Penjelasan Hadits Muslim No. 656 tentang Keutamaan shalat Isya dan Subuh berjamaah

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menjelaskan keutamaan besar shalat Isya dan Subuh berjamaah. Siapa yang shalat Isya berjamaah, seolah ia shalat separuh malam; dan siapa yang shalat Subuh berjamaah, seolah ia shalat sepanjang malam. Ini menunjukkan betapa agungnya pahala shalat berjamaah, khususnya pada dua waktu yang berat ini.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih Muslim (no. 656), dari sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu, melalui jalur Abdurrahman bin Abi 'Amrah.

Teks hadits:

عَنْ عُثْمَانَ بْنِ عَفَّانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ يَقُولُ: «مَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا قَامَ نِصْفَ اللَّيْلِ، وَمَنْ صَلَّى الصُّبْحَ فِي جَمَاعَةٍ فَكَأَنَّمَا صَلَّى اللَّيْلَ كُلَّهُ»

Terjemah: "Barangsiapa shalat Isya berjamaah, seolah ia shalat separuh malam; dan barangsiapa shalat Subuh berjamaah, seolah ia shalat sepanjang malam."

Dalil Al-Qur'an yang berkaitan dengan keutamaan shalat berjamaah dan menjaga shalat:

QS. Al-Baqarah [2]: 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

"Peliharalah semua shalat dan shalat wustha, dan berdirilah untuk Allah dengan khusyuk."

QS. Al-Isra' [17]: 78

أَقِمِ الصَّلَاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

"Dirikanlah shalat dari tergelincirnya matahari sampai gelapnya malam, dan bacaan di waktu fajar. Sesungguhnya bacaan di waktu fajar itu disaksikan (oleh malaikat)."

Penjelasan Rinci

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar shalat berjamaah, khususnya shalat Isya dan Subuh. Imam an-Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menjelaskan bahwa makna "seolah shalat separuh malam" dan "seolah shalat sepanjang malam" adalah bahwa pahala shalat berjamaah pada dua waktu itu menyamai pahala shalat sunnah sepanjang malam, meskipun seseorang tidak benar-benar melakukannya. Ini adalah karunia Allah yang besar bagi umat ini.

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Fathul Bari (ketika membahas hadits serupa) menyebutkan bahwa penyebutan Isya dan Subuh secara khusus karena keduanya berada di waktu yang berat—Isya di waktu istirahat, Subuh di waktu tidur—sehingga orang yang menjaga keduanya berjamaah menunjukkan kesungguhan imannya. Ibnu Rajab al-Hanbali dalam Latha'if al-Ma'arif juga menekankan bahwa menjaga shalat berjamaah di waktu-waktu ini adalah tanda keimanan yang kuat.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa pahala yang disebutkan bukan berarti menggugurkan kewajiban shalat malam, tetapi menunjukkan besarnya keutamaan shalat berjamaah. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin menegaskan bahwa hadits ini memotivasi umat untuk tidak meninggalkan shalat berjamaah, terutama Isya dan Subuh, karena pahalanya sangat besar.

Tidak ada perbedaan pendapat di antara ulama daftar tentang keutamaan ini. Yang paling kuat adalah pendapat yang menyatakan bahwa pahala tersebut adalah pahala yang berlipat ganda, bukan berarti menggantikan shalat malam yang sebenarnya.

Story Telling

Diriwayatkan bahwa Utsman bin Affan radhiyallahu 'anhu setelah shalat Maghrib duduk di masjid, lalu Abdurrahman bin Abi 'Amrah duduk di sampingnya. Utsman lalu menyampaikan hadits ini sebagai nasihat. Ini menunjukkan bahwa para sahabat saling mengingatkan tentang keutamaan shalat berjamaah, terutama di waktu-waktu yang berat. Al-Hasan al-Bashri pernah mengatakan bahwa orang munafik adalah yang paling berat melakukan shalat Isya dan Subuh berjamaah, karena mereka tidak memahami keutamaannya.

Kesimpulan Praktis

  1. Jagalah shalat Isya dan Subuh berjamaah di masjid, karena pahalanya seperti shalat separuh malam dan sepanjang malam.
  2. Jangan remehkan dua shalat ini meskipun waktu terasa berat.
  3. Ajaklah keluarga dan tetangga untuk menjaga shalat berjamaah.
  4. Ingatlah bahwa pahala ini adalah karunia Allah, bukan karena amal kita semata.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Gratis untuk semua

Yuk, ikut jaga penjelasan AI tetap gratis

Donasi Anda membantu layanan ini terus tersedia untuk siapa saja.

Donasi

Gimana penjelasannya?