Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 664 tentang Keutamaan pahala setiap langkah menuju masjid

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar bagi orang yang berjalan menuju masjid, terutama jika rumahnya jauh. Rasulullah ﷺ justru melarang para sahabat menjual rumah mereka yang jauh untuk pindah dekat masjid, karena setiap langkah yang mereka tempuh akan mengangkat derajat mereka di sisi Allah. Ini adalah kabar gembira sekaligus motivasi agar kita tidak mengeluh dengan jarak tempuh menuju masjid, karena semuanya dicatat sebagai kebaikan.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks Arab hadits (sesuai yang disajikan):

وَحَدَّثَنَا حَجَّاجُ بْنُ الشَّاعِرِ، حَدَّثَنَا رَوْحُ بْنُ عُبَادَةَ، حَدَّثَنَا زَكَرِيَّاءُ بْنُ إِسْحَاقَ، حَدَّثَنَا أَبُو الزُّبَيْرِ، قَالَ سَمِعْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ كَانَتْ دِيَارُنَا نَائِيَةً عَنِ الْمَسْجِدِ، فَأَرَدْنَا أَنْ نَبِيعَ بُيُوتَنَا فَنَقْتَرِبَ مِنَ الْمَسْجِدِ فَنَهَانَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ فَقَالَ " إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ خُطْوَةٍ دَرَجَةً "

Makna: Jabir bin 'Abdullah berkata: "Rumah-rumah kami jauh dari masjid. Kami ingin menjual rumah-rumah kami agar dekat dengan masjid. Maka Rasulullah ﷺ melarang kami, lalu bersabda: 'Sesungguhnya bagi kalian pada setiap langkah (menuju masjid) terdapat satu derajat (pahala).'"

Hadits Penguat dari Riwayat Lain:

Dalam Shahih Muslim juga diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Nabi ﷺ bersabda:

"أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى مَا يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطَايَا وَيَرْفَعُ بِهِ الدَّرَجَاتِ؟" قَالُوا: بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ: "إِسْبَاغُ الْوُضُوءِ عَلَى الْمَكَارِهِ، وَكَثْرَةُ الْخُطَا إِلَى الْمَسَاجِدِ، وَانْتِظَارُ الصَّلَاةِ بَعْدَ الصَّلَاةِ"

Artinya: "Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang Allah hapuskan dengannya kesalahan-kesalahan dan Allah angkat dengannya derajat-derajat?" Mereka menjawab: "Tentu, wahai Rasulullah." Beliau bersabda: "Menyempurnakan wudhu pada saat-saat yang tidak disukai, memperbanyak langkah menuju masjid, dan menunggu shalat setelah shalat." (HR. Muslim, no. 251)

Ayat Al-Qur'an yang Relevan:

QS. At-Taubah [9]: 18

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَآتَى الزَّكَاةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا اللَّهَ فَعَسَىٰ أُولَٰئِكَ أَنْ يَكُونُوا مِنَ الْمُهْتَدِينَ

"Hanyalah yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut kecuali hanya kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk."

Penjelasan Rinci

Para ulama menjelaskan beberapa faedah penting dari hadits ini:

1. Keutamaan Berjalan Menuju Masjid

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarah Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan besarnya pahala bagi orang yang berjalan menuju masjid, baik dekat maupun jauh. Namun, semakin jauh jaraknya, semakin banyak langkahnya, maka semakin banyak pula pahala yang diperoleh. Beliau juga menegaskan bahwa "derajat" di sini bermakna tingkatan ketinggian di surga.

2. Larangan Menjual Rumah yang Jauh

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah menjelaskan bahwa larangan Nabi ﷺ di sini bukanlah larangan haram, melainkan larangan yang bersifat irsyad (bimbingan) dan targib (motivasi). Maksudnya, beliau tidak ingin para sahabat kehilangan pahala besar dari langkah-langkah mereka menuju masjid. Jika mereka pindah dekat, maka pahala yang mereka peroleh akan berkurang.

3. Setiap Langkah Mendapat Satu Derajat

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah dalam menjelaskan ayat-ayat tentang masjid menyebutkan bahwa Allah menjanjikan pahala yang berlipat bagi hamba-Nya yang bersungguh-sungguh menuju rumah-Nya. Setiap langkah kaki seorang mukmin menuju masjid akan diangkat satu derajat dan dihapus satu kesalahan, sebagaimana disebutkan dalam hadits-hadits shahih.

4. Hikmah di Balik Jarak yang Jauh

Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Fathul Bari (syarah Shahih Bukhari) menjelaskan bahwa orang yang rumahnya jauh dari masjid dan tetap bersemangat mendatanginya, maka ia akan mendapatkan pahala yang lebih besar dibandingkan orang yang rumahnya dekat. Ini karena ia menanggung beban dan kesulitan yang lebih besar, dan pahala itu sebanding dengan tingkat kesulitan yang dihadapi.

5. Perbedaan Pendapat Ulama tentang Hukum Menjual Rumah

Ada perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam memahami larangan ini:

  • Pendapat pertama: Larangan ini bersifat haram bagi penduduk Madinah saat itu, karena masjid Nabawi memiliki keutamaan khusus. Namun bagi selain mereka, tidak haram.
  • Pendapat kedua (yang lebih kuat): Larangan ini bersifat irsyad dan targib, bukan haram. Ini adalah pendapat jumhur ulama, termasuk Imam an-Nawawi dan mayoritas ulama syafi'iyah.

Syaikh al-Albani rahimahullah cenderung kepada pendapat bahwa larangan ini adalah bimbingan agar seseorang tidak kehilangan pahala langkah kakinya, bukan larangan haram.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa sebagian sahabat Nabi ﷺ memiliki rumah yang sangat jauh dari masjid. Di antara mereka ada yang tinggal di daerah Quba' dan sekitarnya. Mereka tetap datang ke masjid Nabawi untuk shalat berjamaah, meskipun jaraknya cukup jauh.

Suatu hari, para sahabat yang rumahnya jauh ini ingin menjual rumah mereka dan membeli rumah yang dekat dengan masjid agar lebih mudah beribadah. Maka Nabi ﷺ melarang mereka seraya bersabda: "Sesungguhnya bagi kalian pada setiap langkah terdapat satu derajat."

Para sahabat pun memahami bahwa Allah ﷻ tidak akan menyia-nyiakan usaha mereka. Jarak yang jauh bukanlah beban, melainkan ladang pahala. Mereka pun tetap tinggal di rumah mereka yang jauh dan terus berjalan menuju masjid dengan penuh keikhlasan.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah dalam Fathul Bari menyebutkan bahwa kisah ini menunjukkan semangat para sahabat dalam beribadah dan keinginan mereka untuk selalu dekat dengan masjid. Namun Nabi ﷺ mengajarkan bahwa pahala justru lebih besar bagi yang bersusah payah.

Kesimpulan Praktis

  1. Jangan mengeluh dengan jarak menuju masjid — setiap langkah dicatat sebagai kebaikan dan mengangkat derajat di sisi Allah.
  2. Perbanyak langkah menuju masjid — semakin banyak langkah, semakin banyak pahala.
  3. Niatkan perjalanan ke masjid karena Allah — agar setiap langkah bernilai ibadah.
  4. Jangan tergesa-gesa menjual rumah hanya karena jauh dari masjid — selama masih bisa dijangkau, itu adalah ladang pahala.
  5. Tetap semangat berjamaah di masjid meskipun jaraknya jauh, karena pahalanya lebih besar.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.