Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 709 tentang Keutamaan shalat di sisi kanan imam

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan dua pelajaran utama. Pertama, sunnahnya seorang makmum menempati posisi di sisi kanan imam, karena ini adalah posisi yang paling utama dan dicintai. Kedua, hadits ini mengajarkan kita sebuah doa perlindungan yang ringkas namun agung yang dibaca Nabi ﷺ, yaitu memohon keselamatan dari siksa Allah pada hari kiamat. Kedua hal ini mencerminkan adab dalam shalat dan kedalaman rasa takut serta harap seorang hamba kepada Rabbnya.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Shalat Musafir dan Qashar, Bab Disunnahkannya Berada di Sisi Kanan Imam (no. 709). Berikut adalah dalil-dalil yang terkait:

1. Dalil Al-Qur'an tentang Doa Memohon Keselamatan dari Siksa:

Allah ﷻ berfirman:

وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ ۚ وَمَن تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

"Dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan siapa yang Engkau pelihara dari (balasan) kejahatan pada hari itu, maka sungguh Engkau telah menganugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang agung." (QS. Ghafir [40]: 9)

Ayat ini menunjukkan bahwa memohon perlindungan dari keburukan (termasuk siksa) di hari kiamat adalah doa yang agung dan merupakan tanda kemenangan.

2. Hadits Riwayat Imam Muslim:

Hadits yang sedang kita bahas ini adalah dalil utama. Imam An-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim (Al-Minhaj) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan disunnahkannya posisi di sisi kanan imam. Beliau juga menjelaskan bahwa doa "رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ..." adalah doa yang diajarkan Nabi ﷺ dan menunjukkan keagungan hari kebangkitan.

3. Kaitan dengan Ulama:

  • Imam An-Nawawi (wafat 676 H) dalam kitabnya Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim menjelaskan secara rinci tentang bab ini. Beliau menyebutkan bahwa para ulama sepakat (ijma') tentang sunnahnya posisi di kanan imam, dan ini adalah pendapat mayoritas ulama dari kalangan sahabat, tabi'in, dan imam-imam madzhab.
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (wafat 852 H) dalam Fathul Bari (Syarah Shahih Bukhari) juga membahas masalah posisi makmum di kanan imam dan menyebutkan hadits-hadits yang senada, serta menjelaskan hikmah di baliknya.

Penjelasan Rinci

1. Posisi Makmum di Sisi Kanan Imam

Hadits ini dengan jelas menunjukkan kecintaan para sahabat untuk shalat di sisi kanan Rasulullah ﷺ. Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu berkata, "Kami sangat senang berada di sisi kanannya agar wajahnya menghadap kepada kami (di akhir shalat)."

Hikmah dan Penjelasan:

  • Keutamaan Posisi Kanan: Para ulama menjelaskan bahwa posisi di sisi kanan imam adalah posisi yang paling utama. Ini berdasarkan hadits ini dan hadits-hadits lain yang semakna. Imam An-Nawawi berkata, "Disunnahkan bagi makmum yang hanya satu orang untuk berdiri di sisi kanan imam, dan ini adalah kesepakatan para ulama."
  • Alasan Kecintaan Sahabat: Para sahabat mencintai posisi ini karena beberapa alasan:
  • Karena di akhir shalat, ketika imam mengucapkan salam, beliau akan menoleh ke kanan, sehingga wajah beliau yang mulia akan menghadap kepada mereka yang berada di kanan.
  • Ini adalah bentuk penghormatan dan kecintaan mereka kepada Nabi ﷺ, mereka ingin sedekat mungkin dan ingin melihat beliau.
  • Ini juga merupakan bentuk adab, karena sisi kanan adalah sisi yang mulia dalam Islam.
  • Penerapan Praktis: Jika seseorang shalat berjamaah hanya berdua (imam dan satu makmum), maka makmum berdiri di samping kanan imam, sedikit ke belakang. Jika makmum lebih dari satu, maka mereka berbaris di belakang imam.

2. Doa Perlindungan dari Siksa Allah

Di akhir hadits, Al-Bara' radhiyallahu 'anhu mendengar Nabi ﷺ membaca doa:

رَبِّ قِنِي عَذَابَكَ يَوْمَ تَبْعَثُ - أَوْ تَجْمَعُ - عِبَادَكَ

"Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari siksa-Mu pada hari ketika Engkau membangkitkan (atau mengumpulkan) hamba-hamba-Mu."

