Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini melarang kita menjadikan rumah seperti kuburan, yaitu sunyi dari ibadah dan bacaan Al-Qur’an. Sebaliknya, rumah hendaknya dihidupkan dengan dzikir dan tilawah, terutama Surah Al-Baqarah, karena setan akan lari dari rumah yang dibacakan surah tersebut. Ini menunjukkan keutamaan membaca Al-Qur’an di rumah dan pentingnya menjaga rumah dari gangguan setan.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits utama:
Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id, telah menceritakan kepada kami Ya’qub —yaitu Ibnu Abdurrahman al-Qari— dari Suhail, dari ayahnya, dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
> لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ
“Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan akan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah di dalamnya.” (HR. Muslim, no. 780)
Ayat Al-Qur’an yang terkait:
Allah berfirman:
> وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS. Thaha [20]: 124)
Ayat ini menunjukkan pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat dzikir dan bacaan Al-Qur’an agar terhindar dari kesempitan hidup dan gangguan setan.
Penjelasan ulama dari daftar:
- Imam An-Nawawi (dalam Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim) menjelaskan: “Makna ‘jangan jadikan rumah kalian sebagai kuburan’ adalah jangan biarkan rumah kalian kosong dari shalat, bacaan Al-Qur’an, dan dzikir, sehingga seperti kuburan yang tidak ada ibadah di dalamnya. Sebaliknya, hidupkanlah rumah kalian dengan ketaatan.”
- Imam Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menambahkan: “Larangan ini bersifat makruh tanzih (tidak sampai haram), namun sangat dianjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah dan tilawah di rumah.”
- Imam Al-Qurthubi (dalam At-Tadzkirah) dan Ibnu Katsir (dalam tafsirnya) juga menekankan bahwa membaca Surah Al-Baqarah secara rutin di rumah menjadi perisai dari setan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung dua petunjuk besar:
Pertama, larangan menjadikan rumah seperti kuburan.
Kuburan adalah tempat yang tidak ada shalat, bacaan Al-Qur’an, atau dzikir di dalamnya, karena mayat tidak lagi beribadah. Rumah yang sunyi dari ibadah menyerupai kuburan, sehingga dicela. Namun, bukan berarti rumah benar-benar menjadi kuburan secara fisik, melainkan secara makna: rumah yang tidak dihidupkan dengan ketaatan kepada Allah.
Ulama seperti Imam Ahmad bin Hanbal dan Imam Asy-Syafi’i menganjurkan untuk memperbanyak shalat sunnah di rumah, bukan hanya di masjid, agar rumah tidak menjadi “kuburan” yang mati secara spiritual. Imam Al-Bukhari juga meriwayatkan dari Jabir bahwa Nabi ﷺ bersabda: “Apabila salah seorang di antara kalian selesai shalat di masjid, hendaklah ia menjadikan sebagian shalatnya di rumah, karena sesungguhnya Allah akan menjadikan kebaikan di rumahnya karena shalatnya itu.” (HR. Muslim, no. 782)
Kedua, keutamaan membaca Surah Al-Baqarah di rumah.
Setan sangat takut kepada surah ini. Ibnu Mas’ud (diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi) berkata: “Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah, dan ia mendengar suara bacaan itu lalu menjauh.” Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Abu Hurairah secara marfu’: “Janganlah kalian jadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan Surah Al-Baqarah.”
Para ulama seperti Ibnu Rajab Al-Hanbali dalam Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam menjelaskan: “Barangsiapa membaca Al-Qur’an di rumahnya, maka rumah itu akan bercahaya dan setan tidak akan masuk. Dan barangsiapa yang meninggalkannya, rumahnya menjadi gelap dan setan merasa nyaman di sana.”
Hikmah dari hadits ini:
- Mendorong untuk menghidupkan rumah dengan ibadah, bukan hanya di masjid.
- Mengajarkan bahwa bacaan Al-Qur’an memiliki efek nyata dalam melindungi rumah dari gangguan setan.
- Menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-Nya dengan memberikan sarana perlindungan yang mudah.
Story Telling
Kisah dari sahabat ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallahu ‘anhu:
Diriwayatkan bahwa ‘Utsman sering membaca Al-Qur’an di rumahnya. Suatu ketika ia mendapati rumahnya terasa aman dan tenteram. Ia pun berkata: “Aku tidak pernah melihat kejelekan di rumahku sejak aku membiasakan membaca Surah Al-Baqarah setiap malam.” (Disebutkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Syua’b al-Iman dengan sanad hasan)
Kisah ini mengajarkan bahwa membiasakan tilawah di rumah membawa keberkahan dan keamanan dari setan.
Kesimpulan Praktis
- Hidupkan rumah dengan ibadah: Shalat sunnah, membaca Al-Qur’an, dzikir, dan doa.
- Biasakan membaca Surah Al-Baqarah di rumah, baik sendiri atau bersama keluarga, karena menjadi tameng dari setan.
- Jangan biarkan rumah sepi dari Al-Qur’an, karena setan akan betah di rumah yang kosong dari dzikir.
- Ajak keluarga untuk mendengarkan dan membaca Al-Qur’an bersama, agar rumah dipenuhi cahaya iman.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur’an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.