Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan keutamaan Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah [2]: 255) sebagai ayat paling agung dalam Al-Qur'an. Rasulullah ﷺ menguji sahabatnya, Ubayy bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu, dan membenarkan jawabannya dengan doa keberkahan ilmu. Ini adalah dalil bahwa Ayat Kursi mengandung makna keesaan Allah yang sempurna, sifat-Nya yang agung, dan keagungan yang tidak ada tandingannya.
Rujukan Ulama & Dalil
1. Ayat Al-Qur'an yang dimaksud dalam hadits:
QS. Al-Baqarah [2]: 255
اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ ۚ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ ۚ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ ۖ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Terjemahan: "Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari ilmu-Nya melainkan apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah Yang Maha Tinggi, Maha Besar."
2. Hadits yang sedang dijelaskan:
Hadits riwayat Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Keutamaan Surah Al-Kahf dan Ayat Kursi, no. 810, dari sahabat Ubayy bin Ka'ab radhiyallahu 'anhu.
3. Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan Ayat Kursi dan bahwa jawaban Ubayy bin Ka'ab benar, sehingga Nabi ﷺ mendoakannya.
- Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim menukil hadits ini dan menjelaskan bahwa Ayat Kursi mengandung sepuluh kalimat tentang keesaan Allah, sifat hidup-Nya, qayyumiyyah-Nya, dan keagungan-Nya.
Penjelasan Rinci
Hadits ini adalah salah satu dalil terkuat tentang keutamaan Ayat Kursi. Mari kita pahami beberapa poin penting:
1. Makna "Ayat Paling Agung"
Rasulullah ﷺ bertanya kepada Ubayy bin Ka'ab tentang ayat terbesar dalam Al-Qur'an. Ubayy menjawab dengan Ayat Kursi, dan Nabi ﷺ membenarkannya. Ini menunjukkan bahwa Ayat Kursi mengandung puncak pengagungan terhadap Allah ﷻ.
Imam Ibnu Katsir menjelaskan bahwa Ayat Kursi mencakup:
- Penetapan keesaan Allah (tauhid)
- Sifat al-Hayy (Maha Hidup) yang sempurna
- Sifat al-Qayyum (Maha Mengurus) yang tidak pernah lalai
- Kekuasaan Allah atas seluruh makhluk
- Ilmu Allah yang meliputi segala sesuatu
- Keagungan kursi-Nya yang meliputi langit dan bumi
2. Mengapa Ayat Kursi paling agung?
Syaikh Abdurrahman as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menjelaskan bahwa Ayat Kursi mengumpulkan:
- Tauhid uluhiyah (keesaan dalam ibadah): "Allah, tidak ada tuhan selain Dia"
- Tauhid rububiyah (keesaan dalam pengaturan): "al-Hayyul Qayyum"
- Kesempurnaan sifat Allah: hidup, berdiri sendiri, tidak mengantuk, tidak tidur
- Kekuasaan mutlak: milik-Nya langit dan bumi
- Ilmu yang meliputi: mengetahui yang terdahulu dan yang akan datang
- Keagungan kekuasaan: kursi-Nya meliputi langit dan bumi
3. Pelajaran dari sikap Ubayy bin Ka'ab
Ketika ditanya, Ubayy menjawab dengan tawadhu: "Allah dan Rasul-Nya lebih tahu." Ini mengajarkan adab seorang murid kepada gurunya. Namun setelah ditanya kedua kalinya, beliau menjawab dengan ilmu yang Allah berikan. Lalu Nabi ﷺ memukul dadanya dengan lembut—bukan pukulan menyakitkan, tetapi isyarat keberkahan—dan mendoakannya.
Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa pukulan di dada ini adalah isyarat dari Nabi ﷺ agar ilmu itu melekat kuat di hatinya, dan doa beliau "semoga ilmu ini menyenangkanmu" adalah doa keberkahan dan kebahagiaan dengan ilmu.
4. Keutamaan membaca Ayat Kursi
Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan Ayat Kursi. Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih-nya kisah Abu Hurairah dengan pencuri yang mengajarkan Ayat Kursi sebagai bacaan pelindung sebelum tidur, dan Nabi ﷺ membenarkan bahwa pencuri itu jujur.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin menjelaskan bahwa membaca Ayat Kursi setelah shalat wajib adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ, dan membacanya sebelum tidur adalah perlindungan dari gangguan setan.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Ubayy bin Ka'ab adalah salah satu sahabat yang paling banyak menghafal Al-Qur'an. Beliau termasuk ahlu al-Qur'an yang dihormati. Dalam riwayat lain, Nabi ﷺ bersabda tentang Ubayy: "Sebaik-baik qari' (pembaca Al-Qur'an) di antara kalian adalah Ubayy."
Dalam hadits ini, kita melihat bagaimana Nabi ﷺ menguji dan memuliakan sahabatnya. Beliau tidak langsung menyebutkan ayat terbesar, tetapi membiarkan Ubayy berpikir dan menjawab. Ketika Ubayy menjawab dengan benar, Nabi ﷺ mendoakannya dengan doa yang sangat indah: "Semoga ilmu ini menyenangkanmu."
Ini mengajarkan kita bahwa ilmu yang benar dan bermanfaat adalah nikmat yang paling berharga. Sebagaimana Imam Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang ilmu yang paling bermanfaat, beliau menjawab: "Ilmu yang membuatmu semakin dekat kepada Allah dan menjauhkanmu dari maksiat."
Kesimpulan Praktis
- Yakini bahwa Ayat Kursi adalah ayat terbesar dalam Al-Qur'an karena mengandung tauhid dan sifat-sifat Allah yang sempurna.
- Biasakan membaca Ayat Kursi setelah setiap shalat wajib—ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
- Baca Ayat Kursi sebelum tidur sebagai perlindungan dari gangguan setan, sebagaimana diajarkan dalam hadits shahih.
- Pelajari makna Ayat Kursi agar iman kita bertambah, bukan sekadar membacanya tanpa memahami.
- Teladani adab Ubayy bin Ka'ab: tawadhu dalam menjawab, tidak sombong dengan ilmu, dan menghormati guru.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.