Penjelasan AI

Penjelasan Hadits Muslim No. 635 tentang Keutamaan shalat Subuh dan Ashar

Lihat teks hadits

Ringkasan Jawaban Singkat

Hadits ini menunjukkan keutamaan besar shalat Subuh dan Ashar. Rasulullah ﷺ menjanjikan surga bagi siapa pun yang menjaga kedua shalat ini secara konsisten. Ini adalah dorongan kuat untuk tidak meremehkan shalat di waktu yang sering terasa berat, terutama Subuh.

Rujukan Ulama & Dalil

Hadits Riwayat Muslim:

Teks hadits yang Anda berikan sudah benar. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, Kitab Masjid dan Tempat Shalat, Bab Keutamaan Shalat Subuh dan Ashar, nomor 635. Perawinya adalah Abu Bakr (bin Abi Musa al-Asy'ari) dari ayahnya (Abu Musa al-Asy'ari) radhiyallahu 'anhuma.

Penjelasan Ulama:

  • Imam an-Nawawi (dalam Syarh Shahih Muslim) menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan al-bardain (dua waktu sejuk) adalah shalat Subuh dan Ashar. Beliau berkata, "Dinamakan al-bardain karena kedua waktu itu adalah waktu yang sejuk, yaitu waktu Subuh dan Ashar. Ini adalah pendapat yang masyhur di kalangan ulama."
  • Ibnu Hajar al-Asqalani (dalam Fath al-Bari) juga menegaskan hal yang sama. Beliau menyebutkan bahwa penamaan ini karena kedua shalat tersebut dikerjakan pada dua ujung siang yang suhunya lebih sejuk, terutama di daerah yang panas.
  • Al-Qur'an juga menekankan pentingnya menjaga shalat, khususnya shalat Ashar. Allah Ta'ala berfirman:

QS. Al-Baqarah [2]: 238

حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ

"Peliharalah semua shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha (Ashar). Berdirilah untuk Allah (dalam shalat) dengan khusyuk."

Mayoritas ulama, termasuk dari kalangan sahabat dan tabi'in seperti Ali bin Abi Thalib, Ibnu Abbas, dan Mujahid, menafsirkan ash-shalat al-wustha sebagai shalat Ashar. Ini menunjukkan perhatian khusus Allah pada shalat ini.

Penjelasan Rinci

Hadits ini adalah kabar gembira yang sangat besar. Rasulullah ﷺ tidak hanya memerintahkan, tetapi langsung mengaitkan amalan ini dengan jaminan masuk surga. Ini menunjukkan betapa tingginya kedudukan shalat Subuh dan Ashar di sisi Allah.

Mengapa Subuh dan Ashar? Para ulama menjelaskan beberapa hikmah:

  1. Waktu yang Berat: Kedua shalat ini datang di waktu yang seringkali berat bagi jiwa. Subuh di saat tidur sangat lelap, dan Ashar di saat seseorang sibuk dengan urusan dunia di penghujung hari. Menjaga keduanya adalah bukti keimanan yang mengalahkan hawa nafsu.
  2. Disaksikan Malaikat: Dalam hadits shahih riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah ﷺ bersabda bahwa malaikat malam dan malaikat siang bergantian mengawasi manusia. Mereka berkumpul pada waktu Subuh dan Ashar. Ini adalah waktu yang sangat istimewa.
  3. Pahala yang Berlipat: Karena beratnya menjaga kedua shalat ini, pahalanya pun sangat besar, hingga dijanjikan surga.

Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin (dalam Syarh Riyadh ash-Shalihin) menekankan bahwa hadits ini adalah motivasi untuk bersungguh-sungguh dalam shalat. Beliau juga mengingatkan bahwa "menjaga" di sini berarti mengerjakannya tepat waktu, dengan berjamaah di masjid bagi laki-laki, dan dengan penuh kekhusyukan.

Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa'di (dalam tafsirnya) menjelaskan bahwa menjaga shalat secara umum, dan khususnya shalat Ashar, adalah tanda keimanan dan ketaqwaan. Siapa yang meremehkannya, maka ia berada dalam kerugian yang nyata.

Story Telling

Diriwayatkan dari Abu Musa al-Asy'ari radhiyallahu 'anhu, ayah dari perawi hadits ini, bahwa suatu hari Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang mengerjakan shalat Subuh dan Ashar, dia akan masuk surga." (HR. Bukhari dan Muslim, lafazh lain).

Kisah ini menunjukkan bahwa para sahabat sangat antusias mendengar kabar gembira ini. Mereka langsung bertanya dan berusaha mengamalkannya. Ini adalah motivasi langsung dari Nabi ﷺ yang tidak perlu ditawar lagi. Bayangkan, hanya dengan menjaga dua shalat, Allah menjanjikan surga. Ini adalah rahmat yang sangat besar.

Kesimpulan Praktis

  1. Niatkan dengan Sungguh-sungguh: Niatkan untuk menjaga shalat Subuh dan Ashar setiap hari, bukan hanya sesekali.
  2. Gunakan Alarm dan Minta Bantuan: Untuk Subuh, gunakan alarm dan minta tolong keluarga atau teman untuk membangunkan. Untuk Ashar, ingatkan diri sendiri saat adzan berkumandang.
  3. Berjamaah di Masjid (Bagi Laki-laki): Ini adalah bentuk kesempurnaan dalam menjaga shalat.
  4. Jangan Meremehkan: Jangan pernah menganggap sepele shalat Subuh atau Ashar. Ini adalah dua shalat yang menjadi tolok ukur keimanan.
  5. Perbanyak Doa: Mohonlah kepada Allah agar dimudahkan untuk istiqamah menjaga kedua shalat ini.

Semoga Allah memberi kita taufik untuk mengikuti petunjuk Al-Qur'an, sunnah Nabi ﷺ, dan pemahaman para ulama Ahlus Sunnah.

Komunitas

Follow @haditsindonesia

Penjelasannya membantu? Yuk follow kami di media sosial — hadits pilihan setiap hari.