ulama tentang Masalah Ini:

Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits-hadits lain yang sahih menegaskan anjuran memakai wangi-wangian pada hari Jum'at. Di antaranya hadits Abu Sa'id Al-Khudri bahwa Nabi ﷺ bersabda:

> "Mandi pada hari Jum'at adalah kewajiban bagi setiap yang baligh, dan bersiwak, serta memakai wangi-wangian jika mampu."

> (HR. Bukhari dan Muslim)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarh Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa memakai minyak wangi pada hari Jum'at adalah sunnah, terutama bagi laki-laki, karena tujuannya untuk kebersihan dan kenyamanan orang lain di masjid. Beliau juga menegaskan bahwa jika seseorang tidak memiliki minyak wangi, maka tidak mengapa, karena ini adalah perkara yang bersifat anjuran, bukan kewajiban.

4. Hikmah di Balik Keraguan Ibnu Abbas:

Keraguan Ibnu Abbas ini justru menunjukkan keutamaan beliau. Beliau tidak berbicara tentang agama tanpa ilmu. Ini sejalan dengan perkataan ulama salaf, seperti Imam Muhammad bin Sirin yang berkata: "Sesungguhnya ilmu ini adalah agama, maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian." Seorang alim tidak boleh memastikan sesuatu tanpa dalil yang jelas.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Tawus bin Kaisan adalah seorang tabi'in yang sangat zuhud dan wara'. Beliau dikenal karena kehati-hatiannya dalam berfatwa. Suatu ketika, beliau bertanya kepada Ibnu Abbas tentang masalah ini, dan Ibnu Abbas menjawab dengan jujur bahwa beliau tidak mengetahuinya.

Ini mengajarkan kita sebuah adab yang agung: seorang alim tidak malu untuk mengatakan "Saya tidak tahu" ketika memang tidak memiliki ilmu. Imam Malik bin Anas pernah ditanya tentang 48 masalah, dan beliau menjawab, "Saya tidak tahu" untuk 32 masalah di antaranya. Beliau berkata: "Barangsiapa yang ingin menjawab semua pertanyaan, maka dia telah membuka pintu kebinasaan."

Kesimpulan Praktis

  1. Mandi Jum'at adalah perkara yang ditegaskan oleh Nabi ﷺ. Hukumnya wajib menurut sebagian ulama, dan sunnah muakkadah menurut pendapat lainnya. Yang jelas, kita tidak boleh meninggalkannya.
  2. Memakai minyak wangi pada hari Jum'at adalah sunnah yang sangat dianjurkan, terutama bagi laki-laki, jika mampu. Ini berdasarkan hadits-hadits sahih lainnya yang lebih tegas.
  3. Bersiwak juga dianjurkan pada hari Jum'at, sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Sa'id Al-Khudri.
  4. Sikap jujur dalam ilmu adalah teladan dari Ibnu Abbas. Kita tidak boleh memastikan perkara agama tanpa dalil yang jelas.
  5. Niatkan semua ini untuk ibadah, bukan sekadar gaya atau kebiasaan, agar mendapat pahala dan keberkahan.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.