Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 720 tentang Dua rakaat dhuha mencukupi sedekah seluruh tulang

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini mengajarkan bahwa setiap pagi, seluruh persendian tubuh kita wajib mengeluarkan sedekah sebagai bentuk syukur kepada Allah. Sedekah itu bisa berupa dzikir (tasbih, tahmid, tahlil, takbir), amar ma'ruf nahi mungkar, dan amalan kebaikan lainnya. Namun, ada jalan yang sangat mudah untuk menggantikan semua itu, yaitu dengan mengerjakan shalat Dhuha dua raka'at. Ini menunjukkan betapa besar kemurahan Allah dan betapa ringannya syariat ini bagi hamba-Nya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sebutkan adalah riwayat dari Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya. Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu dengan lafaz yang semakna.

Dalil Al-Qur'an yang Terkait:

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

"Dan kebaikan apa pun yang kamu kerjakan, maka sesungguhnya Allah mengetahuinya." (QS. Al-Baqarah [2]: 215)

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan, sekecil apa pun, diketahui Allah dan akan dibalas. Hadits di atas menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah salah satu bentuk kebaikan yang sangat besar nilainya.

Kaitan dengan Ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam kitab Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan shalat Dhuha dan bahwa dua raka'at Dhuha sudah mencukupi sebagai pengganti sedekah dari seluruh persendian tubuh. Beliau juga menukil kesepakatan ulama bahwa shalat Dhuha itu sunnah dan tidak wajib.

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan bahwa manusia memiliki 360 persendian tulang. Setiap pagi, setiap persendian itu menuntut haknya berupa sedekah sebagai syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan dan kelenturan tubuh.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitab Zad al-Ma'ad menjelaskan bahwa sedekah di sini bukan hanya berupa harta, tetapi mencakup semua amal kebaikan. Beliau berkata bahwa dzikir, amar ma'ruf, nahi mungkar, dan semua perbuatan baik termasuk sedekah.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan betapa mudahnya syariat Islam. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan sesuatu yang berat. Cukup dengan dua raka'at Dhuha, seseorang telah menggugurkan kewajiban sedekah dari seluruh persendiannya.

Adapun maksimal raka'at Dhuha, para ulama berbeda pendapat. Sebagian ulama seperti Imam asy-Syafi'i berpendapat maksimalnya delapan raka'at berdasarkan hadits Ummu Hani' tentang shalat Dhuha Nabi ﷺ pada hari penaklukan Makkah. Sementara ulama lain seperti Imam Ahmad berpendapat boleh lebih dari delapan raka'at karena tidak ada batasan yang tegas. Namun yang terpenting adalah minimalnya dua raka'at, dan inilah yang disebut dalam hadits ini.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah sunnah mu'akkadah (sangat dianjurkan) berdasarkan perbuatan Nabi ﷺ yang terus-menerus mengerjakannya dan sabda beliau dalam hadits ini.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Abu Dzar radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah sahabat yang sangat zuhud dan cinta kepada Rasulullah ﷺ. Beliau sering bertanya kepada Nabi ﷺ tentang amalan-amalan yang ringan namun besar pahalanya. Dalam riwayat lain, ketika Nabi ﷺ menyebutkan bahwa setiap persendian wajib bersedekah, Abu Dzar bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimana jika seseorang tidak mampu?" Maka Nabi ﷺ menjawab bahwa shalat Dhuha dua raka'at sudah mencukupi.

Ini menunjukkan bahwa syariat ini dibangun di atas kemudahan. Allah tidak ingin memberatkan hamba-Nya, tetapi justru memberikan jalan keluar yang ringan bagi siapa saja yang ingin beribadah dan bersyukur.

Kesimpulan Praktis

  1. Bersyukurlah setiap pagi atas nikmat kesehatan tubuh yang Allah berikan.
  2. Perbanyak dzikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir di waktu pagi sebagai bentuk sedekah.
  3. Jaga shalat Dhuha minimal dua raka'at, karena ia menggantikan sedekah dari seluruh persendian tubuh.
  4. Jangan remehkan amalan kecil, karena di sisi Allah nilainya sangat besar.
  5. Ajak orang lain kepada kebaikan dan cegah kemungkaran, karena itu juga bagian dari sedekah.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.