Penjelasan Hadits Muslim No. 81 tentang Sujud tilawah menyebabkan setan menangis dan menjauh

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menggambarkan keutamaan sujud tilawah (sujud ketika membaca atau mendengar ayat sajdah) dan betapa besar kecemburuan serta penyesalan setan terhadap anak Adam. Ketika seorang hamba bersujud kepada Allah karena membaca ayat sujud, setan menjauh sambil menangis karena ia diperintahkan sujud namun menolak, sehingga ia berhak mendapat neraka. Ini menunjukkan bahwa sujud tilawah adalah amalan yang sangat dicintai Allah dan menjadi sebab seorang hamba didekatkan kepada surga.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Al-Iman, Bab "Penjelasan tentang Menyebutkan Nama Kekufuran bagi yang Meninggalkan Shalat" (bukan bab tentang sujud tilawah secara khusus, tetapi bab yang menjelaskan tentang kekufuran). Namun, dalam riwayat lain, hadits ini juga berkaitan dengan keutamaan sujud tilawah.

Teks Arab Hadits (dengan harakat lengkap):

حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، وَأَبُو كُرَيْبٍ قَالاَ حَدَّثَنَا أَبُو مُعَاوِيَةَ، عَنِ الأَعْمَشِ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "إِذَا قَرَأَ ابْنُ آدَمَ السَّجْدَةَ فَسَجَدَ اعْتَزَلَ الشَّيْطَانُ يَبْكِي يَقُولُ يَا وَيْلَهُ - وَفِي رِوَايَةِ أَبِي كُرَيْبٍ يَا وَيْلِي - أُمِرَ ابْنُ آدَمَ بِالسُّجُودِ فَسَجَدَ فَلَهُ الْجَنَّةُ وَأُمِرْتُ بِالسُّجُودِ فَأَبَيْتُ فَلِيَ النَّارُ".

Terjemahan: Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: "Ketika anak Adam membaca ayat sajadah lalu dia bersujud, maka setan menjauh sambil menangis seraya berkata: 'Celakalah aku, anak Adam diperintahkan untuk bersujud, lalu dia bersujud, maka baginya surga. Sedangkan aku diperintahkan untuk bersujud, tetapi aku menolak, maka bagiku neraka.'"

Dalil Al-Qur'an tentang Sujud Tilawah:

Allah Ta'ala berfirman (yang artinya): "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Al-Qur'an, mereka tidak bersujud."

(QS. Al-Insyiqaq [84]: 21)

Ayat ini menunjukkan celaan bagi orang yang tidak bersujud ketika mendengar ayat-ayat Allah, yang menunjukkan bahwa sujud tilawah adalah perintah yang agung.

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan sujud tilawah dan bahwa setan sangat menyesal karena keengganannya bersujud kepada Allah. Beliau juga menjelaskan bahwa sujud tilawah disunnahkan bagi pembaca dan pendengar ayat sajdah.
  • Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul-Bari (saat membahas hadits-hadits tentang sujud tilawah) menukil kesepakatan ulama bahwa sujud tilawah adalah amalan yang disyariatkan, dan beliau menjelaskan hikmahnya sebagai bentuk penghinaan terhadap setan dan ketaatan kepada Allah.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah salah satu hadits yang sangat dalam maknanya. Mari kita bedah bersama:

1. Makna "Idza qara-a ibnul aadamis-sajdah" (Ketika anak Adam membaca ayat sajdah)

Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud adalah ayat-ayat tertentu dalam Al-Qur'an yang disyariatkan untuk bersujud ketika membacanya atau mendengarnya. Ini adalah bentuk pengagungan terhadap kalamullah dan ketundukan kepada perintah-Nya.

2. Perilaku Setan: "I'tazalasy-syaithanu yabki" (Setan menjauh sambil menangis)

  • Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa setan menjauh karena tidak tahan melihat ketaatan anak Adam, dan ia menangis karena sedih dan kecewa. Ini menunjukkan bahwa setiap ketaatan yang dilakukan seorang hamba adalah sesuatu yang sangat dibenci setan.
  • Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dalam Majmu' Al-Fatawa menjelaskan bahwa setan sangat membenci sujud, karena sujud adalah puncak ketundukan seorang hamba kepada Allah. Setan sendiri diusir dari surga karena menolak sujud kepada Adam, sehingga ketika melihat anak Adam bersujud, ia teringat akan kehinaannya.

