Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar bagi seluruh umat Islam, baik yang sudah lancar membaca Al-Qur'an maupun yang masih terbata-bata. Hadits ini mengajarkan bahwa kedudukan orang yang mahir membaca Al-Qur'an sangat tinggi, yaitu bersama para malaikat yang mulia. Namun, kabar gembira juga diberikan kepada orang yang berusaha membaca walaupun terbata-bata dan merasa kesulitan, karena ia mendapat dua pahala: satu pahala karena membaca, dan satu pahala lagi karena kesulitan yang ia hadapi. Ini menunjukkan bahwa Allah tidak melihat hasil akhir semata, tetapi juga melihat usaha dan kesungguhan hamba-Nya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks hadits yang Anda sampaikan adalah benar dan shahih, diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Keutamaan Orang yang Mahir dalam Al-Qur'an dan yang Terbata-bata di dalamnya, nomor 798. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan Ibnu Majah dari jalur yang berbeda.
Ayat Al-Qur'an yang Relevan:
Allah Ta'ala berfirman:
> وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ
"Dan sungguh, telah Kami mudahkan Al-Qur'an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (QS. Al-Qamar [54]: 17)
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah memudahkan Al-Qur'an untuk dibaca, dihafal, dan dipahami bagi siapa yang bersungguh-sungguh. Namun, kemudahan ini tidak berarti tanpa usaha. Hadits di atas menjelaskan bahwa orang yang berusaha keras hingga terbata-bata tetap mendapatkan ganjaran yang besar.
Kaitan dengan Ulama:
Para ulama dari kalangan salaf sangat memperhatikan hadits ini. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "mahir" (الماهر) adalah orang yang lancar, hafal, dan baik bacaannya. Sedangkan "سَفَرَة" adalah para malaikat pencatat, dan "كِرَامٍ بَرَرَةٍ" adalah sifat mereka yang mulia dan baik. Al-Qadhi 'Iyadh (yang juga dinukil oleh Imam An-Nawawi) menjelaskan bahwa orang yang mahir kedudukannya lebih utama karena ia lebih sempurna dalam membaca dan menghafal.
Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani dalam Fathul Bari juga membahas hadits ini dan menegaskan bahwa pahala dua kali lipat bagi yang terbata-bata adalah karena ia bersabar atas kesulitan dan tetap berusaha.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung dua kabar gembira yang berbeda:
Pertama: Kedudukan Orang yang Mahir (الماهر بالقرآن)
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang mahir membaca Al-Qur'an akan bersama para malaikat yang mulia dan baik. Para ulama menjelaskan bahwa "mahir" di sini bukan sekadar lancar, tetapi juga mencakup kefasihan, hafalan yang kuat, dan pemahaman yang baik. Orang seperti ini akan ditempatkan di sisi para malaikat safarah (para utusan Allah) yang mencatat amal dan menyampaikan wahyu. Ini adalah kedudukan yang sangat tinggi dan mulia.
Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa hadits ini adalah dalil keutamaan orang yang menghafal Al-Qur'an dan membacanya dengan baik. Beliau juga menukil dari para ulama bahwa orang yang mahir lebih utama daripada yang terbata-bata, karena ia lebih sempurna dalam amalannya.
Kedua: Dua Pahala bagi yang Terbata-bata
Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dengan terbata-bata dan merasa kesulitan akan mendapat dua pahala. Para ulama menjelaskan dua pahala tersebut:
- Pahala membaca Al-Qur'an itu sendiri, karena setiap huruf yang dibaca mendapat satu kebaikan yang dilipatgandakan menjadi sepuluh.
- Pahala atas kesulitan dan kesabarannya dalam berusaha membaca. Ini adalah pahala tambahan yang diberikan karena ia tidak menyerah dan tetap berjuang.
Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami' Al-'Ulum wal Hikam menjelaskan bahwa pahala kedua ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya yang bersungguh-sungguh. Beliau mengutip hadits lain bahwa orang yang membaca Al-Qur'an dengan susah payah akan mendapat dua pahala, dan ini menunjukkan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini adalah motivasi bagi orang yang belum lancar membaca Al-Qur'an. Beliau menegaskan bahwa janganlah seseorang merasa rendah diri atau putus asa karena bacaannya belum lancar. Yang penting adalah terus berusaha dan tidak meninggalkan Al-Qur'an.
Pelajaran Penting:
Hadits ini mengajarkan bahwa Al-Qur'an adalah kitab yang mulia dan membacanya adalah ibadah yang agung. Baik yang lancar maupun yang terbata-bata, keduanya mendapatkan pahala. Namun, yang terbata-bata mendapat keistimewaan berupa pahala ganda karena kesulitannya. Ini adalah rahmat Allah yang sangat luas.
Story Telling
Ada kisah yang sangat menyentuh tentang seorang sahabat yang terbata-bata dalam membaca Al-Qur'an. Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
> "Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan dilipatgandakan menjadi sepuluh. Aku tidak mengatakan alif lam mim itu satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf." (HR. At-Tirmidzi, dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albani)
Kisah ini menunjukkan bahwa setiap huruf yang dibaca, walaupun terbata-bata, tetap dihitung sebagai kebaikan yang berlipat ganda. Bayangkan jika seseorang membaca satu ayat dengan susah payah, betapa banyak pahala yang ia kumpulkan.
Ada juga kisah tentang Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu. Rasulullah ﷺ pernah bersabda kepadanya:
> "Sesungguhnya aku telah diberi sebagian dari seruling (merdu) keluarga Dawud." (HR. Bukhari dan Muslim)
Abu Musa memiliki suara yang sangat merdu dalam membaca Al-Qur'an. Namun, ini tidak berarti orang yang suaranya tidak merdu menjadi rendah. Hadits tentang orang yang terbata-bata ini adalah penegasan bahwa Allah melihat hati dan usaha, bukan hanya keindahan suara.
Kesimpulan Praktis
- Jangan pernah meninggalkan Al-Qur'an, baik Anda sudah lancar maupun masih terbata-bata. Teruslah membaca, karena setiap hurufnya adalah pahala.
- Jika Anda merasa kesulitan membaca, jangan bersedih. Justru Anda berpeluang mendapatkan dua pahala sekaligus. Teruslah berusaha dan perbaiki bacaan Anda.
- Jika Anda sudah mahir, jangan sombong. Pertahankan dan tingkatkan kualitas bacaan serta hafalan Anda, dan ajarkan kepada orang lain.
- Jadikan Al-Qur'an sebagai teman sehari-hari, baik dengan membaca, menghafal, maupun mentadabburi maknanya.
- Perbaiki niat dalam membaca Al-Qur'an, yaitu semata-mata karena Allah Ta'ala, bukan untuk pamer atau mencari pujian.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.