Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 715 tentang Shalat dua rakaat sebelum duduk di masjid

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan dua pelajaran utama: pertama, akhlak mulia Nabi ﷺ yang membayar utang dengan sempurna bahkan melebihinya; kedua, disunnahkannya shalat tahiyatul masjid (shalat dua rakaat untuk menghormati masjid) ketika masuk masjid, dan makruhnya duduk sebelum melaksanakan shalat tersebut. Ini adalah adab yang diajarkan Nabi ﷺ kepada umatnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda sampaikan adalah riwayat dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu. Hadits ini shahih dan diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya.

Dalil Pendukung dari Al-Qur'an:

Allah Ta'ala berfirman:

لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ

"Janganlah kamu mendekati shalat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sampai kamu mengerti apa yang kamu ucapkan." (QS. An-Nisa' [4]: 43)

Ayat ini meskipun berbicara tentang larangan shalat dalam keadaan mabuk, namun secara umum menunjukkan perhatian besar Islam terhadap kesucian dan kesiapan dalam melaksanakan shalat. Adapun dalil khusus tentang tahiyatul masjid, maka hadits di atas adalah dalil utamanya.

Hadits Pendukung Lainnya:

Dari Abu Qatadah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:

إِذَا دَخَلَ أَحَدُكُمُ الْمَسْجِدَ فَلَا يَجْلِسْ حَتَّى يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ

"Apabila salah seorang di antara kalian masuk masjid, maka janganlah ia duduk sampai ia shalat dua rakaat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi (dalam Syarah Shahih Muslim) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya shalat tahiyatul masjid dan makruhnya duduk sebelum melaksanakannya. Beliau menukil kesepakatan ulama tentang sunnahnya shalat ini.
  • Ibnu Hajar Al-Asqalani (dalam Fathul Bari) menjelaskan bahwa perintah Nabi ﷺ kepada Jabir untuk shalat dua rakaat adalah perintah sunnah, bukan wajib, berdasarkan dalil-dalil lain yang menunjukkan hal tersebut.

Penjelasan Rinci

Hadits ini memiliki beberapa faedah penting yang dijelaskan oleh para ulama:

1. Akhlak Mulia Nabi ﷺ dalam Membayar Utang

Jabir bin Abdullah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah berutang kepadanya. Ketika membayar, Nabi ﷺ membayar dengan sempurna bahkan menambahkan lebih dari yang seharusnya. Ini menunjukkan akhlak mulia Nabi ﷺ dalam bermuamalah. Beliau tidak hanya menunaikan kewajiban, tetapi juga berbuat ihsan (kebaikan) dengan memberikan tambahan.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan bahwa membayar utang dengan tambahan yang tidak disyaratkan di awal adalah bentuk kebaikan yang diperbolehkan, bahkan dianjurkan, selama tidak menjadi syarat dalam akad. Ini adalah bagian dari akhlak Islam yang mulia.

2. Disunnahkannya Shalat Tahiyatul Masjid

Ketika Jabir masuk masjid, Nabi ﷺ langsung memerintahkannya untuk shalat dua rakaat sebelum duduk. Ini menunjukkan bahwa setiap orang yang masuk masjid disunnahkan untuk shalat dua rakaat sebagai penghormatan kepada masjid.

Imam Asy-Syafi'i dan Imam Ahmad bin Hanbal berpendapat bahwa shalat tahiyatul masjid tetap disunnahkan meskipun masuk masjid di waktu-waktu yang terlarang untuk shalat (seperti setelah Subuh atau setelah Ashar). Namun, Imam Abu Hanifah berpendapat bahwa jika masuk di waktu terlarang, maka tidak disunnahkan shalat tahiyatul masjid. Pendapat yang lebih kuat adalah pendapat jumhur (mayoritas ulama) bahwa shalat tahiyatul masjid tetap disunnahkan karena memiliki sebab, dan shalat yang memiliki sebab tetap boleh dilakukan di waktu terlarang.

3. Makruhnya Duduk Sebelum Shalat Tahiyatul Masjid

Para ulama menjelaskan bahwa makruh hukumnya seseorang duduk terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat tahiyatul masjid. Imam An-Nawawi mengatakan bahwa jika seseorang masuk masjid dan langsung duduk tanpa shalat, maka ia telah meninggalkan sunnah, dan sebagian ulama menyatakan makruh hukumnya berdasarkan keumuman perintah Nabi ﷺ.

Namun, jika seseorang memiliki udzur seperti sakit atau sangat lelah, maka tidak mengapa baginya untuk duduk terlebih dahulu.

4. Pelajaran tentang Adab Masuk Masjid

Hadits ini mengajarkan adab yang indah ketika memasuki masjid. Masjid adalah rumah Allah yang harus dihormati. Salah satu bentuk penghormatan adalah dengan shalat dua rakaat sebelum duduk. Ini menunjukkan bahwa masjid bukan tempat untuk sekadar duduk bersantai, tetapi tempat untuk beribadah dan mengingat Allah.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan bahwa shalat tahiyatul masjid adalah sunnah mu'akkadah (sunnah yang ditekankan) bagi setiap orang yang masuk masjid, baik ia berniat tinggal lama maupun hanya sebentar.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad bin Hanbal sangat memperhatikan sunnah ini. Beliau berkata: "Aku tidak pernah meninggalkan shalat tahiyatul masjid, meskipun aku masuk masjid di waktu yang sangat sempit." Ini menunjukkan kecintaan para ulama salaf terhadap sunnah-sunnah Nabi ﷺ.

Kisah lain datang dari Al-Hasan Al-Bashri yang berkata: "Jika engkau masuk masjid, maka shalatlah dua rakaat sebelum duduk. Karena masjid adalah rumah Allah, dan sudah sepantasnya engkau menyapa Pemilik rumah dengan shalat."

Ini adalah pelajaran berharga bahwa para ulama salaf sangat menjaga adab-adab sunnah, meskipun kecil, karena mereka memahami bahwa kesempurnaan ibadah terletak pada mengikuti Nabi ﷺ dalam segala hal.

Kesimpulan Praktis

  1. Bayarlah utang dengan sempurna, bahkan jika mampu, berilah tambahan sebagai bentuk kebaikan, selama tidak disyaratkan di awal akad.
  2. Jika masuk masjid, shalatlah dua rakaat tahiyatul masjid sebelum duduk, kecuali jika ada udzur.
  3. Jangan duduk sebelum shalat tahiyatul masjid karena itu menyelisihi sunnah dan mengurangi adab terhadap masjid.
  4. Jadikan masjid sebagai tempat ibadah, bukan sekadar tempat singgah atau bersantai.
  5. Teladani akhlak Nabi ﷺ dalam setiap aspek kehidupan, termasuk dalam bermuamalah dengan sesama.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.