3. Ucapan Setan: "Ya wailahu" (Celakalah aku)

  • Ini adalah ungkapan penyesalan yang sangat dalam. Setan mengakui bahwa anak Adam diperintahkan sujud dan ia patuh, sehingga berhak mendapat surga. Sedangkan dirinya diperintahkan sujud namun menolak, sehingga berhak mendapat neraka.
  • Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal-Hikam menjelaskan bahwa penyesalan setan ini adalah penyesalan yang tidak bermanfaat, karena ia telah memilih kesombongan dan keengganan. Ini menjadi pelajaran bagi kita agar tidak meniru kesombongan setan dalam menolak perintah Allah.

4. Pelajaran dari Hadits Ini:

  • Keutamaan sujud tilawah: Sujud tilawah adalah amalan yang sangat dicintai Allah dan dibenci setan. Semakin sering kita bersujud kepada Allah, semakin jauh setan dari kita.
  • Sujud adalah bentuk ketaatan yang agung: Sujud adalah posisi paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya. Rasulullah ﷺ bersabda: "Keadaan paling dekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah ketika ia bersujud." (HR. Muslim)
  • Perbedaan antara anak Adam dan setan: Anak Adam diciptakan dengan fitrah untuk tunduk kepada Allah, sedangkan setan memilih kesombongan. Maka, sujud tilawah adalah simbol kemenangan fitrah manusia atas kesombongan setan.

5. Hukum Sujud Tilawah:

Para ulama berbeda pendapat tentang hukumnya:

  • Mayoritas ulama (Imam Syafi'i, Imam Ahmad, dan lainnya) berpendapat bahwa sujud tilawah adalah sunnah, bukan wajib. Ini berdasarkan hadits bahwa Umar bin Khattab pernah membaca ayat sajdah di atas mimbar lalu turun dan bersujud, dan di lain waktu ia tidak bersujud, seraya berkata: "Siapa yang tidak bersujud, tidak ada dosa baginya." (HR. Bukhari)
  • Sebagian ulama berpendapat bahwa sujud tilawah adalah wajib bagi yang membaca ayat sajdah, berdasarkan keumuman perintah sujud dalam Al-Qur'an.

Namun, pendapat yang lebih kuat adalah bahwa sujud tilawah adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan), bukan wajib. Ini adalah pendapat jumhur ulama, termasuk Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad.

Story Telling

Ada kisah yang sangat terkenal tentang setan dan sujudnya anak Adam. Diriwayatkan bahwa ketika Adam diciptakan, Allah memerintahkan para malaikat untuk bersujud kepadanya sebagai penghormatan. Semua malaikat bersujud, kecuali Iblis yang sombong dan menolak. Ia berkata: "Aku lebih baik darinya, Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS. Al-A'raf [7]: 12)

Karena kesombongannya, Iblis diusir dari surga dan dilaknat oleh Allah hingga hari kiamat. Namun, ia tidak pernah berhenti menyesatkan anak Adam. Ketika ia melihat anak Adam bersujud kepada Allah, ia teringat akan kejadian tersebut dan menangis karena ia tahu bahwa sujud adalah sebab keselamatan, sedangkan keengganannya adalah sebab kebinasaan.

Hikmah: Jangan pernah sombong untuk tunduk kepada Allah. Sujud adalah simbol ketundukan yang paling agung. Setan binasa karena kesombongan, dan anak Adam selamat karena kerendahan hati di hadapan Allah.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersegeralah bersujud tilawah ketika membaca atau mendengar ayat sajdah, karena ini adalah amalan yang sangat dicintai Allah dan dibenci setan.
  2. Jauhilah sifat sombong seperti kesombongan setan. Sombong adalah penghalang terbesar untuk taat kepada Allah.
  3. Perbanyak sujud dalam shalat, karena sujud adalah posisi terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya.
  4. Jadikan sujud sebagai sarana untuk mengalahkan setan, karena setiap kali kita bersujud, setan semakin jauh dan semakin sedih.
  5. Ajarkan kepada keluarga dan orang-orang di sekitar kita tentang keutamaan sujud tilawah dan pentingnya merendahkan diri di hadapan Allah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?