Penjelasan Hadits Muslim No. 665 tentang Keutamaan banyak langkah menuju masjid

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang jauh rumahnya dari masjid, karena setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai kebaikan dan mengangkat derajat. Nabi ﷺ menganjurkan Bani Salimah untuk tetap tinggal di rumah mereka yang jauh, bukan pindah dekat masjid, agar pahala langkah kaki mereka semakin banyak. Ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ dan dorongan untuk bersemangat dalam beribadah.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Keutamaan Banyak Langkah Menuju Masjid, nomor 665, dari sahabat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu.

Teks hadits:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْمُثَنَّى، حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ بْنُ عَبْدِ الْوَارِثِ، قَالَ سَمِعْتُ أَبِي يُحَدِّثُ، قَالَ حَدَّثَنِي الْجُرَيْرِيُّ، عَنْ أَبِي نَضْرَةَ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ خَلَتِ الْبِقَاعُ حَوْلَ الْمَسْجِدِ فَأَرَادَ بَنُو سَلِمَةَ أَنْ يَنْتَقِلُوا إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ فَبَلَغَ ذَلِكَ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ لَهُمْ "إِنَّهُ بَلَغَنِي أَنَّكُمْ تُرِيدُونَ أَنْ تَنْتَقِلُوا قُرْبَ الْمَسْجِدِ" . قَالُوا نَعَمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ أَرَدْنَا ذَلِكَ . فَقَالَ "يَا بَنِي سَلِمَةَ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ"

Terjemahan: Jabir bin Abdullah melaporkan: Ada beberapa tanah kosong di sekitar masjid. Bani Salimah memutuskan untuk pindah (ke tanah ini) dan mendekat ke masjid. Berita ini sampai kepada Rasulullah ﷺ dan beliau berkata kepada mereka: "Aku telah menerima informasi bahwa kalian berniat untuk pindah dekat masjid." Mereka menjawab: "Ya, Rasulullah, kami telah mengambil keputusan ini." Maka beliau bersabda: "Wahai Bani Salimah, tinggallah di rumahmu, karena langkah-langkahmu dicatat; tinggallah di rumahmu, karena langkah-langkahmu dicatat."

Dalil Al-Qur'an yang mendukung:

QS. Al-Kahfi [18]: 30

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا

Terjemahan: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, sungguh Kami tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang memperbaiki amalnya."

QS. At-Taubah [9]: 120

مَا كَانَ لِأَهْلِ الْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ الْأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُوا عَن رَّسُولِ اللَّهِ وَلَا يَرْغَبُوا بِأَنفُسِهِمْ عَن نَّفْسِهِ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ الْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِ عَمَلٌ صَالِحٌ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

Terjemahan: "Tidak sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Arab Badui yang berdiam di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah dan tidak patut bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada diri Rasulullah. Yang demikian itu karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan, dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskan bagi mereka amal saleh. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik."

Hadits ini juga diriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari, tetapi dengan lafaz yang sedikit berbeda. Imam Muslim meriwayatkannya dalam kitab shahihnya.

Penjelasan Rinci

Hadits ini menjelaskan tentang keutamaan berjalan ke masjid, terutama bagi mereka yang rumahnya jauh. Bani Salimah adalah salah satu kabilah di Madinah yang tinggal di pinggiran kota. Ketika tanah kosong di sekitar Masjid Nabawi mulai tersedia, mereka berniat pindah agar lebih dekat ke masjid. Namun, Nabi ﷺ melarang mereka pindah dan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di rumah mereka yang jauh.

Imam an-Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan keutamaan banyak melangkah menuju masjid. Setiap langkah kaki yang diayunkan untuk pergi ke masjid akan dicatat sebagai kebaikan dan mengangkat derajat. Beliau juga menyebutkan bahwa ini adalah bentuk kasih sayang Nabi ﷺ kepada umatnya, karena beliau ingin mereka mendapatkan pahala yang lebih besar.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bahwa pahala langkah kaki ke masjid itu dihitung per langkah. Beliau juga menyebutkan bahwa jarak yang jauh ke masjid bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi sebab bertambahnya pahala. Ini juga menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak ingin umatnya kehilangan pahala yang besar hanya karena ingin dekat dengan masjid.

Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma'arif menyebutkan bahwa hadits ini mengandung pelajaran tentang pentingnya niat dan kesungguhan dalam beribadah. Orang yang jauh dari masjid tetapi tetap bersemangat untuk pergi ke masjid akan mendapatkan pahala yang lebih besar daripada orang yang dekat tetapi malas. Beliau juga mengingatkan bahwa pahala langkah kaki ini berlaku untuk setiap langkah, baik saat pergi maupun pulang.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam Tafsir as-Sa'di menjelaskan bahwa ayat QS. At-Taubah [9]: 120 di atas memiliki makna yang sama dengan hadits ini, yaitu bahwa setiap usaha dan langkah yang dilakukan untuk menegakkan agama Allah akan dicatat sebagai amal saleh. Beliau menekankan bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik, termasuk langkah kaki menuju masjid.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarah Riyadhus Shalihin menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan bahwa pahala langkah kaki ke masjid itu berlipat ganda. Beliau juga menyebutkan bahwa ini adalah motivasi bagi umat Islam untuk tidak malas pergi ke masjid, meskipun rumahnya jauh. Beliau mengingatkan bahwa setiap langkah yang diayunkan untuk pergi ke masjid akan dicatat sebagai kebaikan, dan kebaikan itu akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda.

Dalam hadits ini, Nabi ﷺ mengulangi sabdanya dua kali: "دِيَارَكُمْ تُكْتَبْ آثَارُكُمْ" (tinggallah di rumahmu, karena langkah-langkahmu dicatat). Pengulangan ini menunjukkan penekanan dan pentingnya perkara ini. Ini juga menunjukkan betapa besar keutamaan yang Allah berikan kepada orang yang jauh dari masjid tetapi tetap bersemangat untuk pergi ke masjid.

Hadits ini juga mengajarkan tentang adab dalam bermasyarakat. Nabi ﷺ tidak memerintahkan Bani Salimah untuk pindah, tetapi justru memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di rumah mereka. Ini menunjukkan bahwa Nabi ﷺ tidak ingin umatnya hanya mencari kemudahan duniawi, tetapi lebih mementingkan pahala akhirat. Beliau ingin umatnya bersabar dengan kesulitan yang ada, karena kesulitan itu akan menjadi sebab bertambahnya pahala.

Story Telling

Dikisahkan bahwa Bani Salimah adalah salah satu kabilah yang tinggal di pinggiran Madinah. Rumah mereka cukup jauh dari Masjid Nabawi. Ketika tanah kosong di sekitar masjid mulai tersedia, mereka berpikir untuk pindah agar lebih dekat ke masjid. Mereka ingin lebih mudah untuk shalat berjamaah dan mendengarkan ceramah Nabi ﷺ.

Ketika berita ini sampai kepada Nabi ﷺ, beliau memanggil mereka dan bertanya tentang niat mereka. Mereka menjawab dengan jujur bahwa mereka memang ingin pindah agar lebih dekat ke masjid. Namun, Nabi ﷺ justru melarang mereka pindah dan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal di rumah mereka.

Nabi ﷺ bersabda: "Wahai Bani Salimah, tinggallah di rumahmu, karena langkah-langkahmu dicatat; tinggallah di rumahmu, karena langkah-langkahmu dicatat."

Mendengar sabda Nabi ﷺ ini, Bani Salimah pun membatalkan niat mereka untuk pindah. Mereka menyadari bahwa jarak yang jauh dari masjid bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi sebab bertambahnya pahala. Mereka pun tetap tinggal di rumah mereka dan terus berjalan ke masjid dengan semangat, karena mereka tahu bahwa setiap langkah kaki mereka akan dicatat sebagai kebaikan.

Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim dan juga Imam Bukhari dalam Shahih Bukhari. Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kisah ini menunjukkan betapa besar keutamaan orang yang jauh dari masjid tetapi tetap bersemangat untuk pergi ke masjid.

Kesimpulan Praktis

  1. Setiap langkah menuju masjid dicatat sebagai kebaikan dan mengangkat derajat.
  2. Jarak yang jauh ke masjid bukanlah penghalang, melainkan justru menjadi sebab bertambahnya pahala.
  3. Jangan malas pergi ke masjid, meskipun rumah kita jauh.
  4. Niat yang baik dan kesungguhan dalam beribadah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
  5. Sabar dengan kesulitan dalam beribadah akan menjadi sebab bertambahnya pahala.
  6. Jangan hanya mencari kemudahan duniawi, tetapi utamakan pahala akhirat.
  7. Setiap usaha dan langkah untuk menegakkan agama Allah akan dicatat sebagai amal saleh.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?