Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan bahwa Rasulullah ﷺ biasa membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua ketika mengerjakan shalat sunnah fajar (qabliyah subuh). Ini menunjukkan betapa pentingnya dua surat ini yang mengandung inti tauhid, yaitu membersihkan diri dari kesyirikan dan menegaskan keesaan Allah. Para ulama menganjurkan untuk mengamalkan bacaan ini karena mengikuti sunnah Nabi ﷺ.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Disunnahkannya Dua Raka'at Sunnah Fajr dan Anjuran untuk Menjaganya serta Bacaan yang Dianjurkan di Dalamnya, nomor 726. Perawinya adalah Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu.
Teks hadits:
حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ، وَابْنُ أَبِي عُمَرَ، قَالاَ حَدَّثَنَا مَرْوَانُ بْنُ مُعَاوِيَةَ، عَنْ يَزِيدَ، - هُوَ ابْنُ كَيْسَانَ - عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَرَأَ فِي رَكْعَتَىِ الْفَجْرِ { قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ } وَ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ }
Maknanya: "Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca dalam dua raka'at (sunnah) fajar (shalat subuh): 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun' (surat Al-Kafirun) dan 'Qul huwallahu ahad' (surat Al-Ikhlas)."
Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam riwayat lain (nomor 727) dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, dan oleh Imam Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan An-Nasa'i. Ini menunjukkan bahwa bacaan ini adalah amalan yang tetap dan dikenal di kalangan sahabat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini menunjukkan sunnahnya membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas dalam dua rakaat shalat sunnah fajar (qabliyah subuh). Para ulama menjelaskan hikmah di balik bacaan ini.
Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitabnya Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua. Beliau juga menyebutkan bahwa sebagian ulama mengatakan hikmahnya adalah karena kedua surat ini mengandung makna tauhid yang sempurna dan berlepas diri dari kesyirikan. Surat Al-Kafirun adalah pernyataan berlepas diri dari agama orang-orang kafir, sedangkan surat Al-Ikhlas adalah penegasan tauhid kepada Allah semata.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Majmu' Fatawa menjelaskan bahwa kedua surat ini sangat utama karena mencakup inti dari agama, yaitu ikhlas dalam beribadah hanya kepada Allah dan berlepas diri dari segala bentuk kesyirikan. Membacanya di waktu fajar, yaitu waktu yang penuh berkah, semakin menguatkan makna ini.
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhish Shalihin juga menekankan bahwa amalan ini adalah sunnah yang tetap. Beliau menganjurkan untuk tidak meninggalkannya karena mengikuti Nabi ﷺ adalah tanda kecintaan dan ketaatan.
Dari penjelasan para ulama ini, kita memahami bahwa bacaan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi mengandung pesan tauhid yang dalam. Setiap pagi, seorang muslim mengawali harinya dengan pernyataan lepas dari kesyirikan dan penegasan keesaan Allah.
Story Telling
Diriwayatkan dari sahabat Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, beliau berkata: "Aku memperhatikan Rasulullah ﷺ selama sebulan, beliau membaca dalam dua rakaat (sunnah) fajar: 'Qul yaa ayyuhal kaafiruun' dan 'Qul huwallahu ahad'." (HR. At-Tirmidzi, dan beliau menshahihkannya). Kisah ini menunjukkan betapa konsistennya Nabi ﷺ dalam amalan ini. Bayangkan, seorang sahabat seperti Ibnu Umar yang sangat teliti dalam mengikuti sunnah, sengaja memperhatikan bacaan Nabi ﷺ selama sebulan penuh. Ini mengajarkan kita untuk tidak meremehkan amalan sunnah yang tampak kecil, karena di dalamnya terkandung hikmah dan keberkahan yang besar.
Kesimpulan Praktis
- Amalkan bacaan ini: Usahakan untuk membaca surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua ketika mengerjakan shalat sunnah qabliyah subuh.
- Pahami maknanya: Renungkan makna tauhid dan berlepas diri dari kesyirikan yang terkandung dalam kedua surat ini. Jadikan bacaan ini sebagai pengingat untuk memulai hari dengan keikhlasan.
- Jaga konsistensi: Seperti yang dicontohkan Nabi ﷺ dan para sahabat, usahakan untuk istiqamah dalam mengamalkan sunnah ini, meskipun hanya dua rakaat yang singkat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.