Ringkasan Jawaban Singkat
Hadits ini menjelaskan keutamaan besar bagi orang yang rutin berjalan menuju masjid, baik di waktu pagi maupun sore/malam. Setiap langkah keberangkatan itu menjadi sebab Allah menyiapkan tempat dan hidangan istimewa di surga. Ini menunjukkan bahwa menjaga shalat berjamaah di masjid bukan sekadar kewajiban, tetapi jalan meraih kemuliaan di akhirat.
Rujukan Ulama & Dalil
Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim (no. 669), dari sahabat Abu Hurairah رضي الله عنه, melalui jalur Atha' bin Yasar dan Zaid bin Aslam.
Teks hadits:
مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ
Terjemahan: "Barangsiapa yang pergi ke masjid di pagi atau sore hari, Allah akan menyiapkan untuknya hidangan di surga setiap kali ia pergi di pagi atau sore hari."
Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan langkah menuju masjid dan pahala yang disiapkan Allah:
QS. At-Taubah [9]: 121
وَلَا يُنفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ اللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Terjemahan: "Dan mereka tidak menafkahkan suatu nafkah, baik kecil maupun besar, dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (pahala), agar Allah memberi mereka balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."
Ayat ini menunjukkan bahwa setiap langkah dan perjalanan menuju ketaatan dicatat sebagai amal saleh, sebagaimana dipahami oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya bahwa Allah tidak menyia-nyiakan sedikit pun usaha hamba-Nya dalam ketaatan.
Penjelasan Rinci
Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting:
Pertama, kata "غَدَا" (ghada) berarti pergi di awal siang (pagi), dan "رَاحَ" (raha) berarti pergi di akhir siang atau sore. Sebagian ulama seperti Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa penyebutan pagi dan sore di sini mencakup semua waktu keberangkatan menuju masjid, terutama untuk shalat lima waktu. Jadi bukan hanya shalat Subuh dan Ashar, tetapi seluruh shalat berjamaah.
Kedua, kata "نُزُلًا" (nuzulan) berarti hidangan atau jamuan yang disiapkan untuk tamu. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa ini adalah kiasan tentang kenikmatan surga yang disiapkan Allah secara khusus, terus diperbarui setiap kali seseorang berangkat ke masjid. Ini menunjukkan pahala yang berulang, bukan sekali saja.
Ketiga, hadits ini menunjukkan bahwa pahala tidak hanya diberikan saat sampai di masjid, tetapi sejak langkah pertama menuju masjid. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif menekankan bahwa langkah menuju masjid adalah langkah yang diberkahi, dan siapa yang membiasakannya akan merasakan manisnya iman.
Keempat, hadits ini juga menjadi dalil keutamaan shalat berjamaah di masjid, khususnya bagi kaum lelaki yang mampu. Syeikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam syarahnya menjelaskan bahwa hadits ini memotivasi untuk menjaga shalat berjamaah, karena setiap keberangkatan memiliki balasan khusus di surga.
Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar bahwa hadits ini shahih dan menjadi dalil keutamaan berjalan ke masjid. Yang paling kuat adalah pemahaman bahwa pahala ini berlaku umum untuk semua shalat berjamaah, bukan hanya shalat tertentu.
Story Telling
Diriwayatkan bahwa Abu Hurairah رضي الله عنه, sahabat yang meriwayatkan hadits ini, adalah orang yang sangat bersemangat dalam meriwayatkan hadits Nabi ﷺ. Beliau dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits karena selalu menyertai Nabi ﷺ dalam majelis. Suatu ketika, beliau menceritakan bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda tentang keutamaan langkah menuju masjid, dan beliau sendiri mengamalkannya dengan rutin berangkat ke masjid meskipun jarak rumahnya cukup jauh. Imam adz-Dzahabi dalam Siyar A'lam an-Nubala menyebutkan bahwa Abu Hurairah sangat menjaga shalat berjamaah dan tidak pernah absen kecuali ada udzur. Hikmahnya: orang yang meriwayatkan hadits tentang keutamaan, biasanya juga menjadi orang pertama yang mengamalkannya.
Kesimpulan Praktis
- Biasakan berangkat ke masjid untuk shalat berjamaah, baik di waktu pagi maupun sore/malam.
- Yakinlah bahwa setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai amal saleh dan menjadi sebab disiapkannya hidangan di surga.
- Jangan remehkan langkah kecil menuju ketaatan, karena Allah membalasnya dengan kemuliaan yang besar.
- Jadikan hadits ini motivasi untuk menjaga shalat berjamaah, terutama bagi kaum lelaki yang mampu.
- Ajarkan kepada keluarga dan anak-anak tentang keutamaan berjalan ke masjid sejak dini.
Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.