Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan betapa besar pahala dan keutamaan membaca Al-Qur'an di dalam shalat. Rasulullah ﷺ membuat perumpamaan dengan harta paling berharga bagi orang Arab saat itu — tiga unta betina besar, gemuk, dan hamil — lalu menegaskan bahwa tiga ayat yang dibaca dalam shalat lebih baik daripada semua itu. Intinya: membaca Al-Qur'an dalam shalat adalah "kekayaan" hakiki yang pahalanya jauh melampaui kenikmatan dunia.
Rujukan Ulama & Dalil
Ayat Al-Qur'an yang relevan:
QS. Al-Muzzammil [73]: 20
إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ
Terjemahan ringkas: "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua, atau sepertiganya, dan segolongan dari orang-orang yang bersamamu... maka bacalah apa yang mudah dari Al-Qur'an."
Hadits terkait:
Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah رضي الله عنه, dikeluarkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, no. 802. Sanadnya: Abu Bakr bin Abi Syaibah dan Abu Sa'id al-Asyaj → Waki' bin al-Jarrah → Al-A'masy → Abu Shalih → Abu Hurairah.
Kaitan dengan ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini memotivasi untuk memperbanyak bacaan Al-Qur'an dalam shalat, dan perumpamaan unta dipilih karena itu adalah harta paling dicintai orang Arab.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menegaskan bahwa keutamaan ini berlaku umum untuk bacaan dalam shalat, baik shalat wajib maupun sunnah.
- Ibn Katsir dalam tafsirnya menyebutkan bahwa membaca Al-Qur'an adalah sebaik-baik dzikir dan amal lisan.
Penjelasan Rinci
Makna umum hadits:
Rasulullah ﷺ bertanya kepada para sahabat dengan pertanyaan yang menyentuh naluri manusia: siapa yang tidak ingin pulang ke rumah dan mendapati tiga unta betina besar, gemuk, dan hamil? Tentu semua ingin. Unta seperti ini dalam budaya Arab adalah simbol kekayaan, kemakmuran, dan kehormatan. Lalu beliau ﷺ menyatakan bahwa tiga ayat yang dibaca dalam shalat lebih baik daripada semua itu.
Bagaimana ulama memahami hadits ini:
- Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan:
- Perumpamaan ini adalah metode targib (motivasi) yang sangat efektif.
- "Khilfat" (خَلِفَات) adalah bentuk jamak dari "khilfah", yaitu unta betina yang sedang hamil dan gemuk — harta paling berharga.
- Beliau menegaskan bahwa keutamaan ini menunjukkan bahwa pahala bacaan Al-Qur'an dalam shalat melampaui seluruh kenikmatan dunia.
- Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menyebutkan:
- Hadits ini menjadi dalil keutamaan membaca Al-Qur'an dalam shalat secara khusus, bukan hanya di luar shalat.
- Beliau juga menyebut bahwa "tiga ayat" bukan batasan angka, melainkan contoh — semakin banyak dan semakin baik bacaan, semakin besar keutamaannya.
- Ibn Rajab al-Hanbali (dalam Latha'if al-Ma'arif) menjelaskan:
- Al-Qur'an adalah makanan ruh, sedangkan harta adalah makanan jasad. Maka yang memberi kehidupan ruh tentu lebih utama.
- Beliau mengingatkan bahwa orang yang sibuk dengan dunia hingga meninggalkan bacaan Al-Qur'an dalam shalat telah tertipu.
- Syeikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam kitabnya menjelaskan bahwa bacaan Al-Qur'an dalam shalat adalah cahaya bagi hati, penenang jiwa, dan penyebab masuknya keberkahan dalam hidup.
Perbedaan pendapat:
Sebagian ulama membahas apakah keutamaan ini khusus untuk shalat fardhu atau mencakup shalat sunnah. Jumhur ulama dari daftar (an-Nawawi, Ibnu Hajar) menyatakan keutamaan ini mencakup keduanya, karena lafaz hadits bersifat umum ("فِي صَلاَتِهِ" — dalam shalatnya). Yang paling kuat adalah pendapat jumhur: keutamaan berlaku untuk semua shalat.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa sebagian salaf, ketika membaca hadits ini, menangis karena menyadari betapa sering mereka menyia-nyiakan bacaan Al-Qur'an dalam shalat. Al-Hasan al-Bashri pernah berkata bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dalam shalatnya dengan penuh perhatian, maka setiap hurufnya adalah cahaya baginya di hari kiamat. Sementara harta dunia — termasuk unta-unta terbaik — akan ditinggalkan saat seseorang wafat, sedangkan pahala bacaan Al-Qur'an akan terus mengiringi.
Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam Zadul Ma'ad menyebutkan bahwa Nabi ﷺ sering memanjangkan bacaan dalam shalat malam hingga kakinya bengkak, semata-mata karena beliau mengetahui nilai bacaan Al-Qur'an yang jauh melampaui dunia dan seisinya.
Kesimpulan Praktis
- Perbanyak bacaan Al-Qur'an dalam shalat — baik wajib maupun sunnah — karena pahalanya lebih baik dari harta dunia.
- Jangan tergesa-gesa dalam shalat — beri waktu untuk membaca ayat dengan tartil dan tadabbur.
- Renungkan perumpamaan hadits ini — jika kita diberi pilihan antara tiga unta terbaik atau tiga ayat dalam shalat, sungguh kita akan memilih yang kekal.
- Jadikan Al-Qur'an kebiasaan harian — minimal beberapa ayat setiap shalat, agar hati tetap hidup.
- Ingat bahwa harta dunia akan hilang, sedangkan pahala bacaan Al-Qur'an akan kekal dan menjadi cahaya di hari kiamat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.