Penjelasan Hadits Muslim No. 774 tentang Setan mengencingi telinga orang yang tidur sepanjang malam

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan celaan Nabi ﷺ terhadap orang yang tidur sepanjang malam hingga pagi tanpa bangun untuk shalat, terutama shalat wajib. Ungkapan "setan kencing di telinganya" adalah kiasan yang menggambarkan bahwa setan telah menguasai dan menutupi telinganya dari mendengar kebaikan, sehingga ia terhalang dari ibadah. Ini bukan berarti kencing secara hakiki, melainkan bentuk celaan yang keras agar kita menjaga shalat malam dan tidak dikuasai setan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya (no. 774), dari sahabat Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

ذُكِرَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ رَجُلٌ نَامَ لَيْلَةً حَتَّى أَصْبَحَ قَالَ " ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِي أُذُنَيْهِ " أَوْ قَالَ " فِي أُذُنِهِ "

Terjemahan: "Disebutkan di hadapan Rasulullah ﷺ tentang seorang laki-laki yang tidur sepanjang malam hingga pagi. Beliau bersabda: 'Itu adalah laki-laki yang setan kencing di kedua telinganya,' atau beliau bersabda: 'di telinganya.'"

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan gangguan setan terhadap orang yang lalai dari dzikir:

QS. Al-Mujadilah [58]: 19

اسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطَانُ فَأَنسَاهُمْ ذِكْرَ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ حِزْبُ الشَّيْطَانِ ۚ أَلَا إِنَّ حِزْبَ الشَّيْطَانِ هُمُ الْخَاسِرُونَ

Terjemahan: "Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa kepada Allah. Mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang merugi."

QS. Al-A'raf [7]: 201

إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُمْ مُّبْصِرُونَ

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa, apabila mereka ditimpa bisikan setan, mereka segera ingat kepada Allah, maka ketika itu mereka melihat (kebenaran)."

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan celaan keras Nabi ﷺ terhadap orang yang meninggalkan shalat malam, khususnya shalat wajib seperti Isya dan Subuh, atau shalat tahajud, hingga pagi tanpa bangun sama sekali.

Makna "setan kencing di telinganya":

Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah kiasan (majaz), bukan hakikat. Maknanya adalah setan telah menguasai telinganya, menutupinya dari mendengar kebenaran dan dzikir, serta menjadikannya lalai dari ibadah. Ini seperti seseorang yang kencing di telinganya sehingga telinga itu tidak berfungsi untuk mendengar. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ini bisa jadi hakiki sebagaimana zahirnya, dan tidak ada masalah menerima zahirnya karena Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Namun pendapat yang lebih kuat menurut jumhur adalah kiasan tentang penguasaan setan.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa tidur sepanjang malam hingga pagi tanpa bangun untuk shalat adalah tanda dikuasai setan dan merupakan perbuatan yang tercela.

Ibn Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menjelaskan bahwa setan memiliki pengaruh terhadap manusia, terutama saat tidur. Setan senang jika manusia tidur sepanjang malam sehingga terlewat shalat dan dzikir. Karena itu, Nabi ﷺ mengajarkan doa sebelum tidur dan amalan-amalan yang menjaga seseorang dari gangguan setan.

Ibn Qayyim al-Jawziyyah dalam kitabnya menjelaskan bahwa tidur yang berlebihan dan meninggalkan shalat adalah pintu masuk setan ke dalam hati manusia. Setan akan menutupi telinga dan hati dari mendengar dan mengingat Allah.

Kaitan dengan shalat malam:

Hadits ini tidak berarti setiap orang yang tidur malam lalu bangun pagi untuk shalat Subuh tercela. Celaan ini ditujukan kepada orang yang tidur sepanjang malam hingga pagi tanpa bangun sama sekali untuk shalat, terutama shalat wajib. Jika seseorang bangun untuk shalat Subuh, maka ia tidak termasuk dalam celaan ini.

Perbedaan pendapat ulama:

Sebagian ulama seperti Ibn Khuzaymah dan Ibn Hibban memahami hadits ini secara zahir bahwa setan benar-benar kencing di telinga. Namun jumhur ulama seperti an-Nawawi dan Ibnu Hajar memahami sebagai kiasan. Yang paling kuat adalah pendapat jumhur karena sesuai dengan kaidah bahasa Arab dan tidak menimbulkan kesan bahwa setan memiliki sifat seperti manusia.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu 'anhu adalah sahabat yang sangat dekat dengan Nabi ﷺ dan banyak meriwayatkan hadits. Suatu ketika, di majelis Nabi ﷺ, seseorang menyebutkan tentang seorang laki-laki yang tidur sepanjang malam hingga pagi. Nabi ﷺ pun bersabda dengan sabda yang keras namun penuh hikmah: "Itu adalah laki-laki yang setan kencing di telinganya."

Para sahabat memahami bahwa ini adalah peringatan agar mereka tidak lalai dari shalat malam. Mereka pun berlomba-lomba untuk bangun malam, shalat tahajud, dan berdzikir kepada Allah. Abdullah bin Mas'ud sendiri dikenal sebagai sahabat yang rajin beribadah dan selalu menjaga shalatnya.

Hikmahnya: Setan akan selalu berusaha menjauhkan manusia dari ibadah, terutama shalat malam. Maka kita harus melawan godaan itu dengan bangun dan beribadah, meskipun hanya sebentar.

Kesimpulan Praktis

  1. Tidur sepanjang malam hingga pagi tanpa bangun untuk shalat adalah perbuatan tercela dan tanda dikuasai setan.
  2. "Setan kencing di telinga" adalah kiasan tentang penguasaan setan yang menutupi telinga dan hati dari dzikir dan ibadah.
  3. Jagalah shalat wajib, terutama Subuh, dan biasakan shalat malam (tahajud) meskipun hanya dua rakaat.
  4. Bacalah doa sebelum tidur dan amalan-amalan yang melindungi dari gangguan setan.
  5. Jika pernah tidur sepanjang malam, bertaubatlah dan jangan mengulanginya.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?