Penjelasan Hadits Muslim No. 739 tentang Kebiasaan tidur dan shalat malam Nabi

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan kebiasaan shalat malam Nabi ﷺ: beliau tidur di awal malam, bangun di akhir malam, dan jika junub beliau menuangkan air ke seluruh tubuh (mandi), jika tidak junub cukup berwudhu, lalu shalat dua raka'at. Hadits ini juga menunjukkan bahwa witir itu satu raka'at dan bahwa satu raka'at shalat itu sah. Ini adalah bimbingan agar kita tidak berlebihan dan mengikuti sunnah Nabi ﷺ secara praktis.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Shalat Malam dan Jumlah Raka'at Nabi ﷺ di Malam Hari, nomor 739. Perawinya adalah Aisyah radhiyallahu 'anha, dan jalur periwayatannya melalui Abu Ishaq as-Sabi'i yang bertanya kepada Al-Aswad bin Yazid.

Teks hadits yang disebutkan sudah lengkap dengan harakat. Terjemahannya sebagaimana yang disebutkan dalam pertanyaan.

Dalil Al-Qur'an yang relevan tentang shalat malam:

QS. Al-Muzzammil [73]: 20

إِنَّ رَبَّكَ يَعْلَمُ أَنَّكَ تَقُومُ أَدْنَىٰ مِن ثُلُثَيِ اللَّيْلِ وَنِصْفَهُ وَثُلُثَهُ وَطَائِفَةٌ مِّنَ الَّذِينَ مَعَكَ ۚ وَاللَّهُ يُقَدِّرُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ ۚ عَلِمَ أَن لَّن تُحْصُوهُ فَتَابَ عَلَيْكُمْ ۖ فَاقْرَءُوا مَا تَيَسَّرَ مِنَ الْقُرْآنِ ۚ

Terjemahan: "Sesungguhnya Tuhanmu mengetahui bahwa engkau berdiri (shalat) kurang dari dua pertiga malam, atau seperdua malam, atau sepertiganya, dan (demikian pula) segolongan dari orang-orang yang bersamamu. Allah menetapkan ukuran malam dan siang. Allah mengetahui bahwa kamu tidak dapat menentukan batas-batas waktu itu, maka Dia memberi keringanan kepadamu, karena itu bacalah apa yang mudah (bagimu) dari Al-Qur'an."

Dalil tentang witir satu raka'at:

Hadits dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, Nabi ﷺ bersabda:

صَلَاةُ اللَّيْلِ مَثْنَى مَثْنَى، فَإِذَا خَشِيَ أَحَدُكُمُ الصُّبْحَ صَلَّى رَكْعَةً وَاحِدَةً، تُوتِرُ لَهُ مَا قَدْ صَلَّى

Terjemahan: "Shalat malam itu dua raka'at dua raka'at. Jika salah seorang dari kalian khawatir masuk waktu subuh, maka shalatlah satu raka'at sebagai witir bagi shalat yang telah dikerjakan." (HR. Bukhari dan Muslim)

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dalam daftar rujukan:

Pertama: Pembagian waktu malam Nabi ﷺ

Aisyah radhiyallahu 'anha menjelaskan bahwa Nabi ﷺ tidur di awal malam dan menghidupkan akhir malam. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini menunjukkan keutamaan tidur di awal malam untuk menguatkan badan dalam beribadah, dan bangun di akhir malam untuk shalat. Ini juga sesuai dengan QS. Al-Muzzammil [73]: 20 yang menyebutkan shalat malam.

Kedua: Adab dan kelembutan Aisyah dalam meriwayatkan

Perhatikan bagaimana Aisyah radhiyallahu 'anha sangat berhati-hati dalam menyampaikan lafazh hadits. Ketika beliau mengatakan "watsaba" (bangkit dengan cepat), beliau menegaskan "demi Allah, beliau tidak mengatakan 'qama' (berdiri biasa)". Dan ketika beliau mengatakan "afaadha 'alaihi al-maa'" (menuangkan air ke atasnya), beliau menegaskan "demi Allah, beliau tidak mengatakan 'ightasala' (mandi)". Ini menunjukkan adab dan ketelitian Aisyah dalam meriwayatkan hadits, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari dan Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim.

Ketiga: Hukum junub dan mandi

Jika Nabi ﷺ junub karena berhubungan dengan istrinya, beliau menuangkan air ke seluruh tubuhnya (mandi junub). Jika tidak junub, beliau cukup berwudhu seperti wudhu untuk shalat. Ini menunjukkan bahwa mandi junub wajib sebelum shalat, dan wudhu cukup jika tidak junub. Ibnu Qayyim al-Jawziyyah dalam Zaad al-Ma'ad menjelaskan bahwa Nabi ﷺ terkadang mandi junub di akhir malam dan terkadang berwudhu saja jika tidak junub.

Keempat: Shalat dua raka'at setelah bangun

Nabi ﷺ melaksanakan dua raka'at setelah bangun dan bersuci. Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ini adalah shalat malam yang ringan sebagai pembuka, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa Nabi ﷺ memulai shalat malam dengan dua raka'at ringan.

Kelima: Witir satu raka'at

Hadits ini juga menunjukkan bahwa witir itu satu raka'at, sebagaimana disebutkan dalam judul bab. Imam an-Nawawi menjelaskan bahwa witir minimal satu raka'at dan itu sah. Ini berdasarkan hadits Ibnu Umar yang disebutkan di atas.

Perbedaan pendapat di antara ulama:

Para ulama dalam daftar rujukan berbeda pendapat tentang jumlah raka'at shalat malam Nabi ﷺ. Sebagian berpendapat 11 raka'at, sebagian 13 raka'at. Namun yang paling kuat menurut dalil adalah bahwa Nabi ﷺ terkadang shalat 11 raka'at dan terkadang 13 raka'at, dan witirnya satu raka'at. Ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam an-Nawawi dan Ibnu Hajar.

Story Telling

Diceritakan bahwa Al-Aswad bin Yazid, seorang tabi'in yang mulia, bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha tentang shalat malam Rasulullah ﷺ. Aisyah menjawab dengan sangat detail dan penuh kehati-hatian, bahkan beliau bersumpah demi Allah untuk menegaskan lafazh yang beliau sampaikan. Ini menunjukkan betapa besar perhatian para salaf dalam menjaga keakuratan riwayat.

Al-Aswad bin Yazid sendiri adalah seorang tabi'in yang dikenal sangat tekun beribadah. Diriwayatkan bahwa beliau biasa shalat malam dengan panjang dan sering berpuasa. Beliau belajar langsung dari Aisyah radhiyallahu 'anha dan para sahabat lainnya. Kisah ini mengajarkan kita pentingnya bertanya kepada ahlinya dan menjaga adab dalam meriwayatkan ilmu.

Kesimpulan Praktis

  1. Tidur di awal malam adalah sunnah untuk menguatkan badan dalam beribadah.
  2. Bangun di akhir malam untuk shalat malam adalah kebiasaan Nabi ﷺ yang patut kita teladani sesuai kemampuan.
  3. Jika junub, wajib mandi sebelum shalat. Jika tidak junub, cukup berwudhu.
  4. Shalat malam dimulai dengan dua raka'at ringan sebagai pembuka.
  5. Witir itu satu raka'at dan itu sah.
  6. Jangan berlebihan dalam beribadah, ikuti sunnah Nabi ﷺ secara praktis dan konsisten.
  7. Bertanyalah kepada ahlinya dengan adab dan kehati-hatian, sebagaimana Al-Aswad bin Yazid bertanya kepada Aisyah radhiyallahu 'anha.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?