Makna dan Kandungan Doa:

  • "Qini" (قِنِي) berasal dari kata wiqayah yang berarti memelihara, menjaga, dan melindungi. Jadi doa ini bermakna, "Ya Allah, jagalah dan lindungilah aku dari siksa-Mu."
  • "Yauma tab'atsu" (hari ketika Engkau membangkitkan) atau "tajma'u" (mengumpulkan) merujuk pada hari kiamat, di mana seluruh manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar.
  • Keagungan Doa Ini: Doa ini sangat ringkas namun mencakup permohonan yang sangat besar. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ, meskipun beliau dijamin masuk surga, tetap berdoa dengan penuh kekhusyukan dan rasa takut kepada Allah. Ini adalah pelajaran bagi kita untuk tidak pernah merasa aman dari siksa Allah dan selalu berdoa memohon keselamatan.
  • Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (wafat 1376 H) dalam tafsirnya menjelaskan bahwa memohon keselamatan dari siksa hari kiamat adalah salah satu doa terbaik, karena keselamatan itu adalah kemenangan yang hakiki.

3. Pelajaran Adab dan Akhlak

Hadits ini juga mengajarkan adab yang tinggi:

  • Adab kepada Imam: Para sahabat menunjukkan adab yang luar biasa kepada imam mereka. Mereka memilih posisi yang terbaik dan paling dekat, bukan karena ingin dipuji, tetapi karena cinta dan ingin meneladani.
  • Rasa Takut dan Harap: Doa Nabi ﷺ menggabungkan rasa takut (khauf) kepada siksa Allah dan harap (raja') akan rahmat-Nya. Ini adalah inti dari ibadah seorang hamba.

Story Telling

Ada kisah yang diriwayatkan tentang seorang sahabat yang sangat mencintai posisi di sisi kanan Nabi ﷺ. Diriwayatkan bahwa Al-Bara' bin 'Azib radhiyallahu 'anhu, perawi hadits ini, adalah salah seorang sahabat yang getol menuntut ilmu dan sangat cinta kepada Rasulullah ﷺ.

Suatu ketika, beliau dan sahabat-sahabatnya selalu berusaha untuk shalat di dekat Nabi ﷺ. Mereka berebut untuk berada di shaf pertama dan di sisi kanan beliau. Ini bukan karena ambisi duniawi, tetapi karena mereka memahami bahwa berada di dekat Nabi ﷺ adalah kesempatan emas untuk belajar, melihat gerakan beliau, dan mendengar bacaan serta doa beliau. Dari merekalah kita mendapatkan banyak sekali detail tentang tata cara shalat Nabi ﷺ, termasuk doa-doa yang beliau baca.

Kisah ini menunjukkan bahwa kecintaan yang tulus kepada ulama dan pemimpin yang benar akan mendorong seseorang untuk dekat dan belajar darinya. Para sahabat adalah generasi terbaik karena mereka memanfaatkan setiap momen bersama Nabi ﷺ untuk mengambil manfaat.

Kesimpulan Praktis

Berikut beberapa poin yang bisa kita amalkan dari hadits ini:

  1. Menjaga Adab dalam Shalat Berjamaah: Jika shalat berjamaah hanya berdua, berdirilah di sisi kanan imam. Ini adalah sunnah yang diajarkan Nabi ﷺ.
  2. Memperbanyak Doa Perlindungan: Perbanyaklah membaca doa "Rabbi qini 'adzabaka yauma tab'atsu 'ibadak" (Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari siksa-Mu pada hari Engkau membangkitkan hamba-hamba-Mu), terutama di dalam shalat dan di waktu-waktu mustajab.
  3. Meneladani Rasa Takut dan Harap: Tanamkan dalam hati kita rasa takut akan siksa Allah dan harap akan rahmat-Nya. Jangan pernah merasa aman dari siksa-Nya, dan jangan pernah berputus asa dari rahmat-Nya.
  4. Menghormati Pemimpin dan Ulama: Jadikanlah kecintaan para sahabat kepada Nabi ﷺ sebagai teladan dalam menghormati dan mencintai para ulama dan pemimpin kita yang berada di atas kebenaran.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.