Penjelasan Hadits Muslim No. 814 tentang Keutamaan surah Al-Falaq dan An-Nas

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Surah Al-Falaq dan An-Nas (Al-Mu'awwidzatain), yang diturunkan sebagai bentuk perlindungan (ta'awwudz) dari segala keburukan lahir dan batin. Nabi ﷺ mengabarkan bahwa tidak ada ayat yang semisal dengannya dalam hal perlindungan, sehingga keduanya wajib dijadikan wirid harian, terutama saat pagi, sore, dan sebelum tidur. Membacanya adalah bentuk tawakal dan penyerahan diri kepada Allah.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an terkait:

Firman Allah tentang Surah Al-Falaq:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai fajar." (QS. Al-Falaq [113]: 1)

Firman Allah tentang Surah An-Nas:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ

"Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan manusia." (QS. An-Nas [114]: 1)

Hadits terkait:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Keutamaan Membaca Al-Mu'awwidzatain, dari sahabat Uqbah bin Amir رضي الله عنه. Beliau juga meriwayatkan hadits lain bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Al-Mu'awwidzatain: "Barangsiapa membaca keduanya, maka ia telah mencukupi (segala urusannya)." (Shahih Muslim).

Kaitan dengan ulama:

  • Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa Al-Mu'awwidzatain adalah dua surah yang paling agung untuk memohon perlindungan, karena keduanya menghimpun permohonan perlindungan dari segala kejahatan, baik yang bersifat fisik maupun non-fisik.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa keistimewaan Al-Mu'awwidzatain terletak pada kandungan maknanya yang menyeluruh: Al-Falaq mencakup perlindungan dari kejahatan makhluk, sedangkan An-Nas mencakup perlindungan dari kejahatan yang paling halus, yaitu bisikan setan dan manusia.
  • Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menegaskan bahwa Nabi ﷺ menjadikan Al-Mu'awwidzatain sebagai wirid tetap, dan keduanya memiliki pengaruh besar dalam menolak sihir, 'ain (mata jahat), dan segala gangguan.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting:

Pertama, kata "أَلَمْ تَرَ" (tidakkah kamu melihat) adalah bentuk perhatian dan pengagungan Nabi ﷺ terhadap dua surah ini. Ini menunjukkan bahwa Al-Mu'awwidzatain bukan surah biasa, melainkan anugerah khusus yang Allah turunkan untuk melindungi hamba-Nya.

Kedua, sabda Nabi ﷺ "لَمْ يُرَ مِثْلُهُنَّ قَطُّ" (tidak ada yang serupa dengannya sama sekali) menunjukkan keunikan dan keagungan kandungannya. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa maknanya: tidak ada ayat yang menandingi keutamaan dan manfaatnya dalam hal perlindungan, karena keduanya mencakup permohonan perlindungan dari segala keburukan secara menyeluruh.

Ketiga, Ibn Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Surah Al-Falaq mencakup perlindungan dari:

  1. Kejahatan makhluk secara umum
  2. Kejahatan malam yang gelap
  3. Kejahatan tukang sihir
  4. Kejahatan orang yang hasad (dengki)

Sedangkan Surah An-Nas mencakup perlindungan dari:

  1. Bisikan setan dari kalangan jin
  2. Bisikan setan dari kalangan manusia

Keempat, Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ mengajarkan umatnya untuk membaca Al-Mu'awwidzatain pada waktu-waktu tertentu:

  • Setelah shalat fardhu (sebagaimana hadits dari Uqbah bin Amir)
  • Pagi dan sore (3 kali)
  • Sebelum tidur (dengan meniupkan ke kedua telapak tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh)

Kelima, Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa Al-Mu'awwidzatain mengandung tauhid isti'adzah (memohon perlindungan hanya kepada Allah), yang merupakan bentuk pengagungan dan penghambaan kepada-Nya. Barangsiapa berlindung kepada selain Allah, maka ia telah menyekutukan-Nya.

Perbedaan pendapat ulama: Sebagian ulama seperti Ibn Taymiyyah dalam Majmu' al-Fatawa menyebutkan bahwa Al-Mu'awwidzatain adalah surah yang paling utama untuk ruqyah (pengobatan dengan bacaan Al-Qur'an). Sedangkan Ibnu Hajar menyebutkan bahwa keutamaan ini tidak berarti menafikan keutamaan surah lain seperti Al-Fatihah yang juga disebut Ummul Kitab dan Asy-Syafiyah (penyembuh). Keduanya memiliki keutamaan masing-masing, dan yang paling kuat adalah bahwa Al-Mu'awwidzatain memiliki keistimewaan khusus dalam hal perlindungan, sebagaimana ditegaskan dalam hadits ini.

Story Telling

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Uqbah bin Amir رضي الله عنه, beliau berkata: "Ketika aku sedang menggembala unta bersama Rasulullah ﷺ, tiba-tiba beliau bersabda: 'Wahai Uqbah, maukah aku ajarkan kepadamu dua surah yang paling agung dalam Al-Qur'an?' Lalu beliau mengajarkan kepadaku Surah Al-Falaq dan An-Nas. Beliau bersabda: 'Bacalah keduanya setiap kali engkau selesai shalat.'" (Shahih Muslim)

Hikmah: Nabi ﷺ tidak hanya mengajarkan bacaan, tetapi juga menanamkan kesadaran bahwa perlindungan sejati hanya dari Allah. Uqbah bin Amir adalah sahabat yang dikenal sebagai ahli Al-Qur'an dan ahli ruqyah, dan beliau selalu mengamalkan wasiat Nabi ﷺ ini hingga akhir hayatnya.

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan bahwa para salaf seperti Al-Hasan al-Bashri dan Muhammad bin Sirin sangat menekankan pembacaan Al-Mu'awwidzatain dalam wirid harian mereka, karena keduanya adalah benteng dari segala keburukan.

Kesimpulan Praktis

  1. Jadikan Al-Mu'awwidzatain sebagai wirid harian — bacalah Surah Al-Falaq dan An-Nas setiap selesai shalat fardhu, pagi, sore, dan sebelum tidur.
  2. Bacalah dengan penuh keyakinan bahwa hanya Allah yang mampu melindungi dari segala keburukan, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.
  3. Ajarkan kepada keluarga — sebagaimana Nabi ﷺ mengajarkan kepada Uqbah bin Amir, ajarkanlah kepada anak dan keluarga agar mereka terbiasa berlindung kepada Allah.
  4. Gunakan sebagai ruqyah — jika merasa ada gangguan atau kejahatan, bacalah Al-Mu'awwidzatain dengan khusyuk dan tiupkan ke telapak tangan lalu usapkan ke tubuh.
  5. Jangan tinggalkan meskipun sibuk — karena keutamaannya yang tidak tertandingi, sebagaimana sabda Nabi ﷺ: "Tidak ada yang serupa dengannya sama sekali."

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?