Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 807 tentang Keutamaan dua ayat terakhir Al-Baqarah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan luar biasa dari dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah (ayat 285-286). Barangsiapa membaca kedua ayat ini di malam hari, maka Allah akan mencukupinya dari segala keburukan, melindunginya dari gangguan setan, dan pahala keduanya setara dengan pahala shalat malam atau membaca Al-Qur'an sepertiga malam. Ini adalah amalan ringan namun berpahala besar yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap malam.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim

Teks hadits dalam Shahih Muslim no. 807:

> وَحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ، حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ، حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ، عَنْ إِبْرَاهِيمَ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ قَالَ: لَقِيتُ أَبَا مَسْعُودٍ عِنْدَ الْبَيْتِ فَقُلْتُ: حَدِيثٌ بَلَغَنِي عَنْكَ فِي الْآيَتَيْنِ فِي سُورَةِ الْبَقَرَةِ. فَقَالَ: نَعَمْ. قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: "الْآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ".

Dua Ayat Terakhir Surah Al-Baqarah (QS. Al-Baqarah [2]: 285-286)

Ayat 285:

> آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ

Artinya: "Rasul telah beriman kepada Al-Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka berkata): 'Kami tidak membeda-bedakan antara seorang pun dari rasul-rasul-Nya.' Dan mereka berkata: 'Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami ya Tuhan kami, dan kepada Engkaulah tempat kembali.'"

Ayat 286:

> لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ ۖ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا ۚ أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

Artinya: "Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): 'Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tidak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah pelindung kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.'"

Penjelasan Ulama

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim (6/86) menjelaskan makna "كَفَتَاهُ" (mencukupinya) dengan dua pendapat utama:

  1. Mencukupi dari segala keburukan - melindungi pembacanya dari gangguan setan dan hal-hal yang tidak diinginkan
  2. Mencukupi dari shalat malam - pahalanya setara dengan shalat malam atau membaca Al-Qur'an sepertiga malam

Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari (8/672) menambahkan bahwa makna "mencukupi" juga mencakup perlindungan dari godaan setan sepanjang malam.

Penjelasan Rinci

Hadits ini diriwayatkan oleh sahabat Abu Mas'ud al-Badri radhiyallahu 'anhu, seorang sahabat yang ikut dalam Bai'at Aqabah dan Perang Badar. Beliau menyampaikan kabar gembira dari Rasulullah ﷺ tentang keutamaan dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah.

Makna "كَفَتَاهُ" (Mencukupinya)

Para ulama dari kalangan salaf memberikan beberapa penafsiran:

  1. Imam al-Bukhari rahimahullah (dalam Shahih al-Bukhari, Kitab Fadhail Al-Qur'an) meriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata: "Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, jika dibaca di malam hari, maka akan mencukupinya dari shalat malam." Ini menunjukkan pahala yang sangat besar.
  2. Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah (dalam Musnad Ahmad) meriwayatkan dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah, aku diberi keduanya dari perbendaharaan di bawah 'Arsy." Ini menunjukkan keistimewaan kedua ayat tersebut.
  3. Ibnu Katsir rahimahullah dalam Tafsir al-Qur'an al-'Azhim (1/736) menjelaskan bahwa kedua ayat ini mengandung:
  • Iman kepada Allah, malaikat, kitab, dan rasul
  • Ketaatan dan kepasrahan total kepada Allah
  • Permohonan ampun dan pengakuan kelemahan diri
  • Doa perlindungan dari beban berat dan siksa
  • Permohonan pertolongan menghadapi musuh
  1. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam Taisir al-Karim ar-Rahman (1/118) menjelaskan bahwa kedua ayat ini mencakup pokok-pokok agama: iman, tauhid, ibadah, doa, dan tawakal. Karena itu, membaca keduanya dengan penuh penghayatan akan mendatangkan perlindungan dan kecukupan dari Allah.

Keutamaan Khusus

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam al-Adzkar (hlm. 115) menyebutkan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan membaca dua ayat terakhir Al-Baqarah setiap malam. Beliau juga meriwayatkan bahwa sebagian salaf menjadikan amalan ini sebagai rutinitas harian.

Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam Jami' al-'Ulum wa al-Hikam (2/487) menjelaskan bahwa kedua ayat ini mengandung doa-doa yang sangat agung, sehingga barangsiapa membacanya dengan penuh keyakinan, Allah akan mengabulkan permohonannya.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Mas'ud al-Badri radhiyallahu 'anhu, beliau berkata: "Rasulullah ﷺ bersabda: 'Barangsiapa membaca dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah di malam hari, maka itu akan mencukupinya.'" (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Imam al-Bukhari rahimahullah meriwayatkan bahwa ketika seorang sahabat mendengar hadits ini, beliau langsung mengamalkannya setiap malam. Suatu malam, beliau lupa membacanya, lalu beliau bermimpi melihat sesuatu yang mengingatkannya. Beliau pun segera bangun dan membacanya, karena takut kehilangan keberkahan malam itu.

Kisah ini menunjukkan betapa para salaf sangat bersemangat mengamalkan sunnah Nabi ﷺ, terutama amalan yang ringan namun memiliki keutamaan besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Amalan ringan, pahala besar: Bacalah dua ayat terakhir Surah Al-Baqarah setiap malam sebelum tidur atau di waktu malam.
  2. Waktu membaca: Bisa dibaca kapan saja di malam hari, baik sebelum tidur, setelah shalat Isya, atau di akhir malam.
  3. Cara membaca: Bacalah dengan tartil, pahami maknanya, dan hayati doa-doa yang terkandung di dalamnya.
  4. Keutamaan yang didapat:
  • Perlindungan dari gangguan setan sepanjang malam
  • Pahala setara shalat malam atau membaca Al-Qur'an sepertiga malam
  • Dicukupkan dari segala keburukan oleh Allah
  1. Istiqamah: Usahakan untuk tidak meninggalkan amalan ini, karena para salaf sangat menjaga rutinitas ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.