Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menunjukkan salah satu sunnah Nabi ﷺ ketika kembali dari perjalanan, yaitu masuk ke masjid terlebih dahulu dan mengerjakan shalat dua rakaat sebelum melakukan aktivitas lainnya. Ini adalah bentuk syukur kepada Allah atas keselamatan perjalanan, sekaligus menunjukkan keutamaan masjid sebagai tempat pertama yang dituju seorang muslim ketika tiba di kampung halamannya.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits Riwayat Muslim:
Teks Arab hadits (sesuai yang disampaikan):
> حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا الضَّحَّاكُ يَعْنِي أَبَا عَاصِمٍ، ح وَحَدَّثَنِي مَحْمُودُ بْنُ غَيْلاَنَ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ، قَالاَ جَمِيعًا أَخْبَرَنَا ابْنُ جُرَيْجٍ، أَخْبَرَنِي ابْنُ شِهَابٍ، أَنَّ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ، أَخْبَرَهُ عَنْ أَبِيهِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ، وَعَنْ عَمِّهِ، عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ كَعْبٍ عَنْ كَعْبِ بْنِ مَالِكٍ، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ لاَ يَقْدَمُ مِنْ سَفَرٍ إِلاَّ نَهَارًا فِي الضُّحَى فَإِذَا قَدِمَ بَدَأَ بِالْمَسْجِدِ فَصَلَّى فِيهِ رَكْعَتَيْنِ ثُمَّ جَلَسَ فِيهِ.
Terjemahan: Ka'b bin Malik melaporkan: "Rasulullah ﷺ tidak kembali dari perjalanan kecuali di siang hari pada waktu duha, dan ketika beliau tiba, beliau pergi terlebih dahulu ke masjid, dan setelah shalat dua raka'at di dalamnya, beliau duduk di dalamnya." (HR. Muslim, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Disunnahkannya Dua Raka'at di Masjid bagi yang Baru Datang dari Perjalanan, no. 716)
Kaitan dengan Ulama:
- Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya shalat dua rakaat di masjid ketika tiba dari perjalanan, dan ini adalah pendapat para ulama Syafi'iyah dan mayoritas ulama.
- Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari juga menyebutkan pembahasan ini ketika mengomentari hadits serupa dalam Shahih al-Bukhari, bahwa Nabi ﷺ apabila tiba dari safar, beliau masuk masjid dan shalat dua rakaat.
Penjelasan Rinci
Hadits ini diriwayatkan dari sahabat mulia Ka'b bin Malik radhiyallahu 'anhu, salah seorang sahabat yang terkenal dengan kisah taubatnya yang agung. Beliau mengabarkan tentang kebiasaan Nabi ﷺ dalam perjalanan pulang.
Pertama: Waktu Kepulangan Nabi ﷺ
Nabi ﷺ biasa kembali dari perjalanan di waktu duha (pagi hari setelah matahari naik). Ini menunjukkan bahwa beliau memperhatikan kemaslahatan kaum muslimin — pulang di siang hari agar tidak menyusahkan keluarga dan agar orang-orang dapat menyambut beliau dengan baik. Ini juga mengajarkan kita untuk tidak pulang di tengah malam tanpa keperluan, sebagaimana disebutkan dalam hadits lain bahwa beliau melarang seseorang pulang ke keluarganya di malam hari tanpa kabar sebelumnya.
Kedua: Mendahulukan Masjid
Ketika tiba, langkah pertama beliau adalah masjid, bukan rumah. Ini pelajaran besar: masjid adalah pusat kehidupan seorang muslim. Di dalam masjid beliau mengerjakan shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah atas keselamatan perjalanan. Ini juga menunjukkan bahwa ibadah adalah prioritas utama, bahkan setelah perjalanan yang melelahkan.
Ketiga: Hikmah Shalat Dua Rakaat
Para ulama menyebutkan beberapa hikmah:
- Syukur kepada Allah atas nikmat keselamatan dalam perjalanan.
- Mengembalikan ketenangan jiwa setelah perjalanan yang melelahkan.
- Menghidupkan masjid dan menjadikannya tempat pertama yang dituju.
Imam an-Nawawi berkata dalam Syarah Shahih Muslim: "Dalam hadits ini terdapat dalil disunnahkannya shalat dua rakaat di masjid bagi orang yang baru datang dari perjalanan. Ini adalah sunnah yang disepakati oleh para ulama kami (Syafi'iyah)."
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhush Shalihin menjelaskan bahwa amalan ini termasuk sunnah yang dianjurkan, dan jika seseorang tidak melakukannya, tidak ada dosa baginya, tetapi ia kehilangan keutamaan yang besar.
Keempat: Duduk di Masjid Setelah Shalat
Setelah shalat, Nabi ﷺ duduk di masjid. Ini menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat shalat, tetapi juga tempat untuk beristirahat, berkumpul, dan bermusyawarah. Para sahabat biasa duduk bersama Nabi ﷺ di masjid untuk belajar dan berbincang.
Story Telling
Ada kisah indah tentang Ka'b bin Malik — perawi hadits ini — yang menunjukkan kecintaannya kepada masjid dan Rasulullah ﷺ. Ketika Allah menerima taubatnya setelah peristiwa Perang Tabuk, Ka'b berkata:
> "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah menyelamatkanku karena kejujuranku. Maka sebagai bentuk taubatku, aku akan menyedekahkan seluruh hartaku untuk Allah dan Rasul-Nya."
Rasulullah ﷺ menjawab: "Tahanlah sebagian hartamu, itu lebih baik bagimu."
Ka'b pun berkata: "Maka aku akan menahan bagianku di Khaibar."
Kemudian beliau berkata: "Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah telah menyelamatkanku dengan kejujuran. Maka aku tidak akan berkata kecuali jujur selama hidupku."
Ka'b bin Malik adalah seorang yang sangat mencintai masjid. Beliau selalu hadir di masjid Nabawi, dan ketika beliau wafat, banyak sahabat yang hadir menshalatkannya. Masjid adalah rumah kedua bagi para sahabat — tempat mereka menemukan ketenangan, ilmu, dan kebersamaan.
Hikmah dari kisah ini: Masjid bukan sekadar bangunan, tetapi ia adalah pusat kehidupan seorang mukmin. Ketika kita menjadikan masjid sebagai prioritas, kita akan merasakan ketenangan dan keberkahan dalam hidup.
Kesimpulan Praktis
- Sunnah untuk pulang dari perjalanan di siang hari jika memungkinkan, agar tidak menyusahkan keluarga dan memudahkan orang-orang menyambut.
- Ketika tiba dari perjalanan, dahulukan masjid dan kerjakan shalat dua rakaat sebagai bentuk syukur kepada Allah.
- Jadikan masjid sebagai tempat pertama yang dituju — bukan hanya saat pulang safar, tetapi juga dalam keseharian kita.
- Amalan ini tidak wajib, tetapi sangat dianjurkan dan memiliki keutamaan besar.
- Perbanyak syukur atas nikmat keselamatan dalam perjalanan, baik perjalanan jauh maupun dekat.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.