Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan besar Surah Al-Ikhlas (Qul Huwallahu Ahad) yang pahalanya setara dengan membaca sepertiga Al-Qur'an. Ini bukan berarti mencukupkan diri hanya dengan surah ini, melainkan menunjukkan keagungan kandungan tauhid di dalamnya yang merupakan inti ajaran Al-Qur'an. Para ulama menjelaskan bahwa keutamaan ini karena surah ini memuat nama-nama dan sifat-sifat Allah yang merupakan pokok dari sepertiga isi Al-Qur'an.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an:
QS. Al-Ikhlas [112]: 1-4
قُلْ هُوَ ٱللَّهُ أَحَدٌ ﴿١﴾ ٱللَّهُ ٱلصَّمَدُ ﴿٢﴾ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ ﴿٣﴾ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ كُفُوًا أَحَدٌۢ ﴿٤﴾
"Katakanlah (Muhammad), 'Dialah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan Dia.'"
Hadits terkait:
Hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Keutamaan Membaca Surah Al-Ikhlas, nomor 812, dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Penjelasan Ulama:
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim (6/91) menjelaskan bahwa makna hadits ini adalah bahwa Surah Al-Ikhlas mengandung makna tauhid dan sifat-sifat Allah yang merupakan sepertiga dari isi Al-Qur'an. Beliau berkata, "Para ulama berkata: Al-Qur'an terdiri dari tiga bagian: (1) kisah-kisah dan berita, (2) hukum-hukum, dan (3) tauhid dan sifat-sifat Allah. Surah Al-Ikhlas mencakup bagian yang ketiga ini, yaitu tauhid dan sifat-sifat Allah."
Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (9/58) juga menegaskan bahwa maksud hadits ini bukanlah bahwa membaca surah ini cukup menggantikan seluruh Al-Qur'an dalam hal pahala secara mutlak, tetapi bahwa pahala membaca surah ini setara dengan pahala membaca sepertiga Al-Qur'an karena kandungannya yang agung.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu. Kisahnya menarik: Nabi ﷺ meminta para sahabat berkumpul karena akan membaca sepertiga Al-Qur'an. Setelah mereka berkumpul, beliau masuk ke rumahnya, lalu keluar dan membaca Surah Al-Ikhlas. Para sahabat sempat mengira ada wahyu baru yang turun. Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan bahwa surah yang baru saja dibacanya itu setara dengan sepertiga Al-Qur'an.
Para ulama dari kalangan salaf, seperti yang dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar, memahami bahwa keutamaan ini karena Al-Qur'an secara garis besar terbagi menjadi tiga tema utama:
- Tauhid dan sifat-sifat Allah (seperti dalam Surah Al-Ikhlas, ayat-ayat tentang keesaan Allah, dan nama-nama-Nya).
- Kisah-kisah dan berita (tentang para nabi, umat terdahulu, surga, neraka, dan hari kiamat).
- Hukum-hukum dan perintah (seperti shalat, zakat, puasa, haji, dan muamalah).
Surah Al-Ikhlas secara sempurna mencakup tema pertama, yaitu tauhid dan pengagungan terhadap Allah. Oleh karena itu, pahalanya setara dengan membaca sepertiga Al-Qur'an.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhish Shalihin (4/213) menjelaskan bahwa keutamaan ini tidak berarti seseorang boleh meninggalkan membaca Al-Qur'an secara keseluruhan dan hanya membaca Surah Al-Ikhlas. Ini adalah keutamaan khusus yang menunjukkan betapa agungnya surah ini. Beliau juga mengingatkan bahwa pahala ini hanya didapat jika dibaca dengan penuh keimanan dan penghayatan, bukan sekadar bacaan tanpa makna.
Story Telling
Diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (no. 839) dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang sahabat yang mendengar orang lain membaca Surah Al-Ikhlas berulang-ulang di malam hari. Ketika pagi hari, ia mendatangi Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu, seolah-olah ia menganggap bacaan itu terlalu sedikit. Maka Rasulullah ﷺ bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sesungguhnya surah itu setara dengan sepertiga Al-Qur'an."
Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat pun kadang belum memahami keutamaan besar surah ini. Namun, ketika Nabi ﷺ menjelaskan, mereka langsung menerima dan mengamalkannya. Ini pelajaran bagi kita untuk tidak meremehkan amalan yang tampak kecil, karena bisa jadi di sisi Allah amalan itu sangat besar pahalanya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak membaca Surah Al-Ikhlas, terutama dalam shalat sunnah, dzikir pagi-petang, dan sebelum tidur, karena pahalanya setara dengan membaca sepertiga Al-Qur'an.
- Jangan meninggalkan membaca Al-Qur'an secara keseluruhan. Keutamaan ini adalah tambahan, bukan pengganti kewajiban membaca Al-Qur'an secara umum.
- Hayati makna tauhid dalam surah ini, yaitu mengesakan Allah dalam rububiyah, uluhiyah, dan asma' wa sifat.
- Ajarkan surah ini kepada keluarga dan anak-anak sejak dini, karena kandungannya adalah inti dari akidah Islam.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.