Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 725 tentang Keutamaan dua rakaat fajar melebihi dunia seisinya

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar dari shalat sunnah rawatib sebelum Subuh, yaitu dua raka'at fajar (qabliyah Subuh). Nilainya disebut oleh Nabi ﷺ lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya. Ini adalah dorongan luar biasa untuk tidak pernah meninggalkannya, sekaligus bukti bahwa amalan yang ringan bisa memiliki nilai yang sangat agung di sisi Allah jika dilakukan dengan ikhlas dan istiqamah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sertakan adalah riwayat Shahih Muslim. Berikut kami tuliskan kembali dengan harakat lengkap sesuai periwayatan:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ الْغُبَرِيُّ، حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ زُرَارَةَ بْنِ أَوْفَى، عَنْ سَعْدِ بْنِ هِشَامٍ، عَنْ عَائِشَةَ، عَنِ النَّبِيِّ ﷺ قَالَ: "رَكْعَتَا الْفَجْرِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا".

Makna: "Dua raka'at fajar (shalat sunnah qabliyah Subuh) lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (HR. Muslim, no. 725)

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi (no. 416) dan Imam An-Nasa'i dalam Sunan-nya, dari jalur yang serupa.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah ﷻ berfirman tentang keutamaan shalat dan kedudukan orang-orang yang menjaganya:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (QS. Al-Ahzab [33]: 21)

Ayat ini menunjukkan bahwa kita diperintahkan meneladani Nabi ﷺ dalam seluruh ibadahnya, termasuk menjaga dua raka'at fajar yang tidak pernah beliau tinggalkan.

Pendapat Ulama:

  • Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan yang sangat besar bagi dua raka'at fajar. Beliau menukil bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang disunnahkannya shalat ini dan anjuran untuk menjaganya.
  • Imam Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa dua raka'at fajar adalah shalat sunnah yang paling ditekankan (mu'akkadah) setelah shalat-shalat rawatib lainnya, bahkan sebagian ulama menyebutnya sebagai sunnah yang paling kuat penekanannya.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Dua Raka'at Fajar

Imam An-Nawawi rahimahullah menjelaskan bahwa makna "lebih baik daripada dunia dan isinya" adalah pahala yang Allah berikan untuk dua raka'at ini lebih besar nilainya daripada seluruh kenikmatan dunia yang fana. Ini adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa amalan yang ringan dan singkat bisa bernilai sangat besar di sisi Allah.

2. Kedudukan Shalat Sunnah Fajar

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa dua raka'at fajar termasuk sunnah rawatib yang paling ditekankan. Bahkan dalam riwayat lain disebutkan bahwa Nabi ﷺ tidak pernah meninggalkannya, baik dalam keadaan mukim maupun safar. Ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga amalan ini.

3. Waktu Pelaksanaannya

Para ulama sepakat bahwa dua raka'at fajar dikerjakan setelah terbit fajar shadiq (masuk waktu Subuh) dan sebelum shalat Subuh. Disunnahkan membaca surat Al-Kafirun pada raka'at pertama dan Al-Ikhlas pada raka'at kedua, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnu Qayyim dalam Zad al-Ma'ad.

4. Hikmah di Balik Keutamaan Ini

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di menjelaskan bahwa Allah memberikan keutamaan besar pada amalan yang ringan sebagai bentuk kemurahan-Nya, dan untuk mengajarkan kita bahwa nilai amalan bukan diukur dari banyaknya jumlah, tetapi dari keikhlasan dan kesesuaian dengan sunnah.

Story Telling

Diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata:

"Rasulullah ﷺ bersabda: 'Dua raka'at fajar lebih baik daripada dunia dan segala isinya.'" (HR. Muslim)

Dalam riwayat lain, Aisyah juga menceritakan bahwa Nabi ﷺ sangat menjaga dua raka'at fajar ini. Beliau bersabda:

"Wahai Aisyah, janganlah engkau meninggalkan dua raka'at fajar, karena keduanya lebih baik daripada dunia dan segala isinya." (HR. An-Nasa'i)

Kisah ini menunjukkan betapa Nabi ﷺ sangat perhatian terhadap amalan yang ringan namun bernilai besar ini. Bayangkan, seorang hamba yang bangun di waktu sahur, bersusah payah meninggalkan kehangatan selimut, lalu mengerjakan dua raka'at singkat — namun nilainya melebihi seluruh emas dan perak di dunia.

Kesimpulan Praktis

  1. Jaga dua raka'at fajar setiap hari, karena nilainya lebih baik dari dunia dan isinya.
  2. Kerjakan di rumah jika memungkinkan, sebagaimana sunnah Nabi ﷺ, namun jika di masjid juga tidak mengapa.
  3. Baca surat pendek yang mudah, seperti Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.
  4. Niatkan karena Allah, bukan karena kebiasaan semata, agar pahalanya sempurna.
  5. Jika terlewat, tidak ada qadha khusus untuk sunnah fajar setelah shalat Subuh menurut pendapat yang kuat, namun bisa dikerjakan setelah matahari terbit sebagai ganti, sebagaimana dijelaskan oleh sebagian ulama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.