Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 660 tentang Shalat sunnah berjamaah di rumah

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan bahwa shalat sunnah berjamaah itu boleh dilakukan, meskipun di luar waktu shalat wajib. Dalam hadits ini, Nabi ﷺ mengimami shalat sunnah bersama Anas, ibunya, dan bibinya di rumah mereka. Hadits ini juga mengajarkan tentang adab berdiri di sebelah kanan imam bagi makmum yang hanya satu orang, serta keutamaan doa Nabi ﷺ yang penuh keberkahan.

Rujukan Ulama & Dalil

Ayat Al-Qur'an (tentang doa dan keberkahan):

QS. Al-A'raf [7]: 156

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

"Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmat-Ku bagi orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami."

Hadits:

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Kebolehan Shalat Berjamaah dalam Shalat Sunnah, nomor 660, dari sahabat Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu.

Kaitan dengan ulama:

Imam an-Nawawi rahimahullah dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa hadits ini menjadi dalil bolehnya shalat sunnah berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Beliau juga menyebutkan bahwa makmum yang hanya satu orang berdiri di sebelah kanan imam, sebagaimana dilakukan oleh Anas.

Penjelasan Rinci

Hadits ini mengandung beberapa pelajaran penting yang dijelaskan oleh para ulama dari kalangan salaf:

1. Shalat Sunnah Berjamaah Itu Boleh

Imam an-Nawawi rahimahullah (w. 676 H) dalam Syarh Shahih Muslim (5/155) menjelaskan bahwa hadits ini menunjukkan kebolehan shalat sunnah secara berjamaah. Beliau berkata, "Dalam hadits ini terdapat dalil bahwa shalat sunnah boleh dilakukan secara berjamaah, baik di masjid maupun di rumah. Ini adalah pendapat jumhur ulama." Hal ini juga dikuatkan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah dalam Syarh Riyadhush Shalihin (4/217) bahwa shalat sunnah berjamaah kadang-kadang dilakukan oleh Nabi ﷺ untuk mengajarkan umatnya, dan tidak dilakukan secara terus-menerus agar tidak dianggap wajib.

2. Posisi Makmum Jika Hanya Satu Orang

Dalam hadits ini, Anas radhiyallahu 'anhu berdiri di sebelah kanan Nabi ﷺ. Imam Ibnu Hajar al-Asqalani rahimahullah (w. 852 H) dalam Fathul Bari (2/174) menjelaskan bahwa jika makmum hanya satu orang laki-laki, maka ia berdiri di sebelah kanan imam, sejajar atau sedikit ke belakang. Ini adalah sunnah yang diamalkan oleh para sahabat dan tabi'in.

3. Doa Nabi ﷺ Penuh Keberkahan

Nabi ﷺ mendoakan Anas dengan doa yang sangat agung: "Ya Allah, perbanyaklah hartanya dan anak-anaknya, dan berilah keberkahan padanya." Imam Ibnu Rajab al-Hanbali rahimahullah (w. 795 H) dalam Jami'ul 'Ulum wal Hikam (1/278) menjelaskan bahwa doa ini menunjukkan bahwa keberkahan lebih utama daripada sekadar banyaknya harta dan anak. Karena banyak harta tanpa keberkahan justru bisa menjadi bencana. Anas radhiyallahu 'anhu sendiri hidup hingga usia lanjut, memiliki banyak anak dan harta yang melimpah, dan semuanya diberkahi.

4. Adab Meminta Doa kepada Orang Shalih

Ibu Anas meminta doa khusus untuk putranya dengan penuh adab, "Wahai Rasulullah, inilah pelayan kecilmu." Ini mengajarkan kita untuk bersikap tawadhu' ketika meminta doa kepada orang yang lebih utama. Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di rahimahullah (w. 1376 H) dalam Bahjatul Qulub al-Abrar (hal. 89) menekankan bahwa meminta doa kepada orang shalih diperbolehkan selama tidak disertai keyakinan bahwa mereka bisa memberikan manfaat atau mudharat secara langsung, karena semua hanya dari Allah.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa setelah doa Nabi ﷺ ini, Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu benar-benar merasakan keberkahan dalam hidupnya. Ia memiliki banyak anak hingga mencapai lebih dari 120 orang, dan hartanya melimpah ruah. Ketika beliau wafat di usia 103 tahun, beliau meninggalkan kebun kurma yang berbuah setiap tahun. Semua itu adalah buah dari doa Nabi ﷺ yang mustajab.

Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam Shahih (no. 1982) bahwa Anas berkata, "Sungguh aku telah melihat anak-anakku dan cucu-cucuku berjumlah sekitar 120 orang." Ini menunjukkan betapa besar keberkahan yang Allah berikan melalui doa Nabi-Nya.

Kesimpulan Praktis

  1. Shalat sunnah berjamaah itu boleh, terutama untuk mengajarkan atau memotivasi orang lain, namun jangan dijadikan kebiasaan terus-menerus agar tidak dianggap wajib.
  2. Jika shalat berjamaah hanya dua orang, maka makmum laki-laki berdiri di sebelah kanan imam.
  3. Doa orang shalih memiliki keberkahan, maka mintalah doa kepada mereka dengan adab dan tawadhu'.
  4. Keberkahan lebih utama daripada kuantitas, maka mintalah kepada Allah keberkahan dalam harta, anak, dan umur.
  5. Rasulullah ﷺ sangat perhatian kepada keluarganya dan sahabatnya, beliau mendoakan kebaikan dunia dan akhirat untuk mereka.